Aplikasi Model Kontekstual Learning

By | 29/06/2020

AsikBelajar.Com | Di dalam kontekstual learning, terdapat tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pendekatan kontekstual di kelas. Ketujuh komponen utama itu adalah konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry); masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (autentik assessment).

Sebuah kelas dikatakan menggunakan pendekatan kontekstual jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. Untuk melaksanakan pendekatan kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja dan kelas yang bagaimanapun keadaannya.

Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.
1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
3. kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
4. Ciptakan masyarakat belajar. …273
5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

Dalam menerapkan pembelajaran kontekstual di kelas, seorang guru harus memperhatikan tujuh komponen CTL sebagai berikut:

1. Komponen konstruktivisme
Kegiatan yang dilakukan pada komponen ini adalah siswa memberi komentar atau tanggapan terhadap alat peraga yang diberikan berdasar pada pertanyaan yang diberikan pada guru atau siswa lainnya. Guru juga mengarahkan siswa dalam menemukan konsep-konsep dalam materi pelajaran. Hal ini dilakukan agarsiswa mampu membangun pemahaman sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal. Oleh karena itu, pembelajaran harus dikemas menjadi proses ”mengonstruksi” bukan menerima pengetahuan.

2. Komponen bertanya
Kegiatan yang dilakukan pada komponen bertanya adalah guru membimbing siswa untuk mengemukakan pertanyaan terhadap materi yang dipelajari. Di sini, kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa, terutama terhadap siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inkuiri. …274

3. Komponen menemukan
Kegiatan yang dilakukan pada komponen menemukan adalah guru membimbing siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai melalui observasi dan memanipulasi alat Peraga dengan mengaitkan antara masalah dengan konteks keseharian siswa sehingga dari mengamati siswa dapat memahami masalah tersebut.

4. Komponen masyarakat belajar
Kegiatan yang dilakukan pada komponen masyarakat belajar adalah guru membimbing siswa dalam kelompok-kelompok belajar dalam mengatasi masalah. Di dalam kelompok belajar tersebut, ditekankan untuk saling belajar antara satu dengan siswa lain dalam satu kelompok. Hal ini dimungkinkan agar tertukar ide dan pengalaman masingmasing siswa karena antara satu siswa dan siswa Iainnya memiliki karakter dan pemahaman yang berbeda-beda. Dengan pertukaran ide dan pengalaman tersebut, siswa saling melakukan pembelajaran dan bisa memecahkan masalah bersama.

5. Komponen pemodelan
Kegiatan yang dilakukan pada komponen pemodelan adalah guru membagikan alat peraga yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Karena itu, guru sebaiknya menampilkan suatu contoh agar siswa berpikir, bekerja dan belajar. …275

Di sini, siswa juga harus mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya.

6. Komponen refleksi
Melakukan refleksi terhadap proses pemecahan masalah yang dilakukan berupa membahas haéil pekerjaan siswa serta menyimpulkan isi materi yang telah diajarkan. Di sini, siswa berpikir tentang apa yang telah kita pelajari dan mencatatnya dengan teliti. Bisa juga poin refleksi tersebut yang berhasil dicatat kemudian dibuat semacam jurnal, karya tulis atau lainnya.

7. Komponen penilaian yang sebenarnya
Kegiatan yang dilakukan pada komponen penilaian yang sebenarnya adalah dengan mengukur dan mengevaluasi penyelidikan siswa dan proses-proses yang mereka gunakan. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pengetahuan dan keterampilan dari masing-masing siswa atau kelompok. Cara ini bisa dilakukan dengan memberi penilaian terhadap produk dan tugas-tugas yang relevan dan kontekstual. …276

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.273-276.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *