Belajar dari Kasus Nokia & ITB-SBM Bandung - AsikBelajar.Com

Belajar dari Kasus Nokia & ITB-SBM Bandung

AsikBelajar.Com | Generasi tahun 90-an sangat mengenal nama Handphone “NOKIA” yang memiliki tagline Connecting People. Saat itu handphone ini sangat menguasai pasar di seluruh dunia dengan menggunakan OS System Symbian. Berjalanannya waktu, saat ada ditemukan ANDROID, konon pihak Nokia begitu yakin menolak saat pihak Android untuk mengajak bekerjasama. Tapi apa yang terjadi saat ini? Nokia harus rela menghilang dari pasar dan handphone Android sekarang gantian menguasai pasar handphone dunia.

Kalau SBM-ITB beda dengan Nokia. Kalau Nokia adalah merk handphone, maka SBM-ITB adalah nama kampus yang lagi ada masalah internal di Bandung. Secara historis, Sekolah Bisnis & Manajemen adalah anak yang dilahirkan dari ibu kandung bernama ITB (Institut Teknologi Bandung). SBM adalah rumpun ilmu sosial yang tumbuh besar dan berkembang di lingkungan kampus berbudaya teknik.

Belajar dari sejarah yang ada dari suatu perjalanan bisnis bernama Nokia dan kasus ITB-SBM Bandung menurut penulis akan sangat banyak yang kita petik. Karena belajar dari sejarah itu selain dapat memberikan pengetahuan juga dapat memotong rentang waktu menjadi pendek.

Contoh kongkrit nya begini: Si A tanpa belajar untuk mengetahui bahkan menguasai sesuatu perlu waktu 20 tahun, sementara si B karena mampu mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah orang lain “cuma” butuh waktu 10 tahun atau separuhnya atau bisa jadi dalam waktu 5 tahun atau ┬╝nya dari si A.

Kasus antara Nokia dan SBM-ITB Bandung dari sudut pembelajaran Bisnis oleh penulis memiliki ada beberapa kesamaan, diantaranya:

1. Bisnis adalah Perubahan
Selalu terngiang di telingga penulis kata-kata “Tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri”. Nokia sudah merasakannya. Dia tidak mau berubah dari symbian ke android. Terbukti sekarang bahwa android memakan symbiannya Nokia.

2. Bisnis adalah Inovasi
Kata inovasi menjadi kata kunci dalam dunia enterpreuner dan kampus ITB sudah membuktikannya dengan melahirkan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM). ITB yang dulunya terkenal sebagai kampus “berteknologi” berkembang ke arah ilmu bisnis dan manajemen.

3. Bisnis adalah Kepentingan
Dalam dunia bisnis pasti ada kepentingan. Supaya dalam menjalankan bisnis tersebut dapat beroperasi secara berkesinambungan dan terus-menerus pastinya memerlukan biaya. Untuk itulah bisnis yang dibangun harus sesuai dengan Visi dan Misi para pendiri bisnis tersebut. Belajar dari kasus Nokia dengan Android serta SBM dengan ITB. Andai mereka meletakan kepentingan bersama sebagai landasan kerjasama, maka semua akan dapat diselesaikan.

4. Bisnis adalah Kebermanfaatan
Kebermanfaatan yang dimaksud disini adalah bisnis akan dapat berkembang mengikuti zamannya apabila bisnis tersebut dapat bermanfaat bagi orang banyak sesuai zamannya masing-masing.

5. Bisnis adalah Mau menerima
Mau menerima adalah sikap yang harus dimiliki pelaku bisnis jika perubahan itu benar-benar sudah ada dan di depan mata dan untuk perbaikan bisnisnya. Contohnya kasus Nokia dan Android.

6. Bisnis adalah Kebersamaan
Bersama dalam Kemajuan dan Maju dalam Kebersamaan di dalam bisnis merupakan implementasi dari filsafat “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh”.

7. Bisnis adalah Saling Menghargai
Saling menghargai timbul apabila faktor seperti nomor 3, 4, 5, dan 6 sudah bagian dari prilaku pelaku bisnis. Sehingga diharapkan, keputusan yang diambil selalu menghasilkan win-win solution.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat buat penulis dan kita semua para pembaca yang Budiman. Karena hanya dengan belajar dalam arti luas, kita dapat meminimalisir kalimat yang mengatakan: ” Demi Waktu/Masa, Manusia itu Selalu Merugi”.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress