Kerusakan Lingkungan Perairan; Dampak Pertambangan Batubara di Indonesia

AsikBelajar.Com | Pencemaran perairan, pada tahun-tahun terakhir ini telah menjadi masalah serius yang dihadapi oleh berbagai daerah di lndonesia, dengan meningkatnya kegiatan pembangunan nasional, nampaknya pencemaran perairan akan terus menjadi masalah bagi umat manusia yang akan datang. Suatu perairan dikatakan telah tercemar, apabila suatu bahan atau kondisi yang dapat menyebabkan penurunan kualitas perairan sampai pada tingkat tertentu Sehingga lingkungan perairan tersebut tidak bisa dimanfaatkan (Miller, 1985). Menurut Lockwood (2012) bahwa air minum yang terkontaminasi merupakan salah satu masalah kesehatan utama untuk masyarakat sekitar pertambangan batu bara, karena limbah tambang di kolam lumpur melepaskan logam berat dan polutan lain yang mencemari permukaan dan air tanah. Air limbah dari proses pencucian kotoran dari batu bara sebelum pengiriman akan meresap ke dalam tanah (Halzman, 2011).

Kebanyakan teknik pertambangan modern memiliki kebutuhan air yang tinggi untuk ekstraksi, pengolahan, dan pembuangan limbah. Air limbah dari proses ini dapat mencemari sumber air di dekatnya dan menguras persediaan air tawar di wilayah sekitar tambang. Beberapa tambang, seperti tambang Mountain Pass di California selatan, telah menerapkan teknologi daur ulang air limbah, mengakibatkan penurunan besar dalam permintaan air dan limbah cair (Molycorp, 2012).

Tingkat pencemaran perairan dapat diketahui melalui pengukuran secara fisika, kimia dan biologi. Pengukuran secara fisika, kimia dapat dilakukan dengan mengukur kadar logam berat, pH, kekeruhan, suhu, kadar pestisida atau bahan kimia lainnya yang terdapat dalam air. Kualitas kehidupan didalam air sangat dipengaruhi oleh kualitas perairan itu sendiri sebagai media hidup organism air, makin buruk kualitas suatu perairan, makin buruk pula kualitas kehidupan di dalam perairan tersebut. Ini berarti bahwa komunitas organisme yang hidup di perairan baik berbeda dengan yang hidup diperairan yang tercemar (Soegianto, 2004). Pencemaran suatu perairan dapat disebabkan oleh adanya aktivitas pertambangan khususnya pertambangan batu bara, yang secara jelas akan berpengaruh terhadap lingkungan perairan karena bahan-bahan hasil eksploitasi pertambangan batu bara akan terbawa oleh air hujan (run 0ff) ke sungai dan sungai tersebut mengalami sidimentasi, dengan adanya sidimentasi, maka sungai tersebut akan mengalami pendangkalan dan pada akhirnya akan menimbulkan bencana seperti, banjir dan memburuknya kualitas air. apabila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

Menurut Darmano (1995), pencemaran air terdiri dari bermacam-macam jenis, antara lain:

1. Pencemaran Mikroorganisme Dalam Air
Berbagai kuman penyebab penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri, virus, protozoa, dan parasit sering mencemari air. Kuman yang masuk ke dalam air tersebut, berasal dari buangan limbah rumah tangga maupun buangan dari industri peternakan, rumah sakit, tanah pertanian, dan lain sebagainya. Pencemaran dari kuman penyakit ini merupakan penyebab utama terjadinya penyakit pada orang yang terinfeksi. Penyakit yang disebabkan oleh pencemaran air ini disebut water-borne disease dan sering ditemukan pada penyakit tifus, kolera, dan disentri.

2. Pencemaran Air Oleh Bahan Anorganik Nutrisi Tanaman
Penggunaan pupuk nitrogen dan fosfat dalam bidang pertanian telah dilakukan sejak lama secara meluas. Pupuk kimia ini dapat menghasilkan produksi tanaman yang tinggi sehingga menguntungkan petani. Tetapi di lain pihak, nitrat rian fosfat dapat mencemari sungai, danau, dan lautan. Sebetulnya sumber pencemaran nitrat ini tidak hanya berasal dari pupuk pertanian saja, karena di atmosfer bumi mengandung 78% gas nitrogen. Pada waktu hujan dan terjadi kilat dan petir, di udara akan terbentuk amoniak dan nitrogen terbawa air hujan menuju permukaan tanah. Nitrogen akan bersenyawa dengan komponen yang kompleks lainnya.

3. Pencemar Bahan Kimia Anorganik
Bahan kimia anorganik seperti asam, garam dan bahan toksik logam lainnya seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg) dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak enak diminum. Disamping dapat menyebabkan matinya kehidupan air seperti ikan dan organisme lainnya, pencemaran bahan tersebut juga dapat menurunkan produksi tanaman pangan dan merusak peralatan yang dilalui air tersebut (karena korosif).

4. Pencemar Bahan Kimia Organik
Bahan kimia organik seperti minyak, plastik, pestisida, larutan pembersih, detergen dan masih banyak lagi bahan organik terlarut yang digunakan oleh manusia dapat menyebabkan kematian pada ikan maupun organisme air lainnya. Lebih dari 700 bahan kimia organik sintetis ditemukan dalam jumlah relatifsedikit pada permukaan air tanah untuk diminum di Amerika, dan dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, gangguan kelahiran, dan beberapa bentuk kanker pada hewan percobaan di laboratorium. Tetapi sampai sekarang belum diketahui apa akibatnya pada orang yang mengkonsumsi air tersebut sehingga dapat menyebabkan keracunan kronis.

Sumber:
Fitrah, Hastirullah. 2018. Material Tanah Bekas Tambang Batubara & Pembenahan. Yogyakarta: Thema Publishing. Hal. 21-26.

Keyword terkait:
contoh kerusakan lingkungan perairan, penyebab kerusakan lingkungan perairan, dampak kerusakan lingkungan perairan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...