5 Macam Paragraf Berdasarkan Tujuan & Sifatnya - AsikBelajar.Com

5 Macam Paragraf Berdasarkan Tujuan & Sifatnya

AsikBelajar.Com | Pikiran utama dari sebuah paragraf hanya akan jelas kalau diperinci dengan pikiran-pikiran penjelas. Tiap pikiran penjelas dapat dituang ke dalam satu kalimat penjelas atau lebih. Malahan ada juga kemungkinan, dua pikiran penjelas dituang ke dalam sebuah kalimat penjelas. Tetapi sebaiknya sebuah pikiran penjelas dituang ke dalam sebuah kalimat penjelas.

Berdasarkan Tujuan dari Sifatnya, paragraf dibedakan menjadi lima macam, yaitu paragraf deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi (Wiyanto, 2006: 64).

1. Paragraf Deskripsi berasal dari verba to describe, yang artinya menguraikan, memerikan, atau melukiskan. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan #50

semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Contoh:
Wanita itu tampaknya tidak jauh usianya dari dua puluh tahun. Mungkin ia lebih tua, tapi pakaian dan lagak-lagaknya mengurangi umurnya. Parasnva cantik. hidung bangur dan matanya berkilauan seperti mata seorang India. Tahi lalat di atas bibirnya dan rambutnya yang ikal bergelombang-lombang menyempurnakan kecantikannya itu.

2. Paragraf Narasi (narration) secara harafiah bermakna kisah atau cerita. Paragraf narasi bertujuan mengisahkan atau menceritakan. Paragraf narasi kadang-kadang mirip dengan paragraf deskripsi. Bedanya, narasi mementingkan urutan dan biasanya ada tokoh yang diceritakan. Paragraf narasi tidak hanya terdapat dalam karya fiksi (cerpen dan novel), tetapi sering pula terdapat dalam tulisan nonfiksi. Contoh:

Supri menuturkan, siang itu tanggal 6 Mei 2011 ia sedang bersembahyang di dalam bloknya. Tiba-tiba ia mendengar suara gaduh, puluhan orang berhamburan keluar lewat pintu gerbang rutan salemba. Laki-laki yang belum menerima vonis itu langsung ikut kabur.

3. Paragraf eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Paragraf eksposisi biasanya digunakan untuk menyajikan pengetahuan/ilmu, definisi, pengertian, langkah-langkah suatu kegiatan, metode, cara, dan proses terjadinya sesuatu. Contoh:

Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan-bahan bakarnya yakni makanan yang ditelan menjadi energi panas dari energi mekanis. Nasi yang #51

Anda makan pada waktu sarapan akan dibakar dalam tubuh persis sebagaimana bensin dibakar daam silinder mesin mobil

4. Istilah argumentasi diturunkan dari verba to argue (Ing) yang artinya membuktikan atau menyampaikan alasan. Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi, atau opini tertulis kepada pembaca. Contoh:

Penebangan hutan harus segera dihentikan. Pohon-pohon dihutan harus dapat menyerap sisa-sisa pembakaran dari pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. Jika hutan ditebang habis, maka tidak ada mesin yang bisa menyerap sisa-sisa pembakaran. Sisa-sisa membakaran itu dapat meningkatkan pemanasan global. Pemanasan global itu akan melelehkan gunung es di kutub. akibatnya kota-kota di tepi pantai seperti Jakarta, Surabaya, Singapura, Bangkok, dan lain-lainnya akan terendam air laut. Jika hutan kita terus ditebang demi kepentingan ekonomi, maka akan terjadi bahaya yang luar biasa hebatnya. Oleh sebab itu, hutan harus kita selamatkan sekarang juga.

5. Persuasi diturunkan dari verba to persuasi yang artinya membujuk, atau menyarankan. Paragraf persuasi merupakan kelanjutan atau pengembangan paragraf argumentasi. Persuasi mula-mula memaparkan gagasan dengan alasan, bukti, atau contoh untuk meyakinkan pembaca. Kemudian diikuti dengar ajakan, bujukan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca. Contoh:

Praktik berpidato memang luar biasa manfaatnya. Pengalaman setiap kali praktik merupakan pengalaman baik yang sangat berharga. semakin sering praktik, baik dalam berlatih maupun berpidato yang sesungguhnya, pengalaman patin itu semakin banyak. Dari pengalaman itu, pembicara #52

dapat menemukan cara-cara berpidato yang efektif dan memikat. Semakin banyak daya pikat ditemukan dan semakin sering diterapkan dalam praktik, semakin meningkat pula keterampilan pembicara.

Tidak dapat disangkal bahwa praktik berpidato menjadi semacam obat kuat untuk membangun rasa percaya diri. Bila rasa percaya diri itu sudah semakin besar, pembicara dapat tampil tenang tanpa digoda rasa malu, takut, dan grogi. ketenangan inilah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan pidato. Oleh Karena itu, untuk memperoleh keterampilan atau bahkan kemahiran berpidato, anda harus melaksanakan praktik berpidato. #53

Sumber:
Ngalimun. 2020. Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: K-Media. Hal. 50 – 53.

Contoh Lain dari Paragraf di atas:

Berikut contoh paragraf deskripsi:
1. Perjalanan ke gunung semeru merupakan salah satu perjalanan wisata yang tidak bisa saya lupakan, karena mulai dari perjalanan masuk ke pendakian, saya disuguhkan pemandangan yang luar biasa, pohon-pohon yang hijau, udara yang sejuk, dan penduduk pribumi yang ramah. Banyak juga para wisatawan yang istirahat sejenak untuk berfoto-foto karena memang pemandangannya sangat mengagumkan.

2. Perempuan itu tinggi semampai. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina.

Berikut contoh paragraf narasi:
1. Imam diberitahu temannya agar bergegas karena akan diajak temannya untuk cari makan, Ia langsung bergegas untuk bersih-bersih lalu siap-siap diteras nunggu dijemput temannya, setelah menunggu lama ternyata tidak jadi.

2. Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan,mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia.

Berikut contoh paragraf eksposisi:
1. Strategi dalam penanggulangan bencana yang dilakukan oleh tim SAR dilakukan untuk mencapai sebuah kekompakan regu untuk cepat tanggap setiap ada bencana. Kegiatan ini merupakan langkah perencanaan untuk selalu sikap siaga.

2. Ciplukan adalah tumbuhan semak yang biasa tumbuh di tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek dan hanya bisa ditemukan saat musim penghujan. Tumbuhan ini biasanya mempunyai tinggi antara 30-50 Cm, batangnya berwarna hijau kekuningan, buahnya berbentuk bulat dan berwarna kuning. Selain mempunyai rasa yang manis, ternyata buah ciplukan menyimpan beberapa khasiat penting untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Berikut contoh paragraf eksposisi:
1. Strategi dalam penanggulangan bencana yang dilakukan oleh tim SAR dilakukan untuk mencapai sebuah kekompakan regu untuk cepat tanggap setiap ada bencana. Kegiatan ini merupakan langkah perencanaan untuk selalu sikap siaga.

2. Ciplukan adalah tumbuhan semak yang biasa tumbuh di tanah-tanah kosong yang tidak terlalu becek dan hanya bisa ditemukan saat musim penghujan. Tumbuhan ini biasanya mempunyai tinggi antara 30-50 Cm, batangnya berwarna hijau kekuningan, buahnya berbentuk bulat dan berwarna kuning. Selain mempunyai rasa yang manis, ternyata buah ciplukan menyimpan beberapa khasiat penting untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Berikut contoh paragraf argumentasi:
1. Seharusnya pemerintah dalam memutuskan untuk menaikkan BBM harus dipikirkan masak-masak, karena kita tau sendiri kalau BBM naik, semua kebutuhan pokok juga pasti akan naik, pengusaha akan bingung menggaji karyawannya, sedangkan operasional perusahaan naik. Jadi, banyak aspek yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah kebijakan.

2. Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

Berikut contoh paragraf persuasi:
1. Narkoba merupakan salah satu dari berbagai jenis barang yang tidak boleh disalahgunakan dalam penggunaannya, kita tau sendiri bahwa narkoba sudah banyak memakan korban, BNN sendiri telah mencatat kalau setiap tahunnya di Indonesia 15.000 jiwa melayang akibat penyalahgunaan narkoba. Oleh sebab itu, marilah kita jauhi narkoba, selamatkan generasi penerus bangsa atau kita ikhlaskan kepada-Nya.

2. Susu sangat baik untuk kesehatan kita. Susu mengandung banyak kalsium yang sangat berguna untuk pertumbuhan tulang kita. Selain itu, susu juga memiliki banyak protein yang bisa membantu meningkatkan kecerdasan otak kita. Oleh karena itu, marilah kita perbanyak meminum susu.

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2021 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress