Dimensi Keindividualan pada Manusia - AsikBelajar.Com

Dimensi Keindividualan pada Manusia

AsikBelajar.Com | Manusia adalah suatu kesatuan yang tak dapat dibagi-bagi antara aspek jasmani dan rohani. Manusia juga bersifat unik atau khas, artinya berbeda antara manusia yang satu dengan manusia lainnya baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Menurut Tirtarahardja & Sulo (2005) setiap individu memiliki keunikan. Setiap anak manusia sebagai individu ketika dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi diri sendiri #13

berbeda dari yang lain. Tidak ada diri individu yang identik dengan orang lain di dunia ini, bahkan dua anak kembar sejak lahir tidak bisa dikatakan identik. Adanya individualitas ini menyebabkan setiap orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat, dan daya tahan yang berbeda.

Individu dalam diri manusia terkait dengan sisi luar manusia atau jasmani. Dengan individualitasnya manusia ada di dunia, sehingga ia mampu berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya. Individualitas dalam setiap diri manusia berbeda dengan yang lain. Individualitas dalam diri manusia berdasarkan pada sisi rohani, ini membuat manusia bukan sebuah ulangan dari suatu jenis. Manusia itu berharga karena dirinya sendiri dan bukan karena kesamaan dengan jenisnya. Perbedaan manusia dengan sesamanya tidak bersifat kuantitatif tetapi bersifat kualitatif. Individualitas membuat manusia mampu menampakkan sisi personalitasnya, yang membuat manusia memiliki keunikan dari sesamanya (Sneijders, 2004).

Individu adalah ”orang-seorang”, sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (in devide). Setiap orang memiliki individualitas. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupan ciri yang yang sangat esensial dari adanya individualitas pada diri manusia. Setiap anak memiliki dorongan untuk mandiri yang sangat kuat, meskipun di sisi lain pada anak terdapat rasa tidak berdaya, sehingga memerlukan pihak lain yang dapat dijadikan tempat bergantung untuk memberi perlindungan dan bimbingan.

Manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan- kelemahannya. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Persepsi terhadap individu atau hasil pengamatan manusia dengan segala maknanya merupakan suatu keutuhan ciptaan Tuhan yang mempunyai tiga aspek melekat pada dirinya, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial kebersamaan. Ketiga aspek tersebut saling mempengaruhi, keguncangan pada satu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya (Soelaeman, 1988). #14

Sumber:
Husamah dkk. 2015. Pengantar Pendidikan. Malang: Universitas Muhamadiyah. Hal.13-14.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress