Kandungan Zat Gizi dalam ASI

By | 11/12/2019

AsikBelajar.Com | Air Susu Ibu (ASI) adalah anugerah dari Allah kepada para ibu ketika melahirkan untuk memenuhi kehutuhan bayinya.  Di bawah ini, artikel yang diresume dari buku pelajaran untuk kita ketahui bahwa ASI itu mengandung beberapa zat tertentu.

Secara alami, ASI mengandung zat-zat gizi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak. Zat-zat gizi tersebut, antara lain berikut ini.

a. Asam lemak esensial
ASI merupakan sumber asam lemak esensial (asam lemak yang harus dipenuhi kebutuhannya dari luar tubuh). yaitu asam linoleat dan asam alfalinolenat. Kedua asam lemak esensial ini di dalam tubuh bayi diubah menjadi DHA (asam dokosaheksanoat) dan AA (asam arakhidonat).

Perlu diketahui, lipid (lemak) di dalam ASI terutama terdapat dalam bentuk trigeliserida (98-99%). Sedangkan sisanya, sebanyak 1-2%, adalah fosfolipid dan kolesterol. Komposisi dan kandungan lipid ASI sangat bervariasi bergantung dari tahapan laktasi dan asupan diet ibu. Lipid di dalam ASI berfungsi sebagai sumber energi.

Apabila tubuh bayi mendapat DHA dalam jumlah yang mencukupi melalui ASI ibunya maka proses pembentukan otak serta pematangansel-sel saraf di dalam otaknya akan betjalan dengan baik. Semua proses itu terjadi pada waktu bayi tidur nyenyak.

Penelitian tentang hal tersebut telah dilakukan di University of Brisbane, Australia dengan memakan waktu 2 tahun dan melibatkan 3880 bayi. Hasil sementara dari penelitian ini yang dipublikasikan di United States Based Journal of Pediatrics and Child Health tahun 2001 lalu menunjukkan bahwa zat-zat gizi yang terkandung di dalam ASl membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi sehingga terhindar dari serangan penyakit-penyakit infeksi.

Dengan dentikian, proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kedekatan dan hubungan batin yang terjalin kuat antara ibu dan bayi ketika memberi ASI merangsang perkembangan kemampuan kognitif bayi. Sedangkan kadar DHA di dalam ASI yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi, memungkinkan proses plastisitas (proses pembentukan hubungan baru di antara sel-sel saraf) berjalan dengan optimal. Hal ini antara lain ditunjukkan dengan kecerdasan berbahasa yang baik serta IQ (Intelligence Quotient ) yang tinggi.

b. Protein
Komponen dasar dari protein, yakni asam amino, terutama berfungsi sebagai pembentuk struktur otak. Beberapa jenis asam amino tertentu, yaitu …2.29

taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berfungsi sebagai pengantar atau penyampai pesan (neurotrasmitter). Di dalam ASI wrkandung protein sekitar 1,2 gram per 100 ml.

c. Vitamin B Kompleks
Beberapa jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang m adalah vitamin B), vitamin B6. dan asam folat (vitamin B9). Bila kebutuhannya tidak terpenuhi maka akan timbul gangguan terhadap pertumbuhan dan fungsi otak dan sistem saraf.

d. Khalin
Senyawa ini merupakan pembentuk sejenis neurotransmitter (penyampai pesan) yang disebut asetilkolin. Kholin juga merupakan bagian dari lesitin. yaitu suatu fosfolipid yang banyak terdapat di otak sebagai pembentuk membran (dinding) sel saraf.

e. Yodium, zat besi, dan zat seng
Yodium dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroksin (sejenis hormon yang diperlukan dalam pembentukan protein yang membantu proses tumbuh kembang otak).
Zat besi dibutuhkan dalam proses pembentukan mielin. Zat besi disimpan di dalam berbagai jaringan otak selama 12 bulan penama sejak bayi lahir. Seng merupakan bagian dari sekitar 300 jenis enzim yang membantu pembelahan sel. Kekurangan zat seng di dalam otak dapat menyebabkan gangguan fungsi otak yang disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder).

Agar ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh si kecil selama masa pemberian ASI eksklusif enam bulan maka ibu harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari. Ibu perlu mengonsumsi makanan-makanan yang kaya protein. Misalnya. ikan, daging, telur, tempe, tahu. dan susu. Ibu juga perlu makan lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan.

Jika selama masa menyusui ibu tidak mendapatkan gizi yang diperlukan, persediaan zat-zat gizi dalam tubuhnya akan habis dipergunakan untuk memproduksi ASI. Akibatnya, selain kesehatan ibu terganggu, ASl-nya juga tidak akan cukup banyak. Kualitas ASl-nya pun tidak akan cukup baik, dan jangka waktu ibu untuk menu reduksi ASI pun menjadi relatif singkat. …2.30

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangnn Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal.2.29-2.30.

Posting by: Raysha Amallia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *