Ego-Involvement sebagai Bentuk Motivasi Belajar

AsikBelajar.Com | Menumbuhkan kesadaran kepada anak didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan dan harga diri. Begitu juga dengah anak didik sebagai subjek belajar. Anak didik akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya.

Bentuk motivasi belajar

Sebagai makhluk yang berakal, anak didik pasti menjaga harga dirinya. Dia rela mempertaruhkan harga dirinya bila dicemooh, diejek, atau dihina. Meski hasil pekerjaan karena ketidakjujuran, tetapi anak didik tidak mau dikatakan sebagai anak didik yang suka ”nyontek”. Gelar ini menyudutkan anak didik. Harga dirinya dipermalukan di depan kawan-kawannya. Usaha nyontek yang dilakukan anak didik selain menutupi ketidakberdayaannya atau kelengahannya dalam menyelesaikan tugas, juga sebagai langkah mengamankan diri dari sanksi yang dijanjikan guru atau untuk menutupi harga diri dari rasa malu. Kejahiliyahan yang dilakukan oleh anak didik itu disebabkan pada dirinya belum tumbuh kesadaran akan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan yang baik, sehingga tidak mau bekerja keras dengan mempertaruhkan harga dirinya demi keberhasilan belajar. Perilaku anak didik yang demikian memang harus dihilangkan dengan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dan kreatif. Lingkungan kelas dengan suasana belajar yang jujur sangat mendukung lahirnya sikap beiajar yang positif bagi anak didik. Tidak ada celah bagi anak didik untuk berbuat tidak jujur.

Sumber:
Djamarah, Syaiful Bahri, 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.Hal.128.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *