Aplikasi Model Reception Learning

AsikBelajar.Com | Teori reception learning merupakan teorinya David Ausubel. Karenanya, teori ini sering juga disebut dengan teori Ausubel …251

Langkah-langkah yang biasanya dilakukan guru untuk menerapkan belajar ala teori Ausubel adalah advance organizer, progressive differential, integrative reconciliation, dan consolidation.

1. Advanced Organizer
Hal ini terkait dengan penyampaian awal tentang materi yang akan dipelajari siswa. Diharapkan siswa secara mental akan siap untuk menerima materi jika sebelumnya mereka mengetahui materi apa yang akan disampaikan guru. Berikut ini adalah contoh yang bisa dilakukan pada langkah pertama ini:
a. Berikan daftar definisi dari istilah yang paling penting yang akan kita gunakan dalam pelajaran.
b. Jelaskan secara singkat konsep penting yang akan didiskusikan dalam kelas.

2. Progressive Differential
Materi pelajaran yang disampaikan guru hendaknya bertahap. Diawali dengan hal-hal atau konsep yang umum, kemudian dilanjutkan ke hal-hal yang khusus, disertai dengan contoh-contoh. Misalnya:
a. Dalam kelas ilmu pengetahuan, edarkan gambar yang menunjukkan sejumlah contoh binatang atau tanaman yang akan didiskusikan. …252
b. Dalam kelas agama, dapat memberikan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari.

3. Integrative Reconciliation
Langkah ini merupakan penjelasan yang diberikan oleh guru tentang kesamaan dan perbedaan konsep-konsep yang telah mereka ketahui dengan konsep yang baru saja dipelajari. Maksudnya, fokuskan pembahasan pada persamaan dan perbedaan dalam menyajikan suatu materi dalam pembelajaran. Misalnya:
a. Dalam kelas sejarah, tanyakan kepada siswa perbedaan dan persamaan antara negara utara dan selatan sebelum Perang Dunia ll.
b. Bisa juga dengan menanyakan persamaan dan perbedaan antara burung dengan ayam dan lain sebagainya.

4. Consolidation
Pemantapan materi dalam bentuk menghadirkan lebih banyak contoh atau latihan, sehingga siswa bisa lebih paham dan selanjutnya siap menerima materi baru.

Dalam hal ini, contoh yang bisa diterapkan, dalam menggambarkan hewan pemakan segala (omnivora) pada pelajaran biologi, guru bisa menjelaskan secara Iuas dan memberikan contoh tidak hanya satu namun banyak. …253

Menurut sumber lainnya, langkah ini juga harus disampaikan secara terorganisasi dan memberikan motivasi belajar siswa seperti dalam contoh berikut ini:
a. Gunakan diagram sederhana sewaktu-waktu jika memungkinkan.
b. Mulailah pelajaran dengan suatu tinjauan terlebih dahulu. Kemudian, berilah kesimpulan pada setiap bagian hal-hal penting, dan akhiri dengan kesimpulan umum.
c. Ketika siswa memberikan jawaban dari buku, mintalah kepada mereka untuk menjawab dengan kata-katanya sendiri atau memberikan contoh.

Selain contoh Iangkah-langkah tersebut, Ausubel juga memberikan contoh lain dalam pembelajaran bermakna dalam kisah berikut.

Seorang anak percaya bahwa semua yang berbulu dan berkaki empat adalah anjing. Kemudian, ia melihat jenis anjing yang belum pernah ia lihat sebelumnya, dan ia berkata, “itu anjing (asimilasi).” Kemudian, anak tersebut melihat rakun, kucing, atau tupai atau apa saja, dan anak itu berkata, “itu anjing!” Tetapi, orang tuanya mengatakan padanya, ”ltu bukan aniing, saya, tapi rakun.” Jadi, anak mengakomodasi, “Tidak semua yang berbulu dan berkaki empat adalah anjing.

Teori AusubeI juga menekankan bahwa dalam proses belajar bermakna menggunakan pendekatan teori asimilasi. …254

Dalam hal ini, asimilasi kadang-kadang dikenal sebagai integrasi atau penggabungan, yaitu proses di mana karakteristik anggota kelompok masyarakat mengalami akulturasi dengan kelompok masyarakat lainnya, sehingga menghasilkan sesuatu yang saling menyerupai satu sama lain.

Asimilasi juga merupakan suatu proses di mana seseorang mengambil materi ke dalam pikiran mereka dari lingkungan, yang dapat berarti mengubah bukti indra mereka untuk membuatnya cocok. Seperti halnya dalam contoh sebelumnya, seseorang anak dapat mengetahui dan menyimpulkan suatu materi baru bahwa tidak se-mua binatang yang berbulu dan berkaki empat adalah anjing.

Proses pengambilan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya dikenal sebagai asimilasi. Proses ini agak subjektif. Sebab, kita cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang agak cocok dengan keyakinan yang sudah ada sebelumnya. Dalam contoh tadi, melihat anjing dan dijuluki ”anjing” adalah contoh mengasimilasi binatang itu ke dalam skema anjing pada anak. …255

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.251-255

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *