Hakikat Otak Anak Usia Dini

By | 10/03/2021

AsikBelajar.Com | Dalam artikel ini membahas tentang 1) Daerah dan Sel Otak, 2) Fungsi Otak AUD, dengan uraian sebagai berikut:

1. Daerah dan Sel Otak
Otak merupakan bagian yang sangat fundamental di dalam proses berfikir manusia, baik dalam memahami sesuatu maupun untuk mendapatkan pengetahuan baru. Selain itu, otak merupakan pusat berfikir, perilaku dan emosi manusia yang mencerminkan seluruh dirinya (selfhood), kebudayaan, kejiwaan, serta bahasa dan ingatan. Selanjutnya Descartes (dalam Semiawan, 1997:50) mengemukakan bahwa otak sebagai pusat kesadaran orang (ibarat saisnya), sedangkan badan manusia merupakan kudanya. Oleh karena itu, dalam per- kembangannya harus diberikan stimulasi dengan baik, agar berkembang dengan optimal dalam menjalankan fungsinya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Tanner dan Santrock (2007:43) bahwa jumlah dan ukuran saraf otak terus bertambah setidaknya sampai usia remaja. Beberapa penambahan ukuran otak juga disebabkan oleh myelination, sebuah proses dimana banyak sel otak dan sistem syaraf diselimuti oleh lapisan-lapisan sel lemak yang bersekat-sekat. Ini menambah kecepatan arus informasi di dalam sistem syaraf. Myelination dalam daerah otak yang berhubungan dengan korrdinasi mata, tangan belum lengkap sampai usia empat tahun. Myelination dalam area otak yang penting #13

dalam memfokuskan perhatian belum lengkap sampai akhir usia sekolah dasar. Bagi pengajaran, hal ini berimplikasi bahwa anak-anak di usia balita akan sulit memfokuskan perhatian dan mempertahankan perhatian dalam jangka waktu yang lama, tetapi perhatian mereka akan semangkin kuat saat mereka memasuki usia sekolah sadar. Bahkan di sekolah dasar dan selanjutnya, banyak pendidik percaya bahwa jam istirahat akan membantu menjaga energi dan motivasi anak untuk belajar.

Aspek penting lain dari perkembangan otak di tingkat sel adalah peningkatan dramatis dalam koneksi antara neuron (sel-sel syaraf) (Ramey dan Ramey dalam Santrock, 2007:43). Synapse adalah gap (jarak) tipis antar neuron tempat terbentuknya koneksi antar neuron. Para peneliti telah menemukan aspek yang menarik dari koneksi synaptic ini. Koneksi yang dibentuk dua kali lebih banyak ketimbang koneksi yang dipakai (Huttenlocher, dkk dalam Santrock, 2007:43) koneksi yang digunakan akan menguat sedangkan yang tidak dimanfaatkan akan digantikan oleh koneksi lain atau akan lenyap. Artinya dalam bahasa neuroscience (ilmu saraf), koneksi-koneksi yang tidak digunakan ini akan dipangkas dalam area korteks visual (penglihatan), auditory (pendengaran), dan prefrontal (penalaran, pengaturan diri) di dalam otak. Area-area ini sangat penting bagi pelaksanaan fungsi kognitif lanjutan. Seperti proses belajar, memori, dan penalaran. Perhatikan bahwa dalam korteks prefrontal (dimana pemikiran tingkat tinggi dan pengaturan diri berlangsung) puncak kelebihan produksi terjadi pada usia sekitar satu tahun. Perhatikan pula bahwa kepadatan (density) synapse tercapai pada periode middle sampai late adolescence.

Dalam studi terbaru yang menggunakan teknik pemindaian (scanning) otak yang canggih, otak anak-anak tampak mengalami perubahan anatomis yang substansial antara usia tiga sampai lima belas tahun (Thomson, dkk, dalam Santrock, 2007:44). Dengan berkali-kali melakukan scan otak dari anak yang sama sampai usia empat tahun, ditemukan bahwa otak anak mengalami dorongan pertumbuhan yang cepat dan jelas. Jumlah material otak dalam dalam beberapa area bisa bertambah hampir dua kali lipat dalam setahun, dan diikuti dengan pelenyapan jaringan ketika sel-sel yang tak dibutuhkan dilenyapkan dan otak terus #14

merorganisasi dirinya sendiri. Dalam studi ini ukuran otak tidak berubah dari usia tiga sampai lima belas tahun, ditemukan bahwa otak anak mengalami dorongan pertumbuhan yang cepat dan jelas. Jumlah material otak dalam beberapa area bisa bertambah hampir dua kali lipat dalam setahun, dan diikuti dengan pelenyapan jaringan ketika sel-sel yang tak dibutuhkan dilenyapkan dan otak terus mereorganisasi dirinya sendiri. Dalam studi ini ukuran keseluruhan otak tidak berubah dari usia tiga sampai lima belas tahun. Akan tetapi pertumbuhan cepat dalam cuping frontal (frontal lobes), khususnya yang berhubungan dengan perhatian, terjadi sejak usia tiga sampai enam tahun.

2. Fungsi Otak AUD
Otak merupakan karunia Tuhan yang diberikan kepada setiap makhluknya, dimana secara genetis struktur otak telah terbentuk sejak lahir, tetapi berfungsinya otak itu sangat ditentukan oleh caranya lingkungan berinteraksi dengan anak manusia. Jika kita berbicara mengenai fungsi otak itu sendiri, maka sungguh istimewanya manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan Tuhan yaitu hewan, sehingga memiliki derajat yang lebih tinggi dari hewan sebab dikaruniakan akal. Dengan menggunakan fungsi otak itulah akhirnya semua aktivitas manusia dapat dikendalikannya dengan baik, dan dengan otak itu pula manusia dapat mengenal dan memahami semua gejala alam di dunia ini. Kemudian, Gazzaniga, Ivry (dalam Santrock, 2007:45) mengungkapkan bahwa di dalam individu dengan otak yang utuh, ada spesialisasi fungsi di beberapa area, yaitu:
a) Pemrosesan verbal. Riset paling ekstensif terhadap dua belahan otak adalah pada aspek bahasa. Dalam kebanyakan individu, ucapan dan tata bahasa berada di belahan kiri otak. Akan tetapi, ini bukan berarti bahwa semua pemrosesan bahasa dilakukan di belahan kiri. Misalnya pemahaman aspek bahasa seperti penggunaan bahasa yang tepat dalam konteks yang berbeda-beda. Metafora, dan humor, juga melibatkan belahan otak kanan.
b) Pemrosesan non verbal. Belahan kanan biasanya lebih dominan dalam pemrosesan informasi non verbal. Seperti persepsi ruang #15

(spasial), pengenalan visual, dan emosi. Misalnya bagi kebanyakan orang, belahan otak kanan bekerja terutama saat mereka memproses informasi tentang wajah seseorang (O’Toole Santrock, 2007:45). Otak belahan kanan mungkin juga aktif saat orang mengekspresikan emosi dan saat mereka mengenali emosi orang lain. (Heller, dkk, dalam Santrock, 2007:45). Selanjutnya di dalam penelitian Semples (dalam Semiawan, 1997:50) menerangkan bahwa bila proses dan fungsi otak belahan otak kanan tertingkatkan, harga diri seseorang meningkat, berbagai keterampilan kerja seseorangpun bertambah dan peserta didik memperlihatkan kecenderungan menjelajahi materi berbagai bidang dengan lebih mendalam dan lebih tekun.

Dengan demikian, perbedaan fungsi antara bagian otak kanan dan bagian otak kiri inilah, menyebabkan timbulnya paradigma pada banyak orang mengenai penggunaan istilah otak kiri dan otak kanan untuk menyebut belahan mana yang lebih dominan. Sayangnya hal ini terlalu dilebih-lebihkan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Knectt, dkk (dalam Santrock, 2007:45) bahwa di dalam fungsi kompleks seperti pemikiran logis dan kreatif dalam diri orang normal melibatkan komunikasi antara kedua belahan otak tersebut, ilmuan yang mempelajari otak biasanya sangat berhati-hati dengan istilah otak kiri atau otak kanan karena otak jauh lebih kompleks ketimbang yang ditunjukkan oleh istilah-istilah tersebut. Jadi, bahasa yang melebih-lebihkan tentang spesialisasi belahan otak dengan mengatakan otak kiri bersifat logis dan otak kanan bersifat kreatif nampaknya agak kurang tepat.

Selanjutnya terdapat dua model fungsi otak yang populer saat ini dan diyakini akan membantu kita memahami fungsi-fungsinya, yaitu:

a) Otak dua sisi
Dalam dua warsa terakhir para ahli syaraf atau sering disebut pakar fisiologi yang dimotori para peneliti kesohor dunia seperti Joseph Bogen, Michael Gazzaniga, David Galin dan Robert Ornstein telah mempelopori penelitian tentang fungsi otak. Diantara peneliti kesohor dunia tersebut diantaranya adalah Roger Sperry yang pada tahun 1981 berhasil memperoleh #16

hadiah nobel atas penelitiannya. Berdasarkan hasil penelitiannya, para ahli ini berkesimpulan bahwa antara otak kiri (korteks kiri) dan otak kanan (korteks kanan) terdapat pembagian tugas atau kerja.

Pembagian tugas masing-masing belahan otak (korteks) tersebut, bagian kiri mempunyai tugas dalam pemrosesan rasional, logis, linier, sekuensial dan berurutan waktu. Sedangkan otak bagian kanan pada sebagian besar orang mempunyai fungsi analogis, metaforis, holistis, visual-spasial dan sintetis. Dominan penggunaan otak manusia itu terungkap melalui berbagai cara, terutama dalam gaya belajar, penyelesaian masalah, dan bahkan sampai gaya hidup. Namun penelitian membuktikan juga bahwa kedua belahan itu ternyata berfungsi dengan cara saling melengkapi. Artinya orang yang dominan otak bagain kiri dengan mengandalkan perasaan rasionalitasnya juga tidak meninggalkan sama sekali peran otak bagian kanan. Demikian juga sebaliknya yang dominan dengan penggunaan otak bagian kanan juga tetap menggunakan fungsi otak bagian kiri. (Suratno, 2005:51)

Baik kenyataan dalam dunia sekolah maupun dalam keluarga, pengembangan fungsi otak lebih berat pada otak bagian kiri. Artinya baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga juga masyarakat lebih mengarahkan perkembangan fungsi otak anak kepada hal-hal yang bersifat rasional, logis, linier, dan keberurutan waktu. Bentuk penekanan oleh guru, orang tua, dan keluarga atau lingkungan itu, seperti penekanan pengasuhan anak yang lebih berorientasi kepada kesuksesan dalam belajar di sekolah. Sedangkan bentuk penekanan di sekolah seperti orientasi pembelajaran yang mengarah kepada penyelesaian soal dengan hanya satu jawaban benar seperti yang dikehendaki guru. Maka anak itu dinilai sebagai anak yang berbakat. (Suratno, 2005:56). Padahal di dalam berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak itu, maka fenomena yang disebut kreativitas itu dikaitkan dengan fungsi dasar manusia, yaitu berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic functions thinking, feelings, sensing and intuiting. (Jung dalam Semiawan, 1997:50). Selanjutnya Clark (Semiawan, 1997:50-51) muncul dengan suatu konsep kreativitas sebagai ekspresi tertinggi keberbakatan dan yang bersifat terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar #17

manusia, konsep tersebut mencakup kondisi berfikir rasional yang sifatnya terukurkan dan dapat dikembangkan melalui berbagai latihan secara sadar dan dirancang. Penginderaan adalah kondisi talen dalam menciptakan produk baru dan menuntut pengembangan baik mental maupun fisik, ataupun keterampilan tinggi dalam bidang tertentu. Rasa adalah kondisi emosional yang dilepaskan dari penciptanya untuk diteruskan kepada konsumen dan menghasilkan respons emosional. Kondisi intuisi adalah kesadaran tertinggi yang secara paradoksal digali dari alam bawah sadar dan bukan dari rasio sadar, serta dikembangkan untuk mencapai pencerahan. Lebih lanjut Gowan (dalam Semiawan, 1997:63-64) mengungkapkan lebih lanjut bahwa tiga tingkat kreativitas sebagai kemampuan umum anak berbakat, yaitu: tingkat I: ditandai dengan fungsi-fungsi divergen yang mencakup ciri-ciri originalitas, kelancaran, keluwesan, perluasan. Kognisi dan ingatan, sedangkan segi afektif ditandai oleh rasa ingin tahu, kemauan untuk memberi respons, berani mengambil resiko, peka terhadap masalah, toleransi terhadap makna ganda dan percaya diri. Tingkat II: ditandai oleh berfikir kompleks, demikian proses afektif yang memiliki ciri keterbukaan terhadap perasaan kompleks dan perkembangan nilai, ada rasa aman dalam arti psikologis yang dihayati seseorang pada tingkat ini; juga kehidupan khayal tinggi, pada segi kognitif kehidupan ini ditandai oleh kemampuan analisis aplikasi, sintesis, evaluasi, keterampilan metodologi dan riset, transformasi serta terampil membuat kiasan dan analogi. Tingkat III: ditandai oleh internalisasi nilai, komitmen pada hidup produktif, dan aktualisasi diri dalam kehidupan afektif, sementara itu dalam kehidupan kognitif ciri-ciri itu ditandai oleh inkuiri bebas, penggarahhan diri dan manajemen sumber yang dimilikinya, serta pengembangan karya.

b) Otak triune: model vertikal
Otak ternyata tetap merupakan satu hal yang misterius yang selalu membingungkan para ahli syaraf dan para peneliti otak, apalagi masyarakat awam. Oleh karena itu, terdapat pandangan yang beragam tentang otak. Pandangan tentang fungsi otak tidak hanya model otak kiri dan kanan yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda #18

sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya. Pandangan itu seperti model otak toga lapis atau yang sering juga disebut model vertikal.

Model otak triune berbentuk vertikal yang strukturnya dari bawah ke atas, bagian paling bawah disebut batang otak, bagian tengah cuping limbik dan bagian atas disebut neokorteks. Penelitian eksperimental telah membuktikan bahwa batang otak memiliki kemampuan seperti yang dimiliki oleh reptile yaitu berkaitan dengan kemampuan untuk berburu, membuat sarang, kawi, membangun daerah kekuasaaan, dan menjaga diri. Kemampuan itu sama dengan yang dimiliki oleh reptil untuk melindungi dan mempertahankan diri. Meskipun penyebutan ini terkesan merendahkan martabat manusia, tetapi tanpa semua pengetahuan itu kita mungkin tidak ada dimuka bumi ini. Pada manusia cara-cara pengetahun ini dapat diorkestrasikan menjadi fungsi-fungsi yang lebih kompleks yaitu fungsi yang terpenting dalam mewujudkan apa yang disebut Maslow sebagai aktualisasi diri.

Lapisan tengah kemunculannya bersamaan dengan evolusi sesuatu yang kemudian disebut paleomamalia. Di dalam otak bagian tengah ini terdapat struktur yang luar biasa indahnya yang disebut sistem limbik bagian ini erat kaitannya dengan emosi dan ingatan khusus. Sedangkan lapisan paling atas menurut model triune disebut korteks baru atau juga korteks mamalia. Bagian in terbagi dari dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan seperti yang dijelaskan sebelumya. (Suratno, 2005:54). #19

Sumber:
Khadijah, 2016. Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing. Hal. 13 – 19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *