Distribusi Frekuensi: Pengantar, Variabel & Pengertian

AsikBelajar.Com | Artikel ini diambil dari buku Prof. Abas Sudijono berjudul Pengantar Statistik Pendidikan yang membahas tentang Masalah Distribusi Frekuensi, sebagai berikut:

A. PENGANTAR

Setiap kali kita melakukan kegiatan pengumpulan data statistik, maka pada umumnya kegiatan tersebut akan menghasilkan kumpulan data angka yang keadaannya tidak teratur, berserak dan masih merupakan bahan keterangan yang sifatnya kasar dan mentah. Dikatakan “kasar” dan “mentah”, sebab kumpulan angka dengan kondisi seperti yang disebutkan di atas belum dapat memberikan informasi secara ringkas dan jelas mengenai ciri atau sifat yang dimiliki oleh kumpulan angka tersebut. Oleh karena itu, agar data angka yang telah berhasil dihimpun itu “dapat berbicara” dan dapat memberikan informasi yang berarti, diperlukan adanya tindak lanjut atau langkah tertentu.

Tidak terlepas hubungannya dengan pernyataan di atas, maka salah-satu tugas dari statistik sebagai ilmu pengetahuan adalah menyajikan atau mendeskripsikan data angka yang telah berhasil dihimpun itu secara teratur, ringkas, mudah dimengerti, hingga dengan secara jelas dapat memberikan gam …33

baran yang tepat mengenai ciri atau sifat yang terkandung di dalam data angka tersebut. Dengan diketahuinya ciri atau sifat yang terkandung dalam kumpulan data angka itu berarti kumpulan data angka tadi telah “dapat berbicara” dan karenanya kita berhasil memperoleh informasi-informasi yang berguna, sejalan dengan maksud dan tujuan pengumpulan data.

Sebuah contoh yang dikemukakan berikut ini kiranya akan memperjelas uraian di atas.

Dari sejumlah 80 orang Mahasiswa Tingkat II Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berhasil dihimpun _ data berupa nilai hasil Ujian Utama Semester I Tahun Akademik 1984/ 1985 dalam mata kuliah Statistik Pendidikan, sebagai berikut:

Dapat kita saksikan dan kita rasakan bersama bahwa data yang berupa kumpulan nilai hasil ujian semester dari 80 orang mahasiswa itu masih dalam keadaan tidak teratur dan berserak, sehingga masih sangat sulit bagi kita untuk dapat menjawab

dengan cepat pertanyaan yang muncul di balik kumpulan data angka itu, seperti: …34

1) Berapa banyak mahasiswa yang memiliki nilai tertinggi dalam ujian semester tersebut?
2) Berapa banyak mahasiswa yang memiliki nilai terendah?
3) Berapa banyak mahasiswa yang memperoleh nilai di atas 60?
4) Berapa banyak mahasiswa yang nilainya kurang dari 60?
5) Berapa banyak mahasiswa yang nilainya berkisar antara 60-69?
6) Berapa banyak mahasiswa yang nilainya berkisar antara 70-79?
7) Berapa banyak mahasiswa yang memperoleh nilai yang sama?

Dan sebagainya

Tidak dapat disangkal bahwa dari kumpulan data angka di atas, kita dapat memperoleh gambaran mengenai hasil ujian yang dicapai oleh 80 orang mahasiswa tersebut; namun gambaran yang kita peroleh itu pada hakikatnya masih bersifat kasar, misalnya: bahwa “sebagian besar dari mahasiswa tersebut nilainya kurang dari 60”, atau: “bahwa mahasiswa yang dapat mencapai nilai di atas 60 sedikit sekali”. Gambaran yang kasar atau masih bersifat mentah itu pun diperoleh dengan cara meneliti satu-persatu dari deretan angka yang terdiri dari 80 buah angka itu, sehingga memakan waktu yang cukup lama.

Untuk dapat menjawab butir-butir pertanyaan seperti telah dikemukakan di atas, tindakan pertama yang harus kita lakukan adalah; menghitung frekuesi yang dimiliki oleh tiap-tiap nilai yang berada dalam deretan nilai-nilai tersebut, dan dengan jalan menghitung frekuensi yang dimiliki oleh tiap-tiap nilai itu maka lebih lanjut akan dapat kita ketahui distribusi frekuensi dari nilai …35

nilai hasil ujian semester yang berhasil dicapai oleh 80 orang mahasiswa tadi.

B. PENGERTIAN VARIABEL

Kata “variabel” berasal dari bahasa Inggris variable dengan arti: “ubahan”, “faktor tak tetap”, atau “gejala yang dapat diubah-ubah”. Dalam contoh yang telah disebutkan di muka, nilai-nilai hasil ujian semester dari sejumlah 80 orang mahasiswa itu kita sebut variabel. Variabel pada dasarnya bersifat kualitatif namun dilambangkan dengan angka.

Contoh:
“Usia” adalah gejala kualitatif, akan tetapi gejala yang bersifat kualitatif itu dilambangkan dengan angka; misalnya: 17 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan sebagainya “Nilai Ujian” pada dasarnya adalah gejala kualitas yang dilambangkan dengan angka, seperti: 5, 6, 7, 40, 75, 80, 100, dan sebagainya.

C. PENGERTIAN FREKUENSI

Kata “frekuensi” yang dalam bahasa Inggrisnya adalah fmqueng berani: “keketapan”, “keseringan”, atau “jarang-kerapnya”. Dalam statistik, “frekuensi” mengandung pengertian: Angka (bilangan) yang menunjukkan seberapa kali suatu variabel (yang dilambangkan dengan angka-angka itu) berulang dalam deretan angka tersebut; atau betapa kalikah suatu variabel (yang dilambangkan dengan angka itu) muncul dalam deretan angka tersebut. Contoh:

Nilai yang berhasil dicapai oleh 10 orang siswa SMA dalam …36

Tes Hasil Belajar bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam adalah:

60 50 75 60 80 40 60 70 100 75

Jika kita amati, maka dalam deretan nilai hasil tes tersebut, nilai 60 muncul sebanyak 3 kali; atau bahwa siswa yang memperoleh nilai 60 itu banyaknya 3 orang. Maka di sini dapat kita katakan bahwa nilai 60 itu berfrekuensi 3.

Nilai 70 hanya muncul sebanyak 1 kali saja; ini berarti bahwa nilai 70 itu begfrekuensi 1.

Nilai 75 dicapai oleh 2 orang siswa, atau nilai 75 itu ada sebanyak 2 buah; di sini kita katakan bahwa nilai 75 berfrekuensi 2. Demikianlah seterusnya.

D. PENGERTIAN DISTRIBUSI FREKUENSI

“Distribusi” (distribuiion, bahasa Inggris) berarti “penyaluran”,”pembagian” atau “pencaran”. Jadi “distribusi frekuensi” dapat diberi arti “penyaluran frekuensi”, “pembagian frekuensi”, atau “pencaran frekuensi”. Dalam statistik, “distribusi frekuensi” kurang lebih mengandung pengertian: “suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang dilambangkan dengan angka itu, telah tersalur, terbagi, atau terpencar”.

Contoh:
Jika data yang berupa nilai hasil THB dalam bidang studi IPA dari 10 orang siswa SMA kita sajikan dalam bentuk tabel, maka pembagian atau pengafan frekuensi dari nilai hasil tes itu akan tampak dengan nyata: …37
Sumber:
Sudijono, Anas. 2010. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Hal.33-38.

Keyword terkait:
distribusi frekuensi adalah, distribusi frekuensi kumulatif, distribusi frekuensi relatif, distribusi frekuensi statistik, distribusi frekuensi tunggal, distribusi frekuensi kelompok, distribusi frekuensi absolut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...