Karakteristik Pembelajaran Kontekstual Menurut Pakar

By | 23/04/2020

AsikBelajar.Com | Menurut Muslich (2007), pembelajaran dengan pendekatan kontekstual mempunyai karakteristik sebagai berikut: …151

Contextual learning

a. Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik, yaitu pembelajaran yang diarahkan pada ketercapaian keterampilan dalam konteks kehidupan nyata atau pembelajaran yang dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (learning in real life setting).

b. Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningful learning).

c. Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (learning by doing).

d. Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, dan saling mengoreksi antar teman (learning in group).

e. Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk menciptakan rasa kebersamaan, bekerja sama, dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam (learning to know each other deeply).

f. Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (leaning to ask, to inquiry, to work together).

g. Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan (learning as an enjoy activity).

Sedang Komalasari (2010) mengidentifikasi karakteristik pembelajaran kontekstual meliputi pembelajaran yang menerapkan konsep keterkaitan (relating), konsep …152

pengalaman langsung (experience), konsep aplikasi (applying), konsep kerja sama (cooperating), konsep pengaturan diri (seIf-regulating), dan konsep penilaian autentik (authentic assessment).

Berdasarkan pendapat tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang mempunyai ciri khusus dalam pelaksanaannya meliputi: learning in real life setting, meaningful learning, Ieaming by doing, learning in group, learning to know each other deeply, leaning to ask, to inquiry, to work together, dan learning as an enjoy activity dengan beredoman pada konsep keterkaitan (relating), konsep pengalaman langsung (experience), konsep aplikasi (applying), konsep kerja sama (cooperating), konsep pengaturan diri (seIf-regulating), dan konsep penilaian autentik (authentic assessment) dalam penerapannya di kelas agar siswa mampu membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik dalam Iingkungan, sekolah, masyarakat maupun warga negara. …153

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal. 151-153.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *