Konstruktivisme Sebagai Aliran Filsafat Pendidikan - AsikBelajar.Com

Konstruktivisme Sebagai Aliran Filsafat Pendidikan

AsikBelajar.Com | Salah satu tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor konstruktivisme adalah Jean Piaget. Dia adalah seorang psikolog kelahiran Nauchatel Swiss pada tanggal 9 agustus 1896 di Swiss. Ayahnya, Athur Piaget, adalah seorang Profesor sastra abad pertengahan. Tahun 1918 Jean Piaget mengambil program Doktor dalam bidang ilmu pengetahuan alam di Universitas Neuchatel. Pada tahun 1921 Jean Piaget menjadi guru besar dalam Psikologi dan Filsafat Ilmu. Tahun 1955 mendirikan International Center of Genetic Epistimology, yaitu studi tentang bagaimana seorang anak memperoleh dan memodifikasi ide-ide abstrak seperti ruang, waktu, gaya dan lainnya. Teori ini yang sangat dikenal dengan teori perkembangan mental. Selama hidupnya Jean Piaget telah menulis lebih dari 60 buku dan ratusan artikel. Piaget meninggal di Janewa Swiss pada tanggal 16 #55

September 1980. Konstruktivisme yang dikembangkan Jean Piaget dalam bidang pendidikan dikenal dengan nama kontruktivisme kognitif atau personal contructivisme. Jean Piaget menyakini bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Aliran konstruktivisme adalah satu aliran filsafat yang menekankan bahwa pengetahuan adalah kontruksi (bentukan). Pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan (realitas), pengetahuan merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif melalui kegiatan seseorang. Seseorang dapat membentuk skema, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Proses pembentukan ini berjalan terus menerus dan setiap kali akan mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru. Sejak kecil anak sudah memiliki struktur kognitif tersendiri yang kemudian dinamakan skema (schema). Skema adalah suatu struktur mental atau kognitif yang memungkinkan seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengkoordinasi lingkungan sekitarnya. Skema adalah hasil kesimpulan atau bentukan mental, konstruksi hipotesis, seperti intelektual, kreativitas, kemampuan dan naluri. Skema dapat terbentuk karena pengalaman, proses penyempurnaan skema melalui proses asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah mengintegrasikan persepsi, konsep, atau pengalaman baru ke dalam suatu pola yang sudah ada dalam pikiran, atau penyerapan informasi baru #56

Lihat Halaman Selanjutnya [Klik Disini]

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress