Secara umum evaluasi supervisi pendidikan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Harus mengukur tujuan yang ingin dicapai
Apabila tujuan supervisi pendidikan adalah demi peningkatan atau perbaikan proses belajar mengajar, maka evaluasi program supervisi pendidikan pun harus diarahkan untuk menilai apakah program supervisi pendidikan itu sudah mencapai tujuan atau belum. Disamping itu evaluasi supervisi pendidikan juga harus diorientasikan pada tujuan evaluasi itu sendiri. Tujuan evaluasi itu sendiri dapat berupa identifikasi atau inventarisasi pembinaan dan pengembangan sebagai umpan balik dan sebagai pengecekan.
2. Obyektif
Obyektif pada pembahasan ini berarti sesuai dengan kenyataan yang dilaksanakan oleh program supervisi pendidikan. Apabila program supervisi pendidikan baik hasilnya, maka katakanlah baik, dan apabila kurang berhasil katakanlah kurang berhasil. Keberanian mengungkapkan adanya itulah yang menjamin keobyektifan evaluasi. Tentu saja perlu adanya kelengkapan data dan pelibatan semua pihak dalam evaluasi. Antara penilai dan pihak yang dinilai harus ada saling keterbukaan.
3. Lebih didasarkan atas observasi daripada hasil interpretasi
Interpretasi adalah aktivitas memanda dan memberikan opini kepada suatu obyek. Hal ini akan mengandung subyektifan penilai. Interpretasi dapat digunakan untuk menganalisa hasil observasi yang berupa data.
4. Mengukur proses dan hasil
Kegiatan supervisi pendidikan selalu berproses. Hasil yang dicapai adalah terwujud dari proses yang berlangsung sebelumnya. Hal ini sesuai dengan prinsip kontinyu dalam evaluasi supervisi pendidikan pendidikan . Oleh sebab itu evaluasi tidak hanya dilakukan setelah hasil supervisi pendidikan terwujud, tetapi selama proses supervisi dilakukan harus diadakan penilaian.
5. Dilaksanakan dengan penuh kerjasama
Dalam efektivitas evaluasi supervisi pendidikan, supervisor tidak perlu berada sendiri. Untuk menilai kegiatan atau aktivitas supervisi ia dapat bekerja sama dengan guru-guru dan bahkan dapat juga bersama dengan murid-murid dalam porsi kecil, atau mungkin perlu juga bekerja sama dengan supervisor lainnya. Oleh sebab itu evaluasi supervisor sendiri, tetapi juga bekerja sama dengan orang lain. Dengan demikian data dapat diperoleh lebih lengkap karena datang dari banyak sumber.
Suatu program evaluasi harus didasarkan pada kriteria yang merupakan petunjuk dalam menentukan data apa yang akan dinilai dan sebagai dasar dalam mencari/menginterpretasikan data. Dalam hal ini perhatian harus difokuskan pada masalah primer bukan pada daya yang sekunder. Dasar pemuatan kriteria tersebut dapat didasarkan pada pengalaman-pengalaman sekolah lain dalam rangka pelaksaaan program supervisi (supervisory program), penemuan-penemuan studi riset, pendapat-pendapat para ahli didik, dan potensi khusus dari staf, siswa dan perlengkapan fisik sekolah.
Leave a Reply