Implementasi Pendidikan Seni Anak Usia Dini

By | January 19, 2023

AsikBelajar.Com | Pelaksanaan pendidikan seni di PAUD/TK adalah merupakan proses belajar yang dilakukan anak dengan #97

mendapatkan pengalaman baru. Pengalaman yang diperoleh anak ketika melakukan kegiatan seni memperoleh pengetahuan sebagai hasil pengalaman lansung dari kegiatan tersebut tersebut. Sementara pekembangan dewasa ini, masyarakat telah merasakan akan pentingnya suatu pendidikan di PAUD dalam membantu perkembangan seluruh aspek kepribadian anak. Menurut kami anak -anak yang mendapatkan pendidikan di PAUD tidak sama halnya dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan di PAUD. Karena kebanyakan anak yang memperoleh pendidikan di PAUD lebih mudah menerima pendidikan lebih lanjut ketimbang anak yang tidak memperoleh pendidikan di PAUD. PAUD sangatlah penting bagi anak, proses belajar mengajarnya menggunakan media.

Implementasi media pembelajaran terhadap pengembangan seni di PAUD bagi guru yaitu guru dapat menerapkan media seni di dalam proses pembelajaran di kelas, karena setiap proses pembelajaran di kelas setiap hari menggunakan media. Baik itu media visual maupun media audio visual. Maka untuk menerapkan seni disetiap pemebalajaran dapat dilakukan dengan mengunakan dan menerapkan seni tersebut yaitu:

1. Boneka jari
Boneka jari ini adalah sebuah media pembelajaran dari pengembangan seni, media ini digunakan oleh guru pada saat proses belajar mengajar di dalam kelas. Media ini dapat menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak. Melalui media ini anak akan dapat menggunakan jarinya untuk bermain boneka.#98

2. Mencetak
Prinsip mencetak adalah memindahkan gamabar ke atas kertas atau media lain dengan menggunakan acuan cetak yang terbuat dari berbagai jenis bahan misalnya: mencetak dengan anggota tubuh, mencetak dengan bahan alam dan mencetak dengan benda-benda temuan.
a. Mencetak dengan anggota tubuh Mencetak dengan anggota tubuh dapat dilakukan dengan menggunakan jari, telapak tangan, dan kaki.
b. Mencetak dengan alam Mencetak dengan bahan ini dapat dikelompokan atas tiga yaitu: 1) cetak asli, yaitu cetakan yang dipergunakan asli yang terdapat di alam seperti daun, ranting, buah dan sebagainya. 2) cetak irisan, yaitu cetakan yang dibuat dari bahan alam tapi sudah dilakukan pemotongan atau diiris seperti: pelepah pisang, batang talas, buah belimbing dan sebagainya. 3) cetak stempel yaitu cetakan dibuat dengan membuat stenpel dari bahan alam seperti wortel, #99

kentang, ketela rambat dan sebagainya. Namun untuk anak usia dini yang lazim digunakan adalah cetak asli
c. Mencetak dengan benda-benda disekitar Mencetak dengan benda-benda disekitar maksudnya adalah mencetak dengan benda-benda yang ada disekitar anak seperti, tutup botol. Pandat botol, pantat gelas, sendok dan sebagainya. #100

3. Clay
Clay adalah media seni yang dibuat oleh guru untuk mengembangkan aspek seni dan motorik halus yang dimiliki anak. Dalam motorik halus anak dapat membentuk berbagai macam bentuk yang telah dicontohkan oleh guru atau anak sendiri yang membentuk dengan imajinasinya sendiri dan aspek seninya anak bisa menggabungkan warna yang sesuai. Clay dapat dibuat dengan bahan-bahan dan cara cara tertentu. #101

Bahan:
Tepung Terigu 70 gr, Tepung Beras 70 gr, Tepung Tapioka 70 gr, Lem putih 800gr, dan Pewarna Makanan.

Alat: Baskom

Cara Membuat:
1. Campurkan semua tepung sesuai dengan takaran ke dalam baskom.
2. Setelah itu campurkan lem putih sampai adonan tepung sampai halus.
3. Adonan clay siap diberi warna yang diinginkan.
4. Adonan clay siap untuk digunakan

Cara mengunakannya:
1. Sebelum memperlihatkan contoh kepada anak, guru terlebih dahulu memberikan adonan clay yang warnanya berbeda setiap masing-masing anak.
2. Selanjutnya guru memberikan aturan dalam kegiatan. #102
3. Setelah itu guru memberi perintah untuk membentuk kelompok yang adonan clay yang berbeda warnanya.
4. Guru menyuruh anak untuk saling berbagi adonana clay yang berbeda, jadi setiap anak mempunyai semua warna.
5. Guru memperlihatkan contoh clay yang sudah jadi.
6. Selanjutnya guru menyuruh anak membuat apa yang telah diperlihatkan Oleh guru

4. Krincing
Krincing adalah alat musik yang digunakan untuk mengembangkan aspek seni yaitu anak bisa mengiringi alat musik dengan lagu. Di dalam media ini anak dapat menggunakan alat musik sederhana

Nama Media : Alat musik dari tutup botol Sasaran : Kelompok usia 5-6 tahun #103

Kemampuan yang dikembangkan :
1. Nilai Agama dan Moral: Mengucapkan doa sebelum dan/sesudah melakukan sesuatu. Membiasakan diri berperilaku baik.
2. Fisik-motorik: Memanfaatkan alat permainan di luar kelas. Mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media.
3. Kognitif: Mengenal benda-benda berdasarkan fungsi (pisau untuk memotong, pensil untuk menulis).
4. Bahasa: Mengerti dua perintah yang diberikan bersamaan. Menyatakan alasan terhadap sesuatu yang diinginkan atau ketidaksetujuan. Mengetahui konsep banyak sedikit.
5. Sosial-emosional: Menunjukkan sikap mandiri dalam memilih kegiatan. Memiliki sikap gigih. Menaati aturan yang berlaku dalam suatu permainan.
6. Seni: Memainkan alat musik/instrumen/benda yang dapat membentuk irama yang teratur. Bernyanyi sendiri.

Bahan :Tutup botol limun, Paku, Kayu, dan Cat. Alat : Palu, Pisau, dan Kuas.

Cara Membuat:
1. Sediakan kayu sepanjang 25 cm.
2. Amplas kayu sampai ia halus agar aman untuk digunakan.
3. Buatlah gagang untuk pegangan
4. Tutup botol yang telah dilobangi dimasukkan ke dalam paku kemudian pakukan ke kayu. #104
5. Lakukan sebanyak 3 kali dengan memberi jarak antara satu dengan yang lainnya.
6. Kemudian cat hingga merata agar terlihat menarik.

Cara Menggunakan:
1. Pertama-tama guru menceritakan tentang alat musik yang telah dibuat.
2. Kemudian guru menunjukkan alat musik tersebut.
3. Lalu guru mengajak anak untuk memainkan alat musik secara bergantian dan bernyanyi.
4. Bagi anak yang tertib dan bagus cara memainkan serta menyanyikan diberikan reward oleh guru berupa bintang yang terbuat dari kertas.#105

Sumber:
Guslinda , Kurnia, R. (2018). Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Surabaya: CV. Jakad Publishing Surabaya 2018. Hal. 97-105.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *