Belajar Berdasarkan Prinsip Pengulangan

AsikBelajar.Com | Belajar bukanlah berproses dalam kehampaan, tetapi berproses dengan penuh makna. Dari hasil proses itu ada sejumlah kesan yang diharapkan tersimpan dalam pikiran. Biasanya kesan-kesan yang telah didapat dari belajar itu tersimpan dengan rapi dalam komputer otak, tetapi tidak akan dapat bertahan lebih lama di alam sadar. Lama kelamaan kesan-kesan itu akan tersimpan di alam bawah sadar, dikarenakan (kemungkinan) sangat jarang dipergunakan. Kesan-kesan yang lama sekali tidak dipergunakan akan sukar untuk memunculkannya ke alam sadar. Walaupun dengan bantuan reproduksi …64

atau proses asosiasi. Oleh karena itu, kesan-kesan sebagai hasil belajar bukanlah hilang begitu saja, tetapi tersimpan di alam bawah sadar.

Psikologi belajar

Agar kesan-kesan itu mudah diangkat ke alam sadar diperlukan frekuensi pengulangan dengan memahfaatkan kesan-kesan berupa ilmu pengetahuan itu, sesering mungkin. Artinya ilmu pengetahuan yang didapat dari hasil belajar harus dimanfaatkan untuk menjawab berbagai permasalahan kehidupan, bukan membiarkannya mengisi otak tanpa arti. Banyak sudah ilmu pengetahuan yang didapat dari hasil belajar, tetapi dirasakan tidak memilikinya atau terlupakan. Pelajaran hari ini sudah dikuasai, tetapi selang beberapa minggu sudah hilang. Besok pelajaran yang baru juga sudah dikuasai, tetapi setelah beberapa minggu juga terlupakan. Begitulah seterusnya. Masuk ilmu pengetahuan yang baru bergabung dengan ilmu pengetahuan yang lama di dalam otak. Kesan-kesan itu berdesak-desakan. Kesan-kesan yang lama akan terdesak oleh kesan-kesan yang baru. Kesan-kesan yang lama karena terdesak oleh kesan-kesan yang baru, maka terdorong ke alam ambang sadar, dan akhirnya mengendap ke alam bawah sadar. Ilmu pengetahuan yang mengendap di alam bawah sadar itulah yang menyebabkan seseorang lupa. Masalah lupa ini akan diuraikan lebih mendalam pada pembahasan mendatang, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kerangka masalah-masalah belajar. …65

Sumber:
Djamarah, Syaiful Bahri, 2000. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hal.64-65.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *