Aplikasi Pembelajaran Investigation Group

By | 07/07/2020

AsikBelajar.Com | Model investigasi kelompok merupakan model pembelajaran yang melatih para siswa berpartisipasi dalam pengembangan sistem sosial dan secara bertahap belajar bagaimana menerapkan metode ilmiah untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Model ini merupakan bentuk pembelajaran yang mengombinasikan dinamika proses demokrasi dengan proses inquiry akademik. Melalui negosiasi siswa-siswa belajar pengetahuan akademik dan mereka terlibat dalam pemecahan masalah sosial. Dengan demikian, kelas harus menjadi sebuah miniatur demokrasi yang menghadapi masalah-masalah. Dengan adanya masalah, para siswa akan memperoleh pengetahuan dan menjadi sebuah kelompok sosial yang Iebih aktif dan efektif.

Model investigasi group

lde model pembelajaran group investigation bermula dari perspektif filosofis terhadap konsep belajar. Untuk dapat belajar, seseorang harus memiliki pasangan atau teman. Pada tahun 1916, John Dewey menulis sebuah buku Democracy and Education (Arends, 1998). Dalam buku itu, Dewey menggagas konsep pendidikan bahwa kelas seharusnya merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan nyata. Pemikiran Dewey yang utama tentang pendidikan adalah:

1. Siswa hendaknya aktif, learning by doing,
2. Belajar hendaknya didasari motivasi intrinsik, …294
3. Pengetahuan adalah berkembang, tidak bersifat tetap,
4. Kegiatan belajar hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa,
5. Pendidikan harus mencakup kegiatan belajar dengan prinsip saling memahami dan saling menghormati satu sama lain, artinya prosedur demokratis sangat penting,
6. Kegiatan belajar hendaknya berhubungan dengan dunia nyata,

Gagasan-gagasan Dewey akhirnya diwujudkan dalam model group-investigation yang kemudian dikembangkan oleh Herbert Thelen. Thelen menyatakan bahwa kelas hendaknya merupakan miniatur demokrasi yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial antarpribadi. Dalam hal ini, guru berperan memberikan informasi dan instruksi yang jelas, memberikan bimbingan seperlunya dengan menggali pengetahuan siswa yang menunjang pada pemecahan masalah (bukan menunjukkan cara penyelesaiannya), memberikan dorongan sehingga siswa lebih termotivasi, menyiapkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh siswa, dan memimpin diskusi pada pengambilan kesimpulan akhir.

1. Kelebihan Model Investigation Group
Model pembelajaran ini memiliki kelebihan secara pribadi maupun sosial. Secara pribadi, keuntungannya antara lain dalam proses belajarnya dapat bekerja secara bebas, …295

memberi semangat untuk berinisiatif, kreatif, dan aktif, rasa percaya diri dapat lebih meningkat, dapat belajar untuk memecahkan, serta menangani suatu masalah.

Sedangkan kelebihan ditinjau dari sisi sosial kelompok adalah meningkatkan belajar bekerja sama, belajar berkomunikasi baik dengan teman sendiri maupun guru, belajar berkomunikasi yang baik secara sistematis, belajar menghargai pendapat orang lain, dan meningkatkan partisipasi dalam membuat suatu keputusan.

2. Langkah-Langkah Pembelajaran Investigation Group
Langkah-Iangkah pembelajaran investigation group menurut Krismanto, (2003) terdiri dari enam tahapan sebagai berikut.

a. Tahap Mengidentifikasi Topik dan Pengelompokan
Para siswa memilih berbagai sub topik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok pembelajaran ini bersifat heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik, maupun kemampuan akademik. …296

b. Tahap Merencanakan Penyelidikan Kelompok
Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah pertama di atas.

c. Tahap Melaksanakan Penyelidikan
Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan keterampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber, baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.

d. Tahap Menyiapkan Laporan Akhir
Para siswa menganalisis dan mensintesiskan berbagai informasi yang diperoleh pada langkah ketiga dan merencanakan agar dapat diringkas dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.

e. Tahap Menyajikan Laporan
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. …297

 

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.295-303.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *