Dasar-Dasar Program Pengembangan Seni Untuk Anak Usia Dini - AsikBelajar.Com

Dasar-Dasar Program Pengembangan Seni Untuk Anak Usia Dini

AsikBelajar.Com | Pengalaman seni merupakan bagian khusus (esensial) dalam kurikulum bagi anak usia dini di mana anak-anak kecil memiliki kesempatan untuk bekerja dengan bermacam jenis bahan dan menggunakan berbagai macam teknik dalam mengekspresikan kreativitas mereka sendiri. Hal seperti itu akan dapat dihasilkan melalui perencanaan yang disusun secara hati-hati sehingga anak-anak akan mendapatkan tidak hanya pengalaman kreatif tetapi seluruh aspek perkembangannya akan dapat dikembangkan secara optimal. Terdapat dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam perencanaan program seni untuk anak usia dini, yaitu tujuan program itu sendiri dan bagaimana menata aktivitas seni untuk anak usia dini.

1. Tujuan Dasar Program Seni Anak Usia Dini
Program seni anak usia dini memberikan waktu dan tempat untuk mengekspresikan pikiran, ide, perasaan, tindakan dan kemampuan melalui berbagai media dan aktivitas. Tujuan utama dari program seni untuk anak usia dini adalah sebagai berikut.

a. Proses bukan produk
Tujuan utama dalam semua pengalaman seni bukan pada hasil yang dapat dilihat, tetapi proses dalam membuatnya. Dalam proses, anak menampilkan pengalaman dan perasaannya. Ekspresi diri anak merupakan satu hal yang penting. Dalam hal ini bukan hasil akhir dari pekerjaan yang dilakukannya. Alasan lain dalam tujuan ini adalah lebih baik menekankan pada proses, bukan pada seluruh keterampilan anak dalam menggunakan peralatan. Banyak dari usaha kreatif anak-anak diekspresikan dalam pengalaman kreatif tersebut dan ketika mencoba alat-alat tersebut. Selain itu, anak-anak kecil lebih tertarik untuk melakukan sesuatu dari pada menghasilkan sesuatu.

b. Kebutuhan anak-anak
Tujuan utama yang kedua dalam program seni adalah mempertemukan kebutuhan anak-anak dalam program seni. Artinya, program itu harus didesain untuk usia, tingkatan kemampuan dan minat mereka. Jadi, program untuk anak usia 3 tahun harus ditata dengan peralatan yang baik dan aktivitas #7.29

untuk kelompok anak dengan batas perhatian yang pendek dan kontrol motorik yang masih terbatas. Program dilengkapi dengan peralatan dan aktivitas yang sesuai dengan minat mereka sehingga mereka dapat menggunakan tanpa memerlukan banyak bantuan dari orang dewasa. Untuk anak usia 2 tahun misalnya, dibutuhkan pengawasan yang lebih hati-hati ketika menggunakan gunting. Sedangkan anak usia 3 tahun dan 4 tahun dapat menggunakannya dengan lebih bebas. Penerapan yang sama juga dilakukan pada anak usia 4, 5, dan 6 tahun. Dalam kelompok dengan usia campuran program harus ditata dengan bermacam peralatan dan aktivitas yang memungkinkan bagi semua anak dalam kelompok tersebut.

c. Keaslian dan kebebasan
Tujuan penting yang ketiga dalam program seni untuk anak usia dini adalah memberikan setiap anak kesempatan untuk berpikir secara asli (orisinal) dan belajar untuk bekerja dengan bebas. Dalam bekerja dengan seni anak dapat menggunakan dan menjelajah semua jenis peralatan sehingga hal ini mendorong pikiran yang orisinal. Selain itu juga sebaiknya program memberikan pada anak-anak peralatan yang dapat mengontrol tahapan fisik mereka dan mendorong kebebasan bekerja. Dua hal ini (keaslian dan kemampuan untuk bekerja sendiri) merupakan dasar dari kreativitas anak.

d. Berpikir kreatif
Tujuan lain dari program seni adalah agar anak-anak menjadi pemikir yang kreatif. Pekerjaan kreatif anak-anak bebas dan fleksibel. Mereka menghadapi setiap masalah tanpa khawatir akan kegagalan. Anak-anak dalam program seni yang sesuai untuk level mereka akan mampu bekerja kreatif, bebas dan fleksibel. Mereka dapat menangani peralatan dalam setting sehingga dapat membantu mereka merasa lebih yakin dengan diri mereka sendiri.

e .Kemajuan individual
Program seni harus membiarkan anak-anak tumbuh dengan kecepatan mereka sendiri. Aktivitas mungkin dapat direncanakan untuk merangsang anak-anak, tetapi pertumbuhan sebenarnya datang hanya dari langkah mereka sendiri. Misalnya, anak belajar menggambar dengan cara menggambar menurut mereka sendiri. #7.30

2. Menata Aktivitas Seni

Bagaimanapun pusat seni atau ruangan yang serupa untuk pengalaman seni harus ditata. Pada bagian ini akan diberikan panduan dasar untuk merancang lingkungan. Tentu saja kelompok usia akan selalu menjadi pertimbangan utama dalam merencanakan aktivitas tersebut. Berikut ini akan diuraikan beberapa dasar-dasar penataan aktivitas seni.

a. Pertimbangan umum
Area seni perlu dirancang agar peralatannya mudah dibersihkan dan dipisahkan. Bahan dan alat yang basah, seperti cat dan tanah liat atau adonan dan alat-alat yang tajam seperti gunting harus disimpan atau ditempatkan jauh dari jangkauan anak-anak yang belum memiliki kemampuan memegang secara bebas dan aman. Peralatan dan bahan-bahan yang kering, seperti kertas, krayon dan bahan-bahan kolase dipajang pada rak yang rendah sehingga anak-anak dapat mengambilnya sendiri. Tempat menggantung lukisan anak-anak yang masih basah sebaiknya tidak mengganggu . pergerakan anak-anak dan pendidik ketika mereka berlalu lalang.

b. Menata peralatan seni yang digunakan sehari-hari
Jika pendidik yakin akan menggunakan suatu peralatan setiap hari maka letakkanlah alat-alat tersebut di tempat yang mudah diambil untuk digunakan. Misalnya, pendidik meletakkan papan penyangga untuk melukis yang ditata dengan kertas dan cat yang selalu siap untuk digunakan oleh anak-anak. Persediaan kertas, krayon dan tanah liat/adonan juga disediakan dalam ” tempat penataan setiap hari untuk digunakan anak-anak. Gunting dan perekat juga harus disediakan dan siap digunakan setiap hari. Selain itu pendidik juga harus menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan seni sebelum kegiatan seni -mulai dilaksanakan. Cara demikian, akan mencegah terbuangnya waktu, hilangnya konsentrasi anak-anak, dan kegugupan yang akan dialami pendidik karena terkesan tidak siap melaksanakan kegiatan, dan membuat anak menunggu.

c. Menyiapkan aktivitas seni mingguan
Untuk mempertinggi pengalaman kreatif anak, pendidik harus merencanakan dan menyiapkan aktivitas seni mingguan dalam menambah pengalaman seni harian. Sebagai contoh, pendidik dapat merencanakan sebuah unit alat mencetak yang digunakan setiap minggu untuk menjelaskan #7.31

teknik yang spesifik pada mencetak. Hal ini, tentu saja merupakan tambahan dan tidak diletakkan di tempat pengalaman seni anak secara umum. Dalam program mingguan, pendidik merencanakan untuk keseimbangan antara hal yang biasa dan yang baru ketika mereka membuat keputusan tentang bagaimana peralatan dan perlengkapan akan digunakan. Pendidik tentu berharap anak-anak tidak akan kehilangan minat pada aktivitas yang sama yang disiapkan dari minggu ke minggu. Jika anak-anak mempunyai kebebasan untuk menggunakan peralatan dengan cara mereka sendiri, mereka akan melakukan tanpa rasa lelah meskipun kegiatan bermain yang disiapkan pada dasarnya menggunakan cara yang sama. Setelah anak-anak berhasil menggunakan peralatan, dia akan mempunyai minat khusus untuk. mengulangi pengalaman yang sama. Namun, perlu dipertimbangkan dengan sangat teliti, berapa kali suatu kegiatan seni dapat diulangi sehingga dapat mempertinggi kemampuan anak-anak tanpa anak merasa bosan.

d. Menata Area seni untuk memfasilitasi pengalaman anak
Anak-anak bekerja lebih baik dalam aktivitas seni yang dapat diramalkan, yaitu dengan pengorganisasian lingkungan di mana peralatannya dapat selalu ditemukan di tempat yang sama. Sebagai contoh, peralatan seni yang disimpan secara terbuka dalam rak susun yang sesuai dengan tinggi anak memungkinkan anak-anak untuk menemukan alat-alat yang akan mereka gunakan secara mudah dan bebas. Juga ketika peralatan, seperti kertas dan perekat ditempatkan pada rak susun sehingga anak dapat dengan mudah mengembalikan ke tempatnya setelah menggunakannya.

Aktivitas seni dalam program anak usia dini akan lebih baik jika anak bekerja pada meja yang ukurannya sesuai dengannya. Namun, beberapa anak kadang-kadang ingin bekerja di lantai. Oleh karenanya, merupakan hal yang penting untuk memiliki meja yang dapat diatur atau ditata sesuai kebutuhan sehingga dapat digunakan untuk kegiatan seni yang bersifat umum. Ide lainnya adalah menempatkan area seni yang dekat dengan sumber air sehingga akan mempermudah untuk membersihkannya. Membatasi jumlah anak pada setiap kegiatan seni sehingga tempat dan peralatan yang disediakan mencukupi untuk semua anak juga merupakan ide yang bagus. Selain itu area seni perlu ditata agar setiap alat yang akan digunakan dalam posisi dan kondisi yang digunakan oleh anak-anak. Penting bagi pendidik untuk mendorong dan mengajarkan pada anak-anak tentang apa yang harus mereka lakukan ketika mereka memulai dan selesai melakukan kegiatan serta bagaimana membersihkannya. #7.32

Tips Perimbangan Dalam Mengimplementasikan Kegiatan Seni PAUD

Berikut ini beberapa poin tambahan yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengimplementasikan kegiatan seni di dalam kelas.

a. Lakukan perjanjian dengan anak-anak saat melakukan kegiatan seni yang sedikit atau tidak menggunakan peralatan seni. Pendidik harus menyadari bahwa anak-anak akan menjelajah dan mencoba berbagai peralatan yang tersedia. Oleh karenanya, dalam kasus demikian penting untuk melakukan perjanjian dengan anak-anak agar mereka hanya menggunakan peralatan tertentu saja yaitu peralatan yang. disepakati untuk digunakan. Cara lainnya adalah pendidik hanya menyediakan 1 peralatan yang dibutuhkan saja. Misalnya, cat atau krayon hanya disediakan beberapa warna sesuai kebutuhan.

b. Kegiatan sebaiknya sederhana dan bebas dari peralatan yang terlalu banyak karena hal ini justru akan mengganggu.

c. Jika membutuhkan peralatan yang banyak, tambahkan secara berangsur-angsur setelah anak-anak siap menggunakan peralatan tersebut. Misalnya, ketika membuat kolase dengan berbagai biji-bijian. Berikan satu jenis biji dahulu, setelah selesai dengan biji tersebut berikan jenis biji berikutnya.

d. Hindari membuat model atau contoh untuk ditiru anak-anak.

e. Hindari menanyakan pada anak-anak, apa yang akan mereka buat. Biarkan anak mengekspresikan diri mereka sendiri. Ingatlah selalu bahwa proses lebih penting daripada hasil.

f. Hindari membandingkan pekerjaan antara anak yang satu dengan anak yang lainnya. Hindari pula menilai pekerjaan mereka. Misalnya, “Coba lihat, pekerjaan Andi lebih baik dari pada pekerjaan Hani”. Kalimat tersebut menggambarkan bahwa guru tersebut membandingkan dan menilai pekerjaan anak.

g. Ajaklah anak-anak menjelajah dan mencoba peralatan dengan cara mereka sendiri.

h. Aturlah kegiatan agar anak-anak dapat bekerja dengan bebas.

Tips Penting Dalam Menyelenggarakan Program Seni Untuk Anak Usia Dini

Setelah memahami tujuan dan bagaimana merencanakan kegiatan seni untuk anak usia dini maka pendidik perlu pula mengetahui beberapa hal penting lainnya dalam menyelenggarakan program seni untuk anak usia dini. Hal-hal tersebut diuraikan sebagai berikut. #7.33

1. Ekspresi dalam Seni adalah Spontan
Seni mempunyai nilai bagi anak-anak kecil hanya ketika kegiatan seni itu merupakan ekspresi spontan dari dalam diri anak dan ketika anak menjelajah dan menemukan sendiri. Kita setuju bahwa produk yang dihasilkan oleh anak-anak merupakan produk yang jarang dapat dihayati oleh orang dewasa namun hal itu mempunyai nilai yang lebih lama dalam diri anak sendiri. Jadi seni mempunyai nilai bagi anak-anak dan dapat berkembang ketika seni itu mengekspresikan persepsi (pikiran dan perasaan) pribadinya. Kita (orang dewasa) menyangkal atau mengubah dan akan mengurangi nilai seni itu jika kita menata pola atau model atau memberi perintah, seperti ”… seperti ini adalah cara untuk melakukan it ..”. Dikhawatirkan hal tersebut menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap hasil dari pada proses.

Penggunaan buku mewarnai atau meniru semua model dengan persis akan dapat menghambat ekspresi spontan anak.

2. Orang Dewasa dapat Membantu
Anak-anak membutuhkan waktu tanpa interupsi, tempat yang nyaman dan bahan-bahan untuk menyelesaikan pekerjaan seninya. Orang dewasa dapat menyediakan kesempatan pada anak-anak untuk melakukan pekerjaan seni dan membiarkan anak bebas bekerja dengan caranya sendiri. Untuk mengajarkan suatu keterampilan, orang dewasa dapat menunjukkan minatnya dan memberikan dorongan, tetapi jangan sampai mengganggu pekerjaan anak. Pendidik dapat mengajukan pertanyaan untuk merangsang pikiran anak atau berusaha memperhatikan karya yang dibuat anak secara detail. Pendidik dapat mengajukan pertanyaan pengamatan pada anak tentang apa yang sedang mereka lakukan atau media apa yang sedang dijelajahi oleh anak. Kadang-kadang orang dewasa mencoba menyediakan begitu banyak pilihan dan variasi peralatan untuk anak belajar dan mengajarkan bagaimana cara menggunakan setiap peralatan tersebut. Banyaknya pilihan dan variasi cenderung membingungkan dan mengacaukan pikiran anak dari tujuan kegiatan itu sendiri. Orang dewasa yang bijaksana akan berusaha menyediakan pilihan peralatan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan anak baik intelektual maupun fisik. Pendidik jangan memaksakan pilihan dengan alasan yang sesuai dengan keinginan pendidik sendiri. #7.34

3. Bahan-bahan Seni adalah ”Kotor”
Banyak bahan-bahan seni yang berpotensi untuk menjadi “kotor”. Sebagai pendidik kita harus dapat melihat bahan-bahan yang berpotensi demikian. Kita mungkin selalu menjaga kebersihan pada anak kita sendiri. Mungkin merupakan hal yang berat bagi -kita untuk melihat kegembiraan | anak-anak dalam menggunakan gumpalan tanah liat, mencoreng cat dengan jari atau menggunakan sesuatu yang kental, dan cat berwarna, kecuali kita menerima perasaan kita. Kita mungkin menemukan diri kita sendiri cenderung menghindari menggunakan cat, lukisan tangan dan tanah liat atau play dough.

4. Anak-anak Senang Memajang Karya Seninya
Anak-anak sering kali ingin membawa pulang karya seni (hasil pekerjaan seni)-nya. Mereka akan mampu membuat pilihan tanpa merasa bersalah. Pada saat yang lain mereka senang jika hasil karyanya dipajang di sekolah.

Ruang pada papan buletin yang sesuai dengan tingkat/tinggi penglihatan anak digunakan untuk memajang hasil pekerjaan anak, seperti lukisan, gambar, kolase atau karya seni lainnya. Bingkai atau latar berwarna dapat meningkatkan tampilan pekerjaan anak. Seni tiga dimensi dapat dipajang pada meja rendah atau rak yang menampilkan karya dari setiap pembelajaran. Kayu atau kertas yang diberi warna cemerlang/cerah dapat disajikan sebagai dasar pada tanah liat atau seni 3 dimensi lainnya. Pemajangan dapat menjadi pelajaran bernilai untuk anak sehingga anak dapat mengamati, menikmati dan membahas secara detail tentang hasil pekerjaannya. Pendidik perlu meyakinkan anak-anak untuk tidak malu memajang hasil pekerjaannya dan memberikan kesempatan untuk melakukan hal ini secara terus-menerus. #7.35

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 7.29 – 7.35.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress