5 Kategori Bermain bagi Anak

By | 17/02/2021

AsikBelajar.Com | Perkembangan bermain bagi anak memberikan arti lebih. Permainan bukan hanya sekedar aktivitas yang dapat menarik anak secara suka rela dan dengan cara spontanitas, secara senang hati dan menyenangkan dan tidak mempunyai tujuan. Permainan yang menarik disediakan dengan tujuan agar anak dapat berinteraksi dengan anak lain tanpa diminta atau secara terstruktur. Bermain dengan teman sebaya merupakan salah satu jalan agar anak belajar dan mampu bersosialisasi seperti berputar, berbagi, bergabung dan bermusyawarah dengan anak yang lain.

Menurut penelitian, ada beberapa kategori tentang bermain, yaitu berikut ini,

1) Permainan: Permainan merupakan jenis permainan yang paling mudah untuk digunakan oleh anak, dan permainan ini akan terus berlanjut hingga anak remaja. Melihat dari fungsi bermain, anak akan mengikuti apa yang dilakukan ketika dia bicara dengan dirinya sendiri tentang apa yang dilakukan.

2) Bermain Konstruksi: Anak belajar menggunakan alat permainan yang berbeda dan mulai menggunakan sebuah rencana untuk mengambil suatu benda bersama-sama. Mereka belajar menyusun benda-benda, #9.64

membuatnya menjadi sesuatu, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sudah direncanakan.

3) Bermain Pura-pura atau Bermain Simbolik: Anak berakting pada suatu. situasi yang pernah dilihatnya atau yang merupakan pengalamannya. Mereka membuat peraturan dan pura-pura menjadi orang lain, dengan menggunakan benda nyata atau tiruan. Tipe Permainan ini adalah “permainan sosiodrama,” dengan menyediakan peralatan yang bagus agar anak mendapatkan kata-kata baru dan mengembangkan kemampuan bahasanya.

4) Bermain dengan Peraturan: Berikut beberapa contoh bentuk permainan yang berbeda dan permainan yang mengharuskan anak bergerak misalnya “Apa yang dikatakan Toni.” Dalam permainan ini anak mulai belajar bagaimana mengikuti peraturan dalam suatu permainan karena intinya permainan ini membuat anak belajar dan senang. Dalam permainan ini ‘tidak ada yang menang ataupun persaingan.

5) Bermain Fisik atau Permainan Berombak dan Berguling. Permainan ini mengembangkan kemampuan motorik, kognitif (berpikir dan. menjelaskan) dan perkembangan sosial. Anak-anak dapat “melampiaskan amarah”, seperti baru saja terlepas dari situasi yang menegangkan dan hal-hal yang membuat marah serta. mengecewakan dan di lain pihak bisa membuat anak lebih agresif dan berperilaku salah tingkah di luar kebiasaannya. Mereka juga dapat mengembangkan kemampuan mengontrol dirinya, seperti mereka belajar bagaimana aktif bermain tanpa harus menyakiti teman yang lain. Anak usia di bawah enam tahun lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain sendiri atau bersama teman sebaya. Sebuah penelitian menjelaskan tentang pentingnya memberikan batasan-batasan dalam bermain: belajar dan berimajinasi, kemampuan emosional, kemampuan fisik dan mengenalkan perilaku fisik yang agresif, kemampuan sosial; perkembangan bahasa, perhatian dan konsentrasi; bermusyawarah dan memecahkan masalah. Anak juga dapat belajar bermain dengan orang dewasa. Permainan yang menarik untuk diberikan guru kepada anak yaitu belajar untuk memahami orang lain. Permainan yang dapat dipahami dan dapat membantu pengasuh dan anak menjadi lebih sensitif dan menghargai orang lain, menjaga emosinya dan menjalin hubungan antara orang-orang yang berada di sekitar mereka.

Panduan untuk Bermain dengan Anak-anak

a) Menciptakan lingkungan yang aman untuk bermain.

b) Tanggap pada isyarat yang diberikan anak. #9.65

c) Mengikuti apa keinginan anak.

d) Melibatkan kemampuan fisik dan emosional.

e) Tenang dan nikmati permainan. #9.66

Sumber:
Aisyah, Siti. 2008. Materi Pokok Perkembangan dan Konsep dan Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional. Hal. 9.64 – 9.66

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *