Konsep Diri dalam Lingkungan Sebaya - AsikBelajar.Com

Konsep Diri dalam Lingkungan Sebaya

AsikBelkajar,Com | Secara psikis anak akan merasa bagian dari suatu kelompok apabila ia diterirna secara baik dalam kelompok tersebut. Perasaan disenangi akan muncul – pada diri anak manakala ia betul-betul diterima dalam suatu kelompok sosial.

Untuk dapat memasuki dan diterima dalam suatu kelompok, seorang anak dituntut dapat menyesuaikan diri dengan kehendak kelompok yang hendak dimasukinya. Dalam hal ini kemampuan beradaptasi menunjang perasaan penting.

Lingkungan keluarga (ayah, ibu dan saudara-saudara anak) perlu mernbetikan pethatian yang khusus terhadap masalah idi. Iht settakan anak dalam setiap kegiatan yang dilakukan di rumah. Tentunya ha1 ini barus dilakukan
secara selektif, artinya anak hanya ikut serta dalam kegiatan yang layak diikuti oleh dirinya. Jangan biarkan anak merasa kesepian atau terisolir di rumahnya sendiri. Perasaan kesepian atau terisolir sangat tidak menunjang bagi
pembentukan konsep dirinya.

Di sekolah, guru secara cermat melatih kemampuan sosial anak. Disamping tugas individual, tugas-tugas kelompok penting secara kontinu untuk dilakukan, kemampuan anak dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan sesamanya dapat diawasi ketika tugas kelompok diberikan. Tunjukkan kepada anak akan arti penting kerjasama.

Kadang-kadang dijumpai anak yang tidak dapat bekerjasama denganteman-temannya. Contoh, Aps (seorang murid PAUD kelompok B) lari ke luar kelas untuk bermain ayunan, padahal saat itu seharusnya ia melakukan tugas kelompok bersama teman kelompoknya. Tindakan Agus memang cukup menjengkelkan baik bagi guru maupun bagi teman-temannya. Menghadapi situasi semacam ini guru tidak perlu memarahi Agus apalagi membentak-bentaknya. Guru harus berusaha memahami perasaan Agus, mungkin pada saat itu ia memang ingin sekali bermain ayunan. Guru dapat berkata kepada Agus: Mengapa Agus tiba-tiba meninggalkan teman-teman? Agus ingin main ayunan yah.. . . Ibu tidak#76

melarang Agus main ayunan, tetapi hanya kalau istirahat yah sayang.. . sekarang Agus bantu teman-teman untuk menyelesaikan tugas Ibu akan memberikan hadiah kepada kelompok yang paling bagus hasilnya dan paling cepat selesainya.

Dengan cara demikian, apa manfaat yang diperoleh? Manfaatnya adalah Agus tidak merasa dimarahi atas perbuatan yang salah, Agus terhindar dari kemungkinan tidak disukai teman-temannya akibat tindakannya yang tidak koperatif, dan Agus menyadari bahwa perbuatannya keliru dan tidak akan diulanginya lagi pada saat yang lain.

Guru yang berhasil menangani anak seperti Agus, berarti telah melakukan tugas mulia. Guru telah berhasil menyelamatkan seorang anak yang sebetulnya terancam untuk diisolir teman-temannya. Terkucilkan dari lingkungan pergaulan jelas berpengaruh negatif terhadap pembentukan konsep diri anak. #77

Sumber:
Rakimahwati, 2012. Metodologi Pengembangan Moral, Agama, Disiplin, dan Afektif (Bahan Ajar). Padang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Hal. 76-77.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress