Aplikasi Teori Konstruktivisme bagi Pelajaran Bahasa Indonesia

By | 05/06/2020

AsikBelajar.Com | Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah dan salah satu yang harus dipelajari oleh peserta didik. Pengajaran bahasa Indonesia ini menjadi sangat penting untuk diajarkan. Sebab, di Indonesia terdapat berbagai suku bahasa yang berbeda-beda di mana hampir setiap daerah memiliki bahasa sendiri-sendiri. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang menyatukan dan menghubungkan komunikasi antara warna negara Indonesia dari berbagai suku bangsa. Oleh karena itu, pengajaran bahasa indonesia sebagai bahasa nasional merupakan sangat penting adanya. …198

Teori konstruktivisme

Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk membekali peserta didik seperangkat pengetahuan (pemahaman konsep), kemampuan, dan keterampilan menggunakan bahasa Indonesia, kemampuan intelektual (keterampilan berpikir), kematangan emosional, dan kematangan sosial agar dapat memahami lingkungan sekitar dan sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Meski demikian, mutu dan prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik saat ini masih rendah.

Rendahnya mutu pendidikan dan prestasi belajar yang dicapai peserta didik dalam pelajaran Bahasa lndonesia ditengarai banyak disebabkan oleh model pembelajaran yang dianut dan diaplikasikan guru, serta didasari oleh asumsi bahwa pengetahuan dapat dipindahkan secara utuh dari kepala guru ke kepada peserta didik. Akibat dari asumsi tersebut, guru sudah melakukan pembelajaran dengan baik namun ternyata di satu sisi peserta didik tidak belajar. Dengan kata lain, belum terjadi perubahan dan perkembangan stratifikasi kognitif pada diri peserta didik itu sendiri. Hal ini terjadi karena potensi peserta didik cenderung diabaikan selama berlangsungnya pembelajaran. Guru hanya berpikir bagaimana menghabiskan materi yang telah disiapkan oleh kurikulum dalam limit waktu yang tersedia. Hal ini dipertegas dengan seringnya guru menggunakan metode ceramah dalam proses belajar-mengajar, sehingga peserta didik diposisikan sebagai objek belajar. 199

Pendekatan dan asumsi pembelajaran ini sudah saatnya ditinggalkan. Apalagi mengingat pembelajaran Bahasa Indonesia senantiasa melibatkan aspek nilai dan keterampilan yang secara pedagogis tidak mungkin bisa dibelajarkan secara bermakna melalui metode ceramah dan pendekatan transferring, sebagaimana dikembangkan oleh guru selama ini. Di samping itu, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, guru hendaknya mampu mengoptimalkan tumbuh dan berkembangnya peserta didik secara holistik.

Oleh karena itu, di era kontemporer seperti sekarang ini, mengajar Bahasa Indonesia perlu mengaplikasikan pendekatan konstruktivisme. Pembelajaran yang sebelumnya hanya mentransfer pengetahuan dari kepala guru ke peserta didik mesti diubah menuju pembelajaran konstruktivisme yang lebih memosisikan pembelajaran pada upaya selfreconstruction, yaitu pengetahuan itu dibangun di dalam pikiran peserta didik dan oleh peserta didik itu sendiri dengan fasilitas guru.

Lantas, bagaimana aplikasi praktis pengajaran teori konstruktivisme dalam pelajaran Bahasa Indonesia? …200

  1. Aplikasi Praktis Pengajaran Teori Konstruktivisme Dilakukan dengan Terpadu [Klik Disini]
  2. Aplikasi Praktis Pengajaran Teori Kontruktivisme Dilakukan dengan Aktif dan Kreatif [Klik Disini]
  3. Aplikasi Praktis Pengajaran Teori Kontruktivisme Dilakukan dengan Kooperatif (Cooperative learning) [Klik Disini]

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *