3 Perbedaan Perkembangan Disiplin Diri dan Kelompok Anak - AsikBelajar.Com

3 Perbedaan Perkembangan Disiplin Diri dan Kelompok Anak

AsikBelajar.Com | Perkembangan disiplin yang dialami oleh anak dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. Perbedaan Usia Anak
Anak yang usianya lebih muda memerlukan penanaman disiplin yang lebih ketat. Dalam arti, banyak ha1 yang hams dikenalkan kepada anak di lingkungannya dibandingkan dengan anak yang lebih besar. Kemampuan untuk memahami mengapa sesuatu itu dilarang atau dibolehkan oleh orang tua masih sangat kurang dan terbatas. Keterbatasan komunikasi verbal, baik untuk #54

memahami pembicaraan orang tua lain maupun menyatakan pendapatnya secara verbal, menyebabkan orang tua atau guru harus menggunakan cara yang berbeda dari cara yang mereka gunakan untuk menghadapi anak yang lebih besar.

Anak yang berusia bayi (0-2 th) menierlukan peranan orang tua lebih besar untuk mengatur kegiatan anak, orang tua!ah yang menentukan kapan harus mandi, tidur, makan, ganti pakaian, dan bermain, keterbatasan kemarnpuan fisik motoriknya, keterbatasan bicara menyebabkan anak masih sangat memerlukan bantuan orang lain terutama ibunya untuk mengurus dan mengatur dirinya. Anak akan mengikuti semua aturan yang diterapkan ibunya. Oleh sebab itu pujian dan “hukuman” harus diberikan langsung setelah menghukumnya dan sebaliknya bila perilaku anak itu benar sesuai dengan perilaku standar yang berlaku di lingkungannya orang tua harus memberikan pujian kepadanya.

Hal ini dimaksudkan agar anak belajar memahami perilaku-perilaku apa yang diinginkan oleh lingkungannya dan perilaku-perilaku apa saja yang tidak diingini oleh lingkungannya, sehingga ia mendapat pujian atau hukuman. Dengan begitu anak mengenal perilaku-perilaku yang tidak dapat diterima sehingga dia mendapat hukuman, dan perilaku-perilaku yang sesuai yang menyebabkan dia mendapat pujian. Jadi pada anak usia bayi (0-2 th) otoriter orang tua sangat dominan dalam membentuk perilaku anak, sebaliknya pada saat usia anak 4-5 th (usia masuk TK), maka cara otoriter yang diberikan oleh orang tua dalam membentuk disiplin anak harus berbeda, sebab telah terjadi berbagai perubahan pada kehidupan anak. Seperti peningkatan keterapilan berkomunikasi secara verbal dengan perbendaharaan kata bertambah serta kemampuan menggunakan penjelasan-penjelasan yang bersifat deskriptif dengan menggunakan contoh-contoh yang konkrit akan menolongnya untuk mengetahui mengapa sesuatu itu tidak boleh dilakukan dan mengapa sesuatu itu boleh dilakukan. Dengan perkembangan bahasanya yang cukup pesat anak memasuki “dunia bertanya”.

Pada usia bertanya ini, anak tidak akan pusat dengan jawaban yang diberikan oleh ibunya, anak selalu akan bertanya sehingga sesuatu itu menjadi lebih jelas dan dimengerti olehnya. Contoh: Anak dilarang oleh ibunya bermain dengan korek api, anak akan bertanya “mengapa tidak boleh” dan ibu menjawab #55

karena berbahaya bisa terbakar dan anak akan terus bertanya mengapa berbahaya dan rnengapa bisa terbakar dan seterusnya Pertanyaan “mengapa” ini sering dilontarkan oleh anak kepada ibunya atau kepada gurunya Oleh sebab itu menghadapi anak usia bertanya sebaiknya orang tua/ibu dan guru banyak memberikan contoh konkrit dengan penjelasan lengkap yang dapat dimengerti oleh anak.

Pada usia 3 – 6 tahun terjadi perobahan cukup pesat pada diri anak yang kadang-kadang mengejutkan orang tuanya, sebagai akibat dari perkembangan fisik, keterampilan motorik, dan kemampuan bicaranya yang cukup pesat menyebabkan tejadi pula perobahan emosi dan sosialnya. Anak mulai menghadapi bahwa ia telah mampu mengurus dirinya sendiri dalam hal-hal tertentu, seperti: makan, mandi, menggosok gigi, menggunakan handuk dan sebagainya. Yang sebelumnya dilakukan oleh orang tuanya. Pada usia ini akan timbul sikap-sikap menentang dari anak karena ia menganggap sudah dapat mengutus dirinya sendiri. Anak sendiri yang akan menentukan kapan ia mandi, makan, dan bermain. Ia tidak mau dan menolak diatur-atur oleh orang lain. Keadaan demikian menunjukkan berkembangnya “sikap negativistik” pada diri anak.

Lihat Halaman Selanjutnya [Klik Disini]

Related Posts

AsikBelajar.Com

Blogger biasa yang berdomisili di Banjarmasin dan berharap blog ini bermanfaat buat pelajar, mahasiswa & masyarakat umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2022 AsikBelajar.Com - Theme by WPEnjoy · Powered by WordPress