Aplikasi Model Assisted Learning

By | 25/06/2020

AsikBelajar.Com | Model assisted learning dalam pembelajaran ini mengacu pada pembelajaran scaffolding atau bantuan belajar. Model penerapan dari pembelajaran ini bisa diaplikasikan dan dimodifikasi dengan konsep belajar lain, seperti zone of proximal development atau ZPD. Berdasarkan teori ZPD dari …255

Vygotsky serta teori scaffolding dari Bruner, proses perubahan dari tahapan perkembangan aktual ke perkembangan potensial bisa terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara individu dengan individu lain yang mempunyai kemampuan lebih.

Oleh karena itu, guru memegang peranan penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang dapat menunjang peningkatan pemahaman siswa, sehingga siswa mampu mencapai perkembangan potensialnya. Ketika siswa telah mampu mencapai perkembangan potensialnya, maka siswa tersebut telah mampu berpikir tingkat tinggi. Agar implementasi pembelajaran dapat mencapai hasil yang memuaskan, mak’a model pembelajaran terbimbing dan ZPD perlu dijadikan sebagai landasan utama.

Hal yang tak kalah pentingnya bahwa di dalam perencanaan, guru perlu menyiapkan bahan ajar yang tepat dan relevan. Bahan ajaryang digunakan harus dirancang oleh guru ke dalam bentuk soal pemecahan masalah yang memungkinkan disajikan di awal pembelajaran. Misalnya, mata pelajaran yang dipilih dalam aplikasi praktis ini adalah matematika. Setelah guru menyiapkan perencanaan pembelajaran dengan matang, selanjutnya guru mulai mengatur pelaksanaan kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran adaiah sebagai berikut: ..256

1. Kegiatan awal
a. Guru mengondisikan siswa untuk siap memulai pembelajaran.
b. Guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi kepada siswa.
c. Mengajukan suatu konteks permasalahan.

2. Kegiatan lnti
a. Setelah siswa memahami konteks permasalahan, kemudian siswa diberi lembar kegiatan.
b. Pada 15 menit pertama, siswa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan jawaban secara individual. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat menelaah permasalahan yang diajukan.
c. Kemudian, kurang lebih 25 menit berikutnya, siswa diminta untuk menyelesaikan jawaban secara berkelompok heterogen (2-4 orang). Hal ini dimaksudkan agar anak dapat berinteraksi dan saling bertukar pemikiran. Secara tidak langsung, intervensi dalam kegiatan ini dapat terjadi antara siswa denggn siswa lain di dalam satu kelompok. Di samping itu, guru juga dapat melakukan teknik scaffolding dengan tepat selama proses kegiatan.
d. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. …257

3. Kegiatan akhir
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang dipelajari.
b. Guru menutup pembelajaran.

4. Penilaian

Penilaian prestasi aspek kognitif dilakukan melalui pemberian pretest (tes awal) dan posttest (tes akhir) yang harus dikerjakan oleh siswa pada awal tindakan dan akhir pelaksanaan tindakan. Penilaian prestasi belajar aspek afektif pada pembelajaran ini dapat dilihat dari kegiatan siswa ketika bekerja sama di dalam kelompok, keaktifan di dalam kelompok, serta keberanian bertanya dan menjawab.

Sedangkan untuk penilaian prestasi belajar aspek psikomotorik pada pembelajaran ini dapat dilihat dari kemampuan siswa memasukkan rumus atau konsep matematika ke dalam penyelesaian masalah serta kemampuannya di dalam mengaplikasikan pengetahuan ke dalam kegiatan sehari-hari. Pada dasarnya, penilaian ditujukan untuk melihat sampai di mana tingkat keberhasilan teknik scaffolding dalam meningkatkan perkembangan siswa dari perkembangan aktualnya ke perkembangan potensialnya. Sehingga, siswa tersebut mampu berpikir tingkat tinggi.

Seiain itu, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam aplikasi model pembelajaran ini. Pertama, pemberian scaffolding secara tepat mampu meningkatkan kemampuan …258

berpikir tingkat tinggi siswa. Dengan demikianh teknik ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru di dalam proses pembelajaran. Kedua, bahan ajar yang relevan. Penyajian masalah serta pemberian bantuan harus sangat diperhatikan oleh guru. Oleh karena itu, yang perlu dipertimbangkan oleh guru adalah kualitas konteks permasalahan yang relevan dan tepat serta waktu dan sasaran yang tepat untuk melakukan teknik scaffolding. …259

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal.255-259

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *