Belajar Berdasarkan Prinsip Yakin Akan Kegunaan

AsikBelajar.Com | Malas adalah fenomena jiwa yang tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Malas bisa juga berarti tidak suka atau tidak benafsu. Bermalas-malas berarti duduk (tiduran dan sebagainya) tanpa berbuat sesuatu (berlengah-lengah). Malas adalah sifat yang tidak kreatif. Malas itu tidak baik. Oleh karena itu, rajin pangkal pandai dan malas pangkal bodoh merupakan ungkapan yang sarat dengan muatan moral.

Malas harus disingkirkan jauh-jauh dari dalam diri, sehingga rajin belajar. Salah satu penyebab orang malas belajar adalah karena orang tidak tahu atau tidak yakin akan kegunaan ilmu pengetahuan. …65

Suatu mata pelajaran untuk orang-orang tertentu malas mempelajarinya, karena tidak sesuai dengan jurusan atau profesinya. Untuk apa mempelajari hal ini atau hal itu karena tidak ada gunanya. Membuang-buang waktu saja.

Ilmu pengetahuan itu sebenarnya merupakan mata rantai yang tak terpisahkan. Kegunaan ilmu pengetahuan itu bersifat timbal balik. Kegunaannya cenderung bersifat kasuistik. Kegunaan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari itu bisa dalam konteks kekinian dan jauh ke depan.

Berpikir positif dalam menilai ilmu pengetahuan adalah penting, sehingga tidak mengganggu ilmu pengetahuan sebagai suatu hal yang sia-sia. Kesalahan menilai ilmu pengetahuan disebabkan jiwa terjebak fasimisme keilmuan. Sifat yang demikian itulah yang dibuang jauh-jauh para pejuang dan pencari ilmu. Motivasi keilmuan pun tak terbendung untuk mencari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Orang-orang yang hidup di masa lalu gemar mencari ilmu karena mereka yakin akan kegunaan ilmu. Dengan ilmulah tatanan kehidupan pribadi, keluarga, dan kelompok sosial di masyarakat dapat diubah dari alam kehidupan tradisional ke alam kehidupan modern. Pejuang-pejuang ilmu itu kini telah tiada, tetapi saksi-saksi bisu scjarah tidak bisa didustai. Segudang ilmu yang terpatri dalam literatur dan setumpuk peradaban peninggalan masa lalu ada di depan mata adalah bukti nyata dari kegunaan ilmu. …66

Sumber:
Djamarah, Syaiful Bahri, 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.Hal.65-66

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *