Manfaat Penggunaan Taksonomi Bloom pada AUD - AsikBelajar.Com

Manfaat Penggunaan Taksonomi Bloom pada AUD

AsikBelajar.Com | Taksonomi Bloom digunakan sebagai cara untuk mengembangkan dan mengevaluasi pertanyaan yang diajukan guru kepada anak. Biasanya sebagian pertanyaan berada pada tingkat pengetahuan dan pemahaman, sehingga kurang memberi tantangan bagi anak berbakat. Dengan pengembangan keterampilan untuk mengajukan pertanyaan pada setiap tingkat taksonomi, guru merangsang anak untuk lebih menggunakan kemampuan kognitif dan mengembangkan keterampilan berpikir tinggi.

Anak memerlukan latihan dan kesempatan untuk belajar berpikir dengan cara yang efektif. Jika guru belajar untuk mengajukan pertanyaan yang lebih baik, anak juga akan mengembangkan kemampuannya dalam hal ini.

Mula-mula guru dpat menggunakan catatan dengan pertanyaan pada setiap tingkat taksonomi Bloom untuk bahan yang diajarkan. Setelah menpraktekkan hal ini untuk waktu-waktu tertentu, akhirnya menjadi kebiasaan dan tingkat sulit bagi guru. Tetapi jika mau yakin bahwa pertanyaan yang diajukan mencakup keenam tingkat pemikiran, guru dapat menggunakan tape recorder selama mengajar untuk kemudian dapat mengklasifikasi pertanyaannya sesuai dengan keenam tingkat taksonomi.

Kecuali untuk mengajukan pertanyaan yang baik, taksonomi Bloom dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan. Kegiatan dapat dikembangkan meng- gunakan tingkat-tingkat yang berbeda dari taksonomi dan yang digunakan dalam pelajaran, atau sebagai tugas khusus di luar kelas. Kunci untuk menyusun kegiatan adalah memasukkan beberapa tingkat dalam setiap kegiatan atau mengusahakan keseimbangan dari semua tingkat untuk sekelompok kegiatan. Kemudian, jika kemahiran anak dinilai, mereka harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya untuk berpikir diluar tingkat pengetahuan dan pemahaman. Keterampilan yang baru dikembangkan itu harus diukur melalui pertanyaan baik dengan diskusi maupun tanyajawab, demonstrasi, dan proyek.

Taksonomi Bloom mengenai sasaran pendidikan ranah kognitif merupakan model yang relatif sederhana untuk diterapkan dan amat bermanfaat bagi yang menggunakannya: anak dapat mengembangkan dan menggunakan keterampilan berpikir mereka. Guru hanya perlu menyesuaikan jumlah waktu untuk setiap tingkat taksonomi dengan tingkat kemampuan #140

anak. anak yang cepat menguasai tingkat-tingkat rendah taksonomi dapat menggunakan lebih banyak waktu untuk tingkat-tingkat pemikiran yang tinggi. Dengan demikian, semua anak memperoleh pembelajaran yang sesuai dalam kerangka kerja yang sama. #141

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 140-141.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress