Aksiologis Sebagai Cabang Filsafat

By | July 23, 2022

AsikBelajar.Com | Nilai-nilai kebenaran, keindahan, kebaikan, dan religius adalah nilai-nilai keluhuran hidup manusia. Nilai- nilai keluhuran hidup manusia dibahas oleh cabang filsafat yang disebut aksiologi. Aksiologi membahas tentang nilai secara teoretis yang mendasar dan filsafati, yaitu membahas nilai sampai pada hakikatnya. Karena aksiologi membahas tentang nilai secara filsafati, maka juga disebut philosophy of value (filsafat nilai). Aksiologi #79

adalah cabang Filsafat yang menganalisis tentang hakikat nilai yang meliputi nilai-nilai kebenaran, keindahan, kebaikan, dan religius.

Hakikat nilai adalah kualitas yang melekat dan menjadi ciri segala sesuatu yang ada di alam semesta dihubungkan dengan kehidupan manusia. Nilai bukanlah murni pandangan pribadi terbatas pada lingkungan manusia. Nilai merupakan bagian dari keseluruhan situasi metafisis di alam semesta seluruhnya. Pengertian nilai apabila dibahas secara filsafati adalah persoalan tentang hubungan antara manusia sebagai subjek dengan kemampuan akalnya untuk menangkap pengetahuan tentang kualitas objek- objek di sekitarnya. Kemampuan manusia menangkap nilai didasari adanya penghargaan yang dihubungkan dengan kehidupan manusia. Fakta yang meliputi keseluruhan alam semesta bersama manusia menciptakan situasi yang bernilai. Pernyataan tentang nilai tidak dapat dikatakan hanya berasal dari dalam diri manusia sendiri, tetapi kesadaran manusia menangkap sesuatu yang berharga di alam semesta.

Hirarkhi Nilai
Nilai-nilai dalam kenyataannya ada yang lebih tinggi dan ada yang lebih rendah. Hirarkhi nilai dikelompokkan ke dalam empat tingkatan seperti berikut. Pertama, nilai- nilai kenikmatan. Tingkatan nilai ini meliputi nilai-nilai kebendaan yang mengenakkan secara jasmaniah dan menyebabkan orang senang. Contoh: rasa enak setelah #80

makan, atau karena mempunyai uang yang banyak. Kedua, nilai-nilai kehidupan. Tingkatan nilai kehidupan meliputi nilai-nilai yang penting bagi kehidupan pribadi dan bermasyarakat. Contoh: keterampilan, kesehatan, kesejahteraan perorangan sampai dengan keadilan bermasyarakat. Ketiga, nilai-nilai spiritual. Tingkatan nilai spiritual meliputi macam-macam nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung pada keadaan jasmani. Nilai kejiwaan ini meliputi kebenaran, keindahan, dan kebaikan. Keempat, nilai-nilai kerohanian. Tingkatan nilai kerohanian meliputi modalitas nilai yang suci. Nilai kerohanian ini terdiri dari nilai- nilai pribadi, terutama dalam hubungannya dengan Tuhan sebagai pribadi paling tinggi dan suci. Contoh: keimanan dan ketakwaan.

Lihat Halaman Selanjutnya [Klik Disini]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *