Aplikasi Praktis Pengajaran Teori Konstruktivisme Dilakukan dengan Terpadu

By | 02/06/2020

AsikBelajar.Com | Dalam pembelajaran bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dilandasi oleh pemikiran bahwa aspek-aspek bahasa selalu digunakan secara terpadu, tidak pernah bahasa …200

Teori konstruktivisme

digunakan secara terpisah, aspek demi aspek. Pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang menghubungkan aktivitas anak berinteraksi dengan lingkungan dan pengalaman dalam kehidupannya. Hal ini sejalan dengan konsep konstruktivisme yang mengutamakan interaksi lingkungan dan pengalaman pada peserta didik.

Di kelas-kelas yang lebih tinggi (4-6 sekolah dasar), pada jenjang SMP/MTs, dan jenjang SMA/MA, pembelajaran aspek-aspek keterampilan berbahasa diberikan secara terpadu (integrative). Di antara beberapa praktik pembelajaran terpadu Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

a. Menyimak dan Berbicara
Sebagai contoh, guru menceritakan sebuah peristiwa dan siswa menyimaknya dengan baik. Setelah selesai, siswa diberi waktu sejenak. Kemudian, guru meminta salah seorang siswa menceritakan kembali isi cerita itu dengan bahasa (kalimat-kalimat) siswa sendiri secara ringkas.

Contoh yang lain, guru telah mempersiapkan dua atau tiga orang siswa untuk mengadakan dialog, dengan ramburambu yang telah ditetapkan oleh guru. Pada jam yang telah ditentukan, siswa yang mendapat tugas melakukan dialog di depan kelas; siswa yang lain menyimak. Setelah selesai, siswa diberi waktu untuk berpikir, kemudian guru meminta satu hingga tiga orang siswa untuk mengemukakan isi atau kesimpulan dari dialog tersebut secara bergilir. Atau, dapat …201

juga siswa diminta memberikan pendapat atau tanggapannya tentang isi dialog tersebut.

Untuk siswa SMA, kemungkinan yang lain masih banyak. Dalam hal ini, yang diutamakan ialah kemampuan siswa memahami apa yang mereka simak itu dan kemampuan mengemukakan pikirannya. Karena, siswa yang mendapat kesempatan berbicara hanya beberapa orang saja, yang Iain diberi kesempatan untuk menyatakan pendapatnya mengenai dialog yang dilakukan oleh teman-temannya yang mendapat kesempatan di depan kelas. Dengan cara-cara tersebut, guru telah mampu memadukan menyimak dan berbicara.

b. Menyimak dan Menulis
Guru membacakan atau memperdengarkan rekaman sebuah drama atau sebuah cerpen. Siswa menyimak berapa kali drama/cerpen itu dibaca/diperdengarkan, bergantung pada tingkat kesukaran drama/cerpen tersebut. Setelah selesai, siswa diberi waktu untuk menanyakan hal-hal yang tidak mereka mengerti. Sesudah itu mereka diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan guru tentang drama/ cerpen itu, atau siswa diminta menuliskan isi drama/cerpen secara ringkas dengan kalimat mereka sendiri.

Selain itu, dapat juga siswa diminta mendengarkan radio atau televisu pada acara tertentu, dan diminta membuat laporan hasii simakannya secara tertulis. Dalam hal ini, guru harus jeli dan memilih acara-acara yang memungkinkan …202

dilaksanakannya tugas tersebut oleh siswa. Dengan cara-cara seperti ini, guru memadukan pembelajaran menyimak dan menulis. Cara yang Iain masih cukup banyak.

c. Membaca dan Menyimak
Seorang guru harus bisa memadukan pembelajaran membaca dan menyimak tidak sukar. Sebagai contohnya, siswa diberi tugas membacakan suatu wacana. Dalam hal ini, ketentuan-ketentuan membaca untuk orang Iain harus dipahami oleh siswa. Siswa yang Iain menyimak. Setelah itu, siswa diberikan waktu untuk berpikir. Tugas selanjutnya, siswa diminta untuk menceritakan isi yang disimak secara lisan atau mungkin tertulis. Dalam hal ini, agar yang mendapat giliran membaca tidak sedikit, naskah yang dibaca sebaiknya naskah-naskah yang pendek, seperti informasi singkat, pengumuman, perintah, dan sebagainya. Dengan cara-cara tersebut, guru memadukan membaca dan menyimak.

d. Membaca dan Menulis
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca cerita atau tulisan-tulisan yang lain di luar kelas, dan meminta kepada mereka untuk menuliskan ringkasan hasil bacaan masing-masing. Setelah mereka menuliskan ringkasan tersebut, guru dapat meminta kepada siswa untuk mengumpulkan hasil pekerjaan mereka, atau dapat juga sebelum mereka mengumpulkan. Setelah itu, beberapa siswa diberi giliran untuk membacakan atau mengemukakan hasil …203

pekerjaan masing-masing. Dengan cara-cara seperti itu, telah terjadi pemaduan antara membaca, menulis, dan bercerita.

e. Menulis dan Bercerita
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat karangan di luar kelas. Pada jam yang telah ditentukan, siswa menceritakan isi karangannya, sebelum karangan itu dikumpulkan. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, masing-masing beranggotakan tiga atau empat orang. Tiap kelompok diberi tugas merencanakan dan menuliskan sebuah adegan yang diperankan. Pada jam yang telah disepakati bersama, sebelum naskah diserahkan kepada guru, tiap kelompok diminta memperagakan apa yang telah mereka rencanakan dan mereka tulis.

ltulah beberapa contoh pembelajaran aspek-aspek keterampilan berbahasa yang diberikan secara terpadu. Memang, pembelajaran kosakata selalu dipadukan dengan keterampilan berbahasa. Untuk mengajarkan makna kata (kata-kata baru), digunakan sebuah wacana yang memuat kata-kata yang akan diajarkan. Siswa diminta membaca wacana itu di dalam hati, kemudian diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Setelah itu, kata-kata yang disiapkan untuk diajarkan, dibicarakan, atau didiskusikan maknanya, sinonimnya (kalau ada), dan sebagainya. Kemudian, siswa diminta menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat secara tertulis. Guru …204

juga bisa menggunakan kata-kata baru di dalam wacana untuk dikte. Pembelajaran struktur juga dipadukan dengan semua keterampilan. Dengan cara-cara seperti itu, dapat dilakukan pemaduan antara pembelajaran struktur dengan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak.

Cara lainnya juga bisa dilakukan dengan memadukan berbagai bidang studi. Pemaduan bahasa dengan bidang studi yang lain seperti IPA, IPS, dapat dilakukan dengan jalan menggunakan naskah atau tulisan tentang bidang studi yang dimaksud sebagai bahan bacaan. Atau, dapat juga.siswa ditugasi mengarang tentang sesuatu yang berkaitan dengan bidang studi dimaksud.

Kaitan pembelajaran bahasa dengan bidang studi yang lain dapat dilakukan dalam hal kosakata, struktur, menulis, membaca, berbicara, dan menyimak. Dengan kata lain, semua aspek bahasa dapat dipadukan dengan bidang studi yang lain.

ltulah beberapa contoh pemaduan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran bahasa ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
1) Pembelajaran kosakata dan struktur harus selalu di dalam konteks. Artinya, kata-kata atau struktur yang diajarkan tidak lepas dari konteks kalimat atau wacana.
2) Setiap aspek dalam bahasa diajarkan dengan memperhatikan tema yang telah digariskan dalam silabus. Dengan mengacu pada tema, sebenarnya telah terjadi …205
pemaduan dengan bidang studi yang lain atau terjadi lintas bidang studi.

3) Setiap kali pembelajaran selalu diawali dengan pengarahan yang jelas.
4) Pembelajaran yang direncanakan dengan baik akan memberikan hasil yang lebih baik. …206

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.200-206

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *