Aplikasi Model Discovery Learning

AsikBelajar.Com | Jika Anda ingin mengaplikasikan model belajar discovery learning ini, setidaknya dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan aplikasi tersebut dan tahap kedua memperhatikan prosedur aplikasinya.

Metode discovery learning

1. Tahap Persiapan dalam Aplikasi Model Discovery Learning
Dalam rangka mengaplikasikan metode discovery learning di dalam kelas, seorang guru bidang studi harus melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Berikut ini tahap perencanaan menurut Bruner (1969):

A. Menentukan tujuan pembelajaran. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya).
C. Memilih materi pelajaran.
D. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa segara induktif (dari contoh-contoh generalisasi). …248
E. Mengembangkan bahan-bahan belajar ya’ng berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa.
F. Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik.
G. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.

2. Prosedur Aplikasi Discovery Learning
Menurut Syah (2004), dalam mengaplikasikan model discovery learning di dalam kelas, tahapan atau prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum adalah sebagai berikut:

a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
Pertama-tama, pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Pada tahap ini, guru bertanya dengan mengajukan persoalan atau menyuruh anak didik membaca atau mendengarkan uraian yang memuat permasalahan. Stimulation pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan. Dalam hal ini, Bruner memberikan stimulation menggunakan teknik bertanya, yaitu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan …249

yang dapat menghadapkan siswa pada kondisi internal yang mendorong eksplorasi.

b. Problem statement (pernyataan/ identifnkas‘u masalah).
Setelah dilakukan stimulation, langkah selanjutnya adalah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentiflkasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran. Kemudian, salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).

c. Data collection (pengumpulan data).
Ketika eksplorasi berlangsung, guru juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak~banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar atau tidaknya suatu hipotesis. Dengan demikian, anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collect) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri, dan sebagainya.

d. Data processing (pengolahan data).
Data processing merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan. Data …250

processing disebut juga dengan coding atau pengkodean/ kategorisasi yang berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi. Dari generalisasi tersebut, siswa akan mendapatkan pengetahuan baru tentang alternatifjawaban/ penyelesaian yang perlu mendapat pembuktian secara logis.

e). Verification (pentahkikan/pembuktian).
Menurut Bruner, verification bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.

f). Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)
Tahap generalization menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, tentu saja dengan memperhatikan hasil verifikasi. Dengan kata lain, tahap ini-berdasarkan hasil verifikasi tadi-anak didik belajar menarik kesimpulan atau generalisasi tertentd. Akhirnya, siswa dapat merumuskan suatu kesimpulan dengan kata-kata/tulisan tentang prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi. …251

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal. 248-251

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *