Cacat Jasmani pada Anak Usia Di Bawah 4 Tahun

By | 28/09/2020

AsikBelajar.Com | Cacat jasmani yang diderita anak dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain keturunan, lingkungan pralahir yang tidak menguntungkan proses kelahiran, kecelakaan maupun penyakit. Beberapa bentuk gangguan, seperti gagap dan kelainan bicara lebih merupakan gangguan psikosomatis akibat gangguan psikologis. Beberapa gangguan yang sering diderita anak antara Iain gigi berlubang, kurang jelas pendengaran atau penglihatan, gangguan saraf, gangguan tulang dan lain sebagainya.

Bagaimana seorang anak akan bereaksi dengan cacat tubuh yang dideritanya akan menentukan pengaruhnya terhadap kemampuannya dalam penyesuaian pribadi dan sosial. Sebagian anak berusaha menghadapi cacat tubuh dengan berusaha berprestasi di bidang lain yang tidak terpengaruh oleh cacat tubuhnya. Misalnya, anak yang lumpuh berprestasi di bidang matematika atau komputer. Sebagian anak lainnya banyak yang kurang mampu mengadakan penyesuaian yang positif dan mengembangkan sikap menyerah, tidak mampu, merasa rendah diri dan putus asa.

Meskipun kebanyakan anak memperlihatkan gangguan psikologis karena cacat tubuhnya, namun tingkat daya rusaknya berbeda untuk tiap anak dan tergantung pada beberapa faktor berikut.

a. Parahnya cacat tubuh akan mempengaruhi anak dalam memandang cacat tubuhnya itu. Semakin besar kemungkinan untuk dapat ditutupi akan membuat anak merasa aman dan pengaruh psikologisnya tidak begitu kentara.
b. Saat terjadinya cacat tubuh akan mempengaruhi anak dalam membangun penyesuaian diri.
c. Pengaruh cacat terhadap gerak-gerik anak sangat mempengaruhi sikap anak. Misalnya, anak yang buta atau lumpuh gerakannya lebih terbatas dibanding anak yang tuli atau wajahnya rusak.
d. Rasa belas kasihan orang lain terhadap anak yang cacat sangat mempengaruhi sikap anak karena dalam diri anak akan timbul perasaan mengasihani diri sendiri atau minder.
e. Sikap anak terhadap cacatnya akan menimbulkan akibat pada cacatnya itu. Ada anak yang dapat menerima kecacatannya, adapula anak yang berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia tidak berbeda dengan anak lainnya, namun ada pula anak yang merasa bersalah dengan cacat yang dimilikinya.
f. Seberapa jauh perasaan berbeda dari teman-temannya yang normal, akan mempengaruhi perasaan anak terhadap dirinya sendiri. Semakin anak merasa berbeda maka secara psikologis akan lebih parah akibatnya. #4.29

g. Kenyataan menunjukkan bahwa sedikit sekali anak yang mampu menerima dan menyadari kecacatannya. Hal itu terlihat dari banyaknya orang dewasa cacat yang mengalami gangguan emosional yang cukup parah. #4.30

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 4.29-4.30.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *