Jenis Bermain dalam Mengembangkan Kognitif AUD

By | April 8, 2022

AsikBelajar.Com | Aktivitas bermain ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Keterlibatan kognitif dalam kegiatan bermain ini bergerak dari pelibatan kemampuan kognitif secara sederhana kepada kemampuan kognitif yang lebih tinggi. Adapun jenis-jenis bermain tersebut ialah:

a) Bermain kosntruktif: sejalan dengan perkembangan kognitifnya, anak melakukan permainan konstruktif. Kegaitan bermain diantaranya dilakukan anak dengan jalan menyusun balok-balok kecil menjadi suatu bangunan, seperti rumah, menara dan sebagainya. Di samping itu, dalam kegiatan bermain ini, anak melatih gerakan motorik halus. Hal ini terlihat pada waktu ia menggunakan jari-jarinya untuk menyusun balok-balok agar tidak jatuh. Pada waktu yang bersamaan, anak juga mengoperasikan kemampuan kognitifnya untuk memikirkan agar baloknya tidak jatuh dan memilih balok-balok yang tepat untuk dijadikan bangunan seperti yang diinginkannya. Aktivitas bermain ini terutama dilakukan oleh anak-anak usia 3-5 tahun,

b) Bermain untuk pengembangan kemampuan dasar IPA yaitu Jenis bermain ini ditujukan untuk mengembangkan kemampuan dasar IPA di Taman Kanak-kanak. Oleh sebab itu, permainan ini syarat dengan kegiatan yang berkaitan dengan #89

aktivitas kognitif. Misalnya kegiatan dalam melakukan pengamatan, penyelidikan, kegiatan dalam mendapatkan penemuan dan mengklasifikasi objek dan peristiwa yang berkaitan dengan IPA,

c) Bermain matematika, yaitu Seperti permainan yang dilakukan dalam bermain IPA, permainan matematika juga salah satu bentuk permainan yang melibatkan aktivitas kognitif dari tingkat sederhana ketingkat yang lebih kompleks seperti menyebutkan angka, mencocokkan angka dengan jumlah benda yang sesuai dengan angka yang dimaksud, dan lain-lain,

d) Bermain untuk pengembangan kemampuan kognitif, kemampuan bahasa dan psikososial yaitu bermaindramamerupakanrefleksidaripengembangan kemampuan kognitif anak usia Taman Kanak-kanak yang ditekankan dalam imajinasi atau fantasi. Seiring dengan hal tersebut, bermain drama merupakan sarana yang dapat digunakan bagi pengembangan kemampuan bahsa dann komunikasi, serta kemampuan psikososial atau perilaku anak tersebut. selanjutnya aktivitas dalam bermain drama ini sangat berguna dalam pengembangan kreativitas anak. Dalam bermain drama, anak aktif bercakap-cakap tentang hal yang berkaitan dengan drama yang dimainkannya, aktivitas ini bermanfaat bagi pengembangan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

e) Bermain sebagai latihan koordinasi gerakan motorik yaitu bermain sebagai latihan untuk meningkatkan keterampilan dalam mengkoordinasikan gerakan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus, disebut bermain sebagai sarana latihan. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas anak yang melakukan gerakan motorik secara berulang-ulang, seprti berlari, memanjat, naik sepeda dan lain-lain.

Walaupun kegiatan bermain ini lebih ditekankan padapengembangan koordinasi gerakan motorik, akan tetapi kegiatan bermain ini secara bersamaan juga mengembangkan kemampuan kognitif anak. Keterkaitan antara gerak motorik dengn kativitas kognitif dapat dilihat pada waktu anak memperkirakan apakah pohon yang akan dipanjat tinggi atau tidak tinggi. Kegiatan ini membantu anak untuk memperkirakan batas kemampuannya untuk memanjat pohon itu. Kegiatan kognitf ini dapat juga dilihat pada waktu anak belajar mengenderai sepeda. Misalnya, pada waktu anak melakukan perkiraan bagaimana agar tidak jatuh dari sepedanya. Dalam kegiatan bermian sepeda ini, berlangsung penggabungan #90

antara meningkatkan kemampuan koordinasi motorik dan kegiatan kognitif yang digunakan untuk memperkirakan atau menghindarkan diri agar tidak jatuh dari sepeda. Aktivitas bermain sebagai latihan dilakukan oleh anak yang berusia 3-5 tahun.

f) Bermain formal yaitu bermain formal dilakukan anak pada waktu ia melakukan permainan yang bersifat pertandingan atau perlombaan. Kegiatan bermain ini telah memiliki aturan, struktur, dan tujuan. Misalnya, bermain untuk menang. Seperti yang terjadi pada waktu anak bermain kelereng, sepak bola dan lain- lain. Anak Taman Kanak-kanak sudah dapat melakukan aktivitas bermain ini walaupun pada tahap permulaan. (Jamaris, 2006: 119-122) #91

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 89-91.

Keyword terkait:
pengembangan kognitif anak usia dini khadijah; pengembangan kognitif anak usia dini melalui metode bermain; pengembangan kognitif anak usia dini pdf; pengembangan kognitif anak usia dini adalah; perkembangan kognitif anak usia dini menurut para ahli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *