Implikasi Teori Piaget Dalam Pendidikan Anak Usia Dini

By | 20/10/2020

AsikBelajar.Com | Di akhir karirnya, Piaget (1971, 1976) menulis tentang pendidikan, menawarkan beberapa saran perubahan yang menarik perhatian pendidik dan mempunyai dampak yang besar dalam kurikulum prasekolah dan tingkat-tingkat awal sekolah (Gallagher & Easley, I978; Ginsburg & Opper, 1988), yaitu sebagai berikut.

Sesuaikan pendidikan dengan kesiapan anak untuk belajar. Pengalaman belajar yang sesuai membangun skema yang ada. Piaget menekankan bahwa anak lebih diuntungkan dari pengalaman pendidikan yang tidak terlalu sulit yang menarik keingintahuannya, menantang pemahamannya saat ini, dan mendorongnya untuk mengevaluasi apa yang telah diketahuinya. Jika pengalaman belajar terlalu rumit, anak tidak dapat memahaminya, dan tidak ada peristiwa belajar baru yang muncul.

Sensitiflah terhadap perbedaan individual. Karena anak berbeda dalam rentangan perkembangan intelektualnya, mereka tidak semua siap untuk belajar pelajaran yang persis sama. Dalam kurikulum yang didasarkan pada teori Piaget, perbedaan individual ini diterima oleh guru, yang lebih merencanakan kepada kegiatan untuk anak secara individu atau kelompok kecil, dari pada untuk seluruh kelas (Ginsburg & Opper, I988).

Laksanakan pendidikan berdasarkan penemuan. Piaget mengritik program pendidikan tradisional yang sangat mengandalkan pada bentuk pembelajaran verbal yang pasif. Dia percaya bahwa anak secara alami memiliki jiwa yang ingin tahu yang belajar secara maksimal jika mereka #5.29

melakukan secara langsung di lingkungan mereka, mencari obyek dan terlibat dalam situasi yang memungkinkan mereka membangun pengetahuan baru bagi mereka.

Berdasarkan prinsip-prinsip ini, Piaget menyarankan agar pendidik menghindari ceramah atau membuat anak pasif. Dia berargumentasi bahwa anak harus didorong untuk menjelajahi macam-macam perlengkapan pendidikan, misalnya buku cerita, seni dan kerajinan tangan, puzzle atau permainan, yang memungkinkannya belajar sambil melakukan. Menurut Piaget, anak harus dapat melakukan percobaan dan penelitian mereka sendiri. Guru/pendidik dapat membimbing mereka dengan menyediakan bahan-bahan yang sesuai, tetapi hal yang paling mendasar adalah dalam rangka agar anak memahami sesuatu, anak harus membangunnya sendiri, ia harus menemukannya (Piaget, 1972). Piaget juga menekankan bahwa pelajaran formal dapat disusun dengan cara belajar aktif. Sebagai contoh, dia percaya bahwa operasi aritmetika dasar dapat diilustrasikan secara maksimal dengan cara anak bermain kancing dan melakukan penjumlahan dan pengurangan dari pada memperlihatkan kepada mereka operasi aritmetika di papan tulis. Dengan kata lain, Piaget menekankan bahwa pekerjaan guru/pendidik tidak hanya melakukan pengiriman fakta dan konsep atau secara aktif mendorong jawaban yang benar, tetapi juga menyediakan mangan, bahan dan petunjuk yang memungkinkan anak yang ingin tahu mengalami kepuasan yang timbul dari dalam dirinya dengan menemukan pengetahuan untuk diri mereka sendiri. Piaget melihat pendidikan ”berdasarkan penemuan” sebagai sesuatu yang penting sebab dia percaya bahwa prinsip utama pendidikan adalah menciptakan seseorang yang dapat melakukan sesuatu yang baru (tidak sekadar mengulangi apa yang telah dilakukan generasi sebelumnya), yaitu orang-orang yang kreatif, pemula, dan penemu (Piaget dalam Elkind, 1977). #5.30

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 5.29-5.30.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *