Aplikasi Praktis Pengajaran Teori Konstruktivisme Dilakukan dengan Aktif dan Kreatif

AsikBelajar.Com | Pembelajaran ini merupakan strategi pembelajaran yang menciptakan variasi kondisi eksternal dan internal dengan melibatkan siswa secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga pembelajaran bermakna. Pembelajaran aktif merupakan pendekatan pembelajaran yang Iebih banyak melibatkan aktivitas peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman dan kompetensinya.

Teori konstruktivisme

Bahkan, pembelajaran aktif memungkinkan peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti menganalisis dan melakukan sintesis, serta melakukan penilaian terhadap berbagai peristiwa belajar, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran aktif memiliki persamaan dengan model pembelajaran self discovery learning, yakni pembelajaran yang dilakukan oleh …206

peserta didik untuk menemukan kesimpulan sendiri sehingga dapat dijadikan sebagai nilai baru yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam model pembelajaran aktif, guru lebih memosisikan dirinya sebagai fasilitator, yang bertugas memberikan kemudahan belajar (to facilitate of learning) kepada peserta didik. Peserta didik terlibat secara aktif dan banyak berperan dalam proses pembelajaran sedangkan guru lebih banyak memberikan arahan dan bimbingan, serta mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran.

Sedangkan pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreativitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan beberapa metode dan strategi yang bervariasi, misalnya kerja kelompok, bermain peran, dan pemecahan masalah. Pembelajaran kreatif menuntut guru untuk mampu merangsang kreativitas peserta didik, baik dalam mengembangkan kecakapan berpikir maupun dalam melakukan suatu tindakan. Berpikir kreatif selalu dimulai dengan berpikir kritis, yakni menemukan dan melahirkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau memperbaiki sesuatu. Berpikir kreatif harus dikembangkan dalam proses pembelajaran, agar peserta didik terbiasa untuk mengembangkan kreativitasnya. …207

Pada umumnya, berpikir kreatif memiliki empat tahapan sebagai berikut.

Pertama, persiapan, yaitu sebuah proses pengumpulan berbagai informasi untuk diuji. Kedua, inkubasi, suatu rentang waktu untuk merenungkan hipotesis informasi tersebut sampai diperoleh keyakinan bahwa hipotesis tersebut rasional. Ketiga, iluminasi, yaitu suatu kondisi untuk menemukan keyakinan bahwa hipotesis tersebut benar, tepat, dan rasional. Keempat, verifikasi, sebuah pengujian kembali hipotesis untuk dijadikan sebuah rekomendasi, konsep, atau teori. Siswa dikatakan kreatif apabila mampu melakukan sesuatu yang menghasilkan sebuah kegiatan baru yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif dan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya baru.

Lantas, bagaimana aplikasi pembetajaran Bahasa Indonesia menggunakan cara aktif dan kreatif? Aplikasinya dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini.

a. Pemanasan dan Apersepsi
Pemanasan dan apersepsi perlu dilakukan untuk menjajaki pengetahuan peserta didik, memotivasi peserta didik dengan menyajikan materi yang menarik, dan mendorong mereka untuk mengetahui berbagai hal baru. Pemanasan dan apersepsi ini dapat dilakukan sebagai berikut:

1) Mulailah pembelaj’ayan dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami peserta didik. …208
2) Memotivasi peserta didik dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi kehidupan mereka.
3) Gerakkan peserta didik agar tertarik dan bernafsu untuk mengetahui haI-hal yang baru.

b. Eksplorasi
Tahap eksplorasi merupakan kegiatan pembelajaran untuk mengenalkan bahan dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang telah dimiIiki peserta didik. Hal tersebut dapat ditempuh sebagai berikut.
1) Perkenalkan materi standar dan kompetensi dasar‘yang harus dimiliki oleh peserta didik.
2) Kaitkan materi standar dan kompetensi dasar yang baru dengan pengetahuan dan kompetensi yang sudah dimiliki oleh peserta didik.
3) Pilihlah metode yang paling tepat, dan gunakan secara bervariasi untuk meningkatkan penerimaan peserta didik terhadap materi standar dan kompetensi baru.

c. Konsolidasi Pembelajaran
Konsolidasi merupakan kegiatan untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembentukan kompetensi dan mengaitkan kompetensi dengan kehidupan peserta didik. Konsolidasi pembelajaran ini dapat dilakukan sebagai berikut.

1) Libatkan peserta didik secara aktif dalam menafsirkan dan memahami materi standar dan kompetensi baru. …209

2) Libatkan peserta didik secara aktif dalam proses pemecahan masalah (problem solving), terutama dalam masalah-masalah aktual.
3) Letakkan penekanan pada kaitan struktural, yaitu kaitan antara materi standar dan kompetensi baru dengan berbagai aspek kegiatan dan kehidupan dalam lingkungan masyarakat.
4) Pilihlah metodologi yang paling tepat sehingga materi standar dapat diproses menjadi kompetensi peserta didik.

d. Pembentukan Kompetensi, Sikap, dan Perilaku
Pembentukan kompetensi, sikap, dan perilaku peserta didik dapat dilakukan sebagai berikut.
1) Doronglah peserta didik untuk menerapkan konsep, pengertian, dan kompetensi yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.
2) Praktikkan pembelajaran secara langsung agar peserta didik dapat membangun kompetensi, sikap, dan perilaku baru dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengertian yang dipelajari.
3) Gunakan metodologi yang tepat agar terjadi perubahan kompetensi, sikap, dan perilaku peserta didik. …210

e. Penilaian
Kegiatan penilaian dapat dilakukan sebagai berikut.
1) Kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta didik.
2) Gunakan hasil penilaian tersebut untuk menganalisis kelemahan atau kekurangan peserta didik dan masalahmasalah yang dihadapi guru dalam memberikan kemudahan kepada peserta didik.
3) Pilihlah metode yang paling tepat sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. …211

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.206-211

One thought on “Aplikasi Praktis Pengajaran Teori Konstruktivisme Dilakukan dengan Aktif dan Kreatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *