Guru: Jadilah Umar Bakrie Milenial

AsikBelajar.Com | Guru adalah salah satu profesi di dunia ini seperti juga profesi lainnya seperti dokter, pilot, pengacara, bisnisman dan lain sebagainya. Tapi kenapa guru (terutama di Indonesia) identik dengan profil “Si Umar Bakrie” yang dideskripsikan dengan seorang yang berpenampilan bersepeda kumbang, berkaca mata, berpakaian baju safari, mempunyai tas kerja butut, humble, sayang dengan muridnya, teladan yang baik, jujur. Adakah yang salah? Tidak. Tapi kenapa kita terlanjur membedakan profesi GURU dengan profesi lain dari segi image? Kenapa seorang pilot dan dokter lebih kren dari seorang guru?
Guru
Sementara di Jepang habis perang dunia II, saat Jepang luluh lantak di bom Sekutu (baca: Amerika dkk) untuk membangun negaranya yang hancur, Jepang langsung memprioritaskan profesi GURU untuk dapat bangkit dari kehancuran.

Kesalahan Cara Pandang di Masa Lalu:
1. Masuk Fakultas Keguruan adalah pilihan terakhir dan tidak merasa bangga menjadi guru.
2. Menjadi guru memiliki penghasilan yang pas-pasan.
3. Orang-orang pintar tidak merasa terpanggil untuk menjadi guru.
4. Kebijakan pemerintah yang sangat terlambat dalam memberi insentif pada profesi guru.
5. Sistem rekruitment yang tidak mewajibkan guru orang yang terbaik.
6. Dan sebagainya.

Seharusnya:
1. Rekruitment Calon Guru adalah orang-orang terbaik di bidangnya dengan diberi bekal bidang keguruan.
2. Pemberian insentif yang layak dan seajar dengan profesi lainnya sesuai golongan dan kepangkatan.
3. Seleksi yang ketat, sehingga profesi guru benar-benar menjadikan manusia yang tangguh dan bisa diandalkan sebagai profesi pembangun bangsa Indonesia.

Ada rasa senang dan sangat bahagia dengan pidato Nadiem Anwar Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Hari Guru Nasional 2019 yang sangat saya suka. Pesan sang menteri untuk para guru di Indonesia:

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.
– Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
– Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas
– Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
– Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
– Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Pa menteri Nadiem Anwar Makarim sepertinya sudah melihat dan memahami apa yang dialami para guru di lapangan. Ini dapat dipahami dari pidatonya yang berbunyi:
…………….
Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.
……….

Penulis berharap, pa Nadien “Gojek” Anwar Makarim dapat memberikan angin segar dan merubah wajah guru Indonesia menjadi UMAR BAKRIE MILLENIAL yang mempunyai kemampuan global. Selamat hari guru Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *