Konsep Dasar Pengembangan Literasi pada Toddler (18-36 Bulan)

By | 17/12/2020

AsikBelajar.Com | Artikel ini bagian dari buku Siti Aisyah tahun 2008 yang diambil dari bab bahasan tentang “Konsep Dasar Pengembangan Literasi“. Inilah uraian lengkap artikel tersebut:

a. Mendorong perkembangan mendengar
Jika orang dewasa bicara dalam “nada” yang menarik dan menyenangkan, Toddler akan mendengarkan. Di sisi lain, dia tampak seperti “menolak” permintaan orang dewasa ketika diminta menunjukkan suatu prilaku tertentu seperti “letakkan sepatumu.”

Bicaralah kepada toddler tentang hari atau kejadian yang khusus. Berbicara tentang kejadian masa lalu, seperti hari saat ia lahir atau perjalanan minggu lalu, dapat membantu toddler memahami susunan cerita. Sebagai contoh, toddler akan memahami bahwa cerita memiliki permulaan, pertengahan, dan akhir. Ini akan membantunya menceritakan dirinya dan cerita yang ia dengar dari buku.

b. Mendorong perkembangan berbicara
Berpura-pura dengan toddler. Bantulah anak menghayal pada waktu anak bermain dengan mainannya. Bantulah menciptakan dunia dengan kata-kata. Misalnya, jika toddler mengatakan “Truk naik!” kita dapat mengatakan “Truknya naik ke bulan!”.

Bantulah toddler bercerita tentang kejadian khusus. Untuk mendukung toddler menumbuhkan kemampuan bercerita, kita dapat mengajukan pertanyaan seperti, “Dan apa yang ada di permukaan atas kue ulang tahunmu?” Atau menjabarkan apa yang dikatakan anak. Misalnya, jika anak mengatakan, “Anjing besar!” kita dapat mengatakan, “Ya, Bruno adalah #6.35

anjing yang sangat besar, bukan?” Mendukung kemampuan anak bercerita membantu mengembangkan kemampuan berbahasanya dan apresiasinya terhadap cerita.

Berbicara tentang foto keluarga. Berbicara dengan toddler tentang foto acara keluarga adalah sumber yang sangat kaya untuk cerita dan akan merangsang, bukan hanya ingatannya, tetapi juga bahasanya. Membuat album foto atau buku buatan sendiri tentang kejadian khusus, seperti ulang tahunnya, adalah cara yang indah untuk menghadirkan kembali kejadian khusus berulang kali.

Berilah anak kata-kata untuk perasaan. Ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkan kata-kata khusus untuk perasaan. Ketika anak merasa frustasi, kita dapat mengenalkan kata-kata seperti “kesal”, “marah”, dan “bingung”. Kita dapat juga menawarkan kepada anak kalimat khusus yang dapat digunakannya untuk mendapatkan perhatian dan bantuan kita, misalnya ”aku bingung”, dan sebagainya.

c. Mendorong perkembangan menulis
Berikanlah kesempatan kepada toddler untuk mengembangkan kemampuan fisik yang dibutuhkan dalam menulis. Agar mampu menggunakan peralatan seperti pensil dan spidol, dia harus mengembangkan koordinasi motorik di tangannya. Mendorong anak menyusun balok, mengambil mainan, melukis dengan jari, dan menggulung playdough akan membantu mengembangkan kemampuan motorik halusnya.

Simpanlah krayon dan peralatan menggambar lainnya di ternpat yang mudah dijangkau. Ini akan mendorong anak menggunakan peralatan tersebut untuk membuat coretan di atas kertas. Gambar-gambar, coretan-coretan, dan garis-garis adalah permulaan dari tulisan anak. Pada waktu yang bersamaan, anak akan belajar bahwa ia dapat mengkomunikasikan ide melalui gambar atau simbol.

Kenalkan toddler kepada tulisan pertama dengan menulis namanya. Pada Saat toddler menyadari bahwa ia adalah seorang individu, maka namanya akan mempunyai arti khusus baginya, Beberapa anak mengembangkan kesadaran akan huruf dengan melihat huruf di dalam namanya, khususnya huruf pertama yang sangat spesial baginya. Berilah perhatian kepada huruf di dalam namanya dan mintalah ia menunjuk huruf tersebut ketika huruf tersebut berada pada suatu plang (tanda), dalam buku, atau pada beberapa merk di pasar swalayan. Pada saat memindahkan belanjaan dari keranjang ke #6.36

dalam mobil pada waktu di pasar, kita dapat mengatakan, “Lihat, mereknya makaroni.” Makaroni mulai dengan huruf ‘M,’ seperti namamu-“Mimi.” Berilah respon pada saat anak memberi arti coretannya di atas kertas. Toddler mungkin mengatakan kepada kita bahwa sebuah garis adalah seekor naga. Toddler yang memasuki usia TK akan dengan bangga mengatakan kepada kita, “Ini artinya “Aku cinta kamu’” pada saat ia menunjukkan coretan di atas kertas. Apa pun yang digambarkan anak, atau betapapun sulit membacanya, berilah respon ketika ia memberi arti pada tulisan tersebut. Pajanglah pekerjaan anak untuk menumbuhkan rasa bangga dalam dirinya.

d. Mendorong perkembangan membaca
Bacakan macam-macam buku kepada toddler. Toddler menikmati buku mengenai binatang, huruf-huruf, dan anak-anak seusianya. Buku berirama (yang dapat dibaca berirama) juga digemari anak di usia ini. Ingatlah bahwa tidak setiap buku yang disukai anak juga disenangi orang tua atau pengasuh. Bahkan mungkin toddler akan menikmati mendengarkan cerita berulang kali dari suatu buku yang sama sekali tidak menarik bagi kita.

Bicaralah kepada toddler pada watu membacakan buku. Ketika kita dan toddler membaca bersama, cobalah menamai benda dalam suatu halaman, berbicara mengenai gambar, atau bergiliran bercerita. Pada saat kita membaca, jangan lupa untuk berhenti dan berilah toddler waktu untuk memperhatikan halaman yang menarik baginya. Interaksi ini juga akan memberitahu kita hal yang menarik, menakutkan, dan memberi harapan bagi anak.

Pada saat kita membaca, lihatlah tanda-tanda dari toddler. Tidak mengapa apabila toddler hanya ingin bicara masalah gambar atau meloncati halaman dalam buku. Untuk membuat cerita lebih menarik, kita dapat merubah kata-kata atau menggantikan nama salah satu tokoh dengan nama anak kita. Yang lebih penting adalah bahwa kita dan anak bergembira pada saat mengeksplorasi dunia buku bersama.

Biasakanlah membaca dalam kegiatan rutin sehari-hari. Apakah itu waktu tidur atau setelah makan malam dalam keluarga, kita dapat memasukkan kegiatan membaca ke dalam kejadian sehari-hari sebagai bagian dari kehidupan anak. Bagian penting dari membaca bersama adalah kedekatan secara fisik antara orang dewasa dengan anak. Toddler senang d bacakan cerita sambil orang tua berada di sisinya. #6.37

Nikmatilah buku abjad/alfabet bersama-sama untuk mengenalkan hurof. ingatlah bahwa penekanan membaca buku abjad bukan “mengajarkan” abjadnya. Mulailah dengan memilih buku tentang benda yang menarik anak dan buku dengan gambar yang menarik. Membaca buku ini bersama akan memberikan anak dan kita kesempatan untuk membicarakan huruf, bentuknya, dan hal-hal yang tidak asing berhubungan dengan huruf, seperti “B untuk Beruang.” Pada saat membicarakan huruf, bentuk dan bunyinya, anak akan mulai belajar tentang hubungan huruf dan suara.

Arahkanlah perhatian anak kepada tulisan dan huruf yang ia lihat ketika melakukan kegiatan sehari-hari. Dengan mengarahkan perhatian anak kepada tulisan, anak mulai mengenali tanda-tanda dan nama-nama yang tidak asing baginya. Pada saat membawa mobil pada tanda stop, tunjuk dan katakan, “Lihat, ini tanda berhenti. Aku harus berhenti. Tanda stop mengatakan BERHENTI!” Tidak lama, anak akan mengenali tanda stop dan akan menyuruh kita untuk berhenti. Menunjuk tanda dan tulisan yang digunakan di lingkungan akan menolong anak mengembangkan pemahaman tentang penggunaan tulisan dan membangun dasar-dasar membaca. #6.38

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 6.35 – 6.38.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *