BiPang Ambawang : Pendidikan Politik ala Indonesia - AsikBelajar.Com

BiPang Ambawang : Pendidikan Politik ala Indonesia

AsikBelajar.Com | Bipang Ambawang tiba-tiba menjadi ramai dibicarakan oleh masyarakat Indonesia dalam beberapa terakhir ini. Kalau oleh suku Banjar, bipang (tanpa Ambawang) atau ulatih adalah makanan ringan yang terbuat dari beras yang dikeringkan dengan rasa manis yang kadang mempunyai, entah warna merah atau pulih agak coklat seperti yang dimaksud si “Aman ” sang juru bicara presiden.

Bipang

Penelusuran AsikBelajar.Com di Google tentang “Bipang Ambawang” menunjukan hal yang sangat mengejutkan jika dikorelasikan dengan hari raya umat Islam yang akan dijadikan oleh-oleh sebagaimana saran sang presiden. Bagaimana tidak, Bipang Ambawang adalah makanan dari Kalimantan Barat yang terbuat dari babi panggang kampung. Bagaimana itu bisa terjadi? Bisa jadi sang presiden “hanya” membaca dari petunjuk yang diberikan oleh staf nya sedangkan benda yang sebenarnya beliau tidak mengetahuinya. Bila itu yang terjadi, maka sangat disayangkan.

Pelajaran apa yang dapat diambil dari kejadian ini? Seorang presiden harus mempunyai staf yang berlapis dalam hal mengkoreksi materi yang akan disampaikannya ke publik sesuai konteks tujuannya (dalam hal ini umat Islam atau agama lainnya). Pelajaran lain adalah adanya suatu pembenaran terhadap istilah yang sering kita dengar yang kurang-lebihnya berbunyi: “Pasal 1 Bos selalu Benar, bila Bos salah lihat pasal 1”. Hal ini dapat dilihat dan kita dengar dari “pembenaran” orang-orang dekat dengan presiden walaupun terasa agak seperti lelucon. Padahal, seandainya presiden mau berbesar hati untuk meralat “kekeliruan” yang dibuatnya maka selesai polemik yang ada di masyarakat. Hal ini sesuai yang dikatakan oleh sdr. Kapitra Ampera yang kami kutip dari jpnn.com selengkapnya seperti di bawah ini:

jpnn.com, JAKARTA – Politikus PDIP Kapitra Ampera menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan kekeliruan fatal tentang Bipang Ambawang Kalimantan.

Sebab, kekeliruan terjadi lantaran presiden mengajak masyarakat untuk memakan babi panggang (Bipang) di waktu merayakan Idulfitri.

“Pemimpin kita terlalu sulit mengakui suatu kekeliruan. Tidak ada salahnya jika meminta maaf atas kekeliruan itu,” kata Kapitra kepada JPNN.com, Minggu (9/5).

Kapitra juga mengkritik upaya para pembantu Presiden Jokowi yang justru mencari pembenaran atas kesalahan fatal yang dilakukan suami Iriana itu.

Hal itu seperti dilakukan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi hingga Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman.

“Itu bukan pembenaran, tetapi pembusukan kepada pemimpin,” tegas Kapitra.

Mantan pengacara Habib Rizieq itu mengatakan khilaf itu pakaian manusia. Jadi, seorang pemimpin tidak usah gengsi untuk meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan.

“Minta maaf atas kekeliruan bukan membuat pemimpin itu hina, justru lebih mulia,” ucap pria berdarah Minang itu.

Kapitra menduga kesalahan itu terjadi lantaran kekeliruan informasi yang disampaikan kepada Presiden Jokowi.

Menurut dia, presiden mungkin tidak bermaksud mengajak umat Islam memakan babi panggang (Bipang), tetapi referensi yang disampaikan kepada presiden itu yang bias dan tidak akurat.

“Untuk itu, tidak ada salahnya pemimpin meminta maaf,” ucap Kapitra.

Selanjutnya, presiden harus mengevaluasi jajarannya yang membuat naskah tersebut. Termasuk jubir presiden dan mendag yang mencari pembenaran atas kesalahan tersebut.

“Presiden harus evaluasi mereka. Sebab, komunikasi politik mereka buruk. Ada pembenaran, mengajak. Lho, ini bukan masalah kuliner nusantara, ini masalah Idulfitri, hari raya umat Islam. Itu konteksnya berbeda,” pungkas Kapitra Ampera. (fat/jpnn).

Tapi kita sepertinya harus banyak belajar lagi cara mengelola negara yang kita cintai Indonesia ini agar dapat menyejukkan kehidupan bernegara. Tapi yakinlah bahwa Tuhan yang Maha Kuasa mempunyai tujuan lain dari masalah ini. Imho.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress