Agar Anak Memiliki Kecerdasan Moral dan Kecerdasan Spiritual

By | 03/02/2021

AsikBelajar.Com | Usaha guru atau pendidik anak usia dini untuk semakin menumbuhkan dan mengembangkan moral dan nilai-nilai agama anak adalah agar anak dapat memiliki kecerdasan moral dan spiritual.

Coles (2003) menyatakan jika anak mempunyai kecerdasan moral maka anak akan menjadi baik, lembut hati, selalu memikirkan orang lain, bijaksana, sopan, murah hati, rela untuk melihat dunia sebagaimana orang lain melihatnya, untuk mengalami dunia melalui mata orang lain, dan untuk bertindak berdasarkan pengetahuan itu dengan kelembutan hati.

Sedangkan kecerdasan spiritual adalah adanya perkembangan aspek mental yang menggerakkan seseorang untuk menerima konsep agama dengan sukarela (Hibana S. Rachman, 2002).

Sedangkan pengertian kecerdasan spiritual, seperti yang dikemukakan oleh Danah Zohar dan Jan Marshal (Ginanjar Agustian, 2001) adalah kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain, kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia seutuhnya, dan memiliki pola pemikiran, semua karena Tuhan. Dengan pengertian seperti itu, kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi manusia.

Oleh sebab itu, ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan spiritual menurut Karen Amstrong (2007 dalam Kompas, 12 Maret 2007) adalah seorang yang tidak melakukan kepada orang lain, apa yang tidak ingin dilakukan orang lain padanya (kaidah emas atau golden rule dari Kant) atau orang-orang yang tidak memperlakukan orang lain secara serampangan dan selalu menyantuni orang lain (menurut Konfusianisme) atau orang yang welas asih (menurut Buddha) atau orang yang dapat mengurangi ego sendiri dan orang yang selalu memeriksa perilaku diri sendiri dari pada mengritik orang lain (menurut Amos, Hosea dan Yeremia, para nabi Yahudi), atau orang yang selalu belajar berempati pada orang Jain dan mengembangkan visi welas asih di lingkungan mereka (menurut Socrates).

Amstrong (2007) lebih jauh juga menuliskan bahwa menurut para guru bijak tersebut, kecerdasan Spiritual akan didapat manusia jika manusia selalu melalukan pencarian Spiritual dengan melakukan kedermawanan dan kebajikan. Amstrong (2007) juga berpendapat bahwa manusia perlu mengembangkan kecerdasan spiritualnya agar dapat menghambat berkembangnya agresivitas diri. #8.28

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *