Hadiah Sebagai Bentuk Motivasi Belajar Anak Didik

AsikBelajar.Com | Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan/cenderamata. Hadiah yang diberikan kepada orang lain bisa berupa apa saja, tergantung dari keinginan pemberi. Atau bisa juga disesuaikan dengan prestasi yang dicapai oleh seseorang. Penerima hadiah tidak tergantung dari jabatan, profesi, dan usia seseorang. Semua orang berhak menerima hadiah dari seseorang dengan motif-motif tertentu.

Bentuk motivasi belajar

Hadiah sering dipermasalahkan bila seseorang ingin memberikan sebuah cenderamata kepada kerabat, adik, kakak, sahabat, kekasih sebagai kenang-kenangan berupa materi dalam berbagai jenis dan bentuknya. Kegiatan itu biasanya berlangsung bila ada di antara orang tertentu yang ingin memberikan hadiah kepada orang yang akan melaksanakan hari ulang tahun, orang yang akan melaksanakan perkawinan dan sebagainya.

Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, ranking satu, dua atau tiga dari anak didik lainnya. Dalam pendidikan modern, anak didik yang berprestasi tertinggi memperoleh predikat sebagai anak didik teladan dan untuk perguruan tinggi/ universitas disebut sebagai mahasiswa teladan. Sebagai penghargaan atas prestasi mereka dalam belajar, uang beasiswa Supersemar pun mereka terima setiap bulan dengan jumlah dan jangka waktu yang ditentukan. Hadiah berupa uang beasiswa Supersemar diberikan adalah untuk memotivasi anak didik/mahasiswa agar senantiasa mempertahankan prestasi belajar selama berstudi. Kepentingan lainnya adalah untuk membantu anak-anak atau mahasiswa yang berprestasi dalam segala hal, tetapi termasuk kelompok anak dengan latar belakang ekonomi orang tua mereka yang lemah sehingga bila tidak dibantu berupa uang beasiswa Supersemar, studi mereka akan kandas di tengah perjalanan atau gagal sama sekali. …126

Pemberian hadiah bisa juga diberikan bukan berbentuk beasiswa Supersemar, tetapi berbentuk lain seperti berupa buku-buku tulis, pensil, bolpoin, dan buku-buku bacaan lainnya yang dikumpulkan dalam sebuah kotak terbungkus dengan rapi. Pemberian hadiah seperti itu dapat dilakukan pada setiap kenaikan kelas. Dengan cara itu anak didik akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah mereka capai. Dan tidak menutup kemungkinan akan mendorong anak didik lainnya untuk ikut berkompetisi dalam belajar. Hal ini merupakan gejala yang baik dan harus disediakan lingkungan yang kreatif bagi anak didik. Pemberian hadiah yang sederhana ini perlu digalakkan karena relatif murah dan dirasakan cukup efektif untuk memotivasi anak didik dalam kompetisi belajar. Jangan menunggu hadiah yang muluk-muluk dan mahal dengan maksud membanggakan diri sendiri. …127

Sumber:
Djamarah, Syaiful Bahri, 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hal.126-127.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *