4 Tahap Aplikasi Mengajar Guru di Kelas pada Teori Konstruktivisme

AsikBelajar.Com | Sedangkan praktik dari strategi mengajar pada pembelajaran konstruktivisme sebelumnya, maka aplikasi mengajar guru di kelas hendaknya mengikuti tahapan sebagai berikut:

1. Apersepsi
Pada tahap ini, guru hendaknya mampu mendorong siswa untuk mengungkapkan pengetahuan awal tentang konsep yang akan dibahas. Konsep yang dibahas itu sesuai dengan mata pelajaran dan tema pembahasan dalam pelajaran di kelas. Caranya cukup mudah, guru tinggal merangsang pertanyaan-pertanyaan problematik tentang fenomena yang …182

sering ditemui sehari-hari yang berkaitan dengan tema yang sedang dibahas. Misalnya, ketika materi pelajarannya menjelaskan tentang darah atau sirkulasi darah, maka guru bisa memberikan beberapa pertanyaan seputar darah kepada siswanya.

Sebagai contoh, siapakah yang belum pernah meIihat darah? Tahukah mengapa darah berwarna merah? Apa fungsi darah itu? Atau bisa juga dengan mengajukan pertanyaan seperti siapakah yang pernah mengalami luka berdarah? Seperti itu dan sebagainya. Dengan mengaitkan konsep yang akan dibahas dan mengomunikasikan dengan siswa maka mereka akan lebih mudah dalam menangkapnya. Dengan demikian, siswa belajar mengonstruksi sendiri pengetahuannya yang sudah dimiliki dari pengalaman sehari-hari dan membuatnya mudah mengerti.

2. Eksplorasi
Di tahap ini, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang tela’n dirancang. Kemudian, dibentuk kelompok-kelompok kecil untuk didiskusikan dengan kelompok Iain. Di sini, guru berperan merancang sebuah kegiatan untuk aktivitas belajar eksplorasi siswa. Dari aktivitas semacam ini, siswa mampu mengelompokkan, mengurai, dan mengatasi masalah secara bersama-sama. …183

3. Diskusi dan penjelasan konsep
Dalam hal ini, guru menyiapkan ruang diskusi kepada siswa secara langsung. Diskusi ini bisa dilakukan dengan sesama siswa di kelas dengan terlebih dahulu dibentuk kelompok belajar. Bisa juga dengan membagi siswa ke dalam kelompok tertentu dan guru bertugas memberi beberapa pertanyaan. Sebaiknya, sebelum diskusi dimulai, guru hendaknya membuat sebuah studi kasus tertentu yang harus diselesaikan oleh masing-masing kelompok. Hasil dari pembelajaran terhadap studi kasus tersebut kemudian didiskusikan secara bersama-sama dengan siswa kelompok lain. Saat siswa memberi penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil observasinya ditambah dengan penguatan pendidik, maka siswa membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari.

4. Pengembangan dan aplikasi
Pada tahap ini, guru hendaknya berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya. Iklim pembelajaran ini sangat dianjurkan berupa kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan isu-isu di lingkungannya. Bisa juga guru berusaha untuk suengaitkan satu kasus dengan kasus lain. Sehingga, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang telah diperoleh dan mampu mengaplikasikannya pada …184

bidang lain. Jika siswa pandai dalam mengembangkan sebuah materi pembelajaran yang telah diperoleh dan mengaplikasikannya, maka pemahaman tersebut akan semakin kuat tertanam di benaknya. …185

Sumber:
Cahyo, Agus N. 2013. Panduan Aplikasi Teori-Teori Belajar Mengajar Teraktual dan Terpopuler. Diva Press: Yogyakarta. Hal. 182-185

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *