11 Ciri Karakteristik Penelitian Kualitatif ala Arikunto

By | 10/02/2020

AsikBelajar.Com | Dapatkah kita mengenali ciri-ciri atau karakteristik penelitian kualitatif? Dari perbandingan singkat yang sudah disajikan, berikut ini disampaikan karakteristik penelitian kualitatif naturalistik, yaitu sebagai berikut.

Penelitian Kualitatif

1. Mempunyai sifat induktif yaitu pengembangan konsep yang didasarkan atas data yang ada, mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya. Desain dimaksud tidak kaku sifatnya sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk menyesuaikan diri dengan konteks yang ada di lapangan.

2. Melihat setting dan respons secara keseluruhan atau holistik. Dalam hal ini peneliti berinteraksi dengan responden dalam konteks yang alami, sehingga tidak memunculkan kondisi yang seolah-olah dikendalikan oleh peneliti.

3. Memahami responden dari titik tolak pandangan responden sendiri haI-hal yangdialami oleh peneliti tentang responden menyangkut Iima komponen, yaitu: (a) jati diri, (b) tindakan, (C) interaksi sosialnya, (d) aspek yang berpengaruh, dan (e) interaksi tindakan.

4. Menekankan validitas penelitian ditekankan pada kemampuan peneliti. Dalam penelitian kualitatif peneliti dihadapkan langsung pada responden maupun |ingkungannya sedemikian intensif sehingga peneliti dapat menangkap dan merefleksi dengan cermat apa yang diucapkan dan dilakukan oleh responden.

5. Menekankan pada setting alami. Penelitian kualitatif sangat menekankan pada perolehan data asli atau natural conditions. Untuk maksud inilah peneliti harus menjaga keaslian kondisi jangan sampai merusak atau mengubahnya. ltulah sebabnya pada awal-awal perkenalan dengan responden sebaiknya tidak mengatakan langsung apa maksud dan tujuan penelitiannya tetapi baru menciptakan kondisi normal-rapport.

6. Mengutamakan proses daripada hasil. Perhatian penelitian kualitatif lebih ditekankan pada bagdimana gejala tersebut muncul. Dengan kata Iain peneliti bukan mencari jawab atas pertanyaan ”apa” tetapi …32

”mengapa”. Untuk maksud butir (5) dan (6) inilah dianjurkan kepada peneliti untuk dapat melakukan pengamatan partisipatif ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh responden, mengikuti proses kehidupan sehari-hari.

7. Menggunakan non-probabilitas sampling. Hal ini disebabkan karena peneliti tidak bermaksud menarik generalisasi atas hasil yang diperoleh tetapi menelusurinya secara mendalam. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teknik-teknik yang kurang disarankan dalam penelitian kuantitatif karena kurang representatif. Ada empat teknik sampling yang disarankan, yaitu:
a. Accidential sampling, yaitu mengambil sampel dengan pertimbangan tertentu yang tidak dirancang pertemuannya terlebih dahulu.
b. Purposive sampling, yaitu menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal.
c. Cluster-quota sampling, yaitu memilih sejumlah responden dari wlayah tertentu sampai batas data yang diinginkan terpenuhi.
d. Snow-ball sampling – (Jw: gethok tular), yaitu peneliti memilih responden secara berantai. Jika pengumpulan data dari responden ke-1 sudah selesai, peneliti minta agar responden tersebut memberikan rekomendasi untuk responden ke-2, lalu yang ke-2 juga memberikan rekomendasi untuk responden ke-3, dan selanjutnya. Proses bola salju ini berlangsung terus sampai peneliti memperoleh data yang cukup sesuai kebutuhan.

Contoh:
Mula-mula peneliti menjumpai beberapa orang karyawan bank untuk diminta pendapatnya bagaimana upaya yang sebaik-baiknya terhadap nasabah yang dikategorikan sebagai mangkir membayar angsuran. Setelah wawancara berakhir, peneliti bertanya kepada para karyawan tersebut sebaiknya dari mana lagi pendapat untuk mengungkap kebekuan tersebut dapat diatasi. Mungkin sekali karyawan menunjuk beberapa orang pemimpin bank Iain yang mempunyai pengalaman.

Dari kelompok informan pertama dan kedua mungkin terselip rekomendasi atau usulan sebaiknya bertanya kepada sampel dari nasabah yang bermasalah. Begitulah peneliti mendatangi beberapa …33

8. Peneliti sebagai instrumen. Makna dari kalimat tersebut adalah bahwa peneliti tersebut:
a. Memiliki daya responsif yang tinggi, yaitu mampu merespons sambil memberikan interpretasi terus-menerus pada gejala yang dihadapi.
b. Memiliki sifat adaptabel, yaitu mampu menyesuaikan diri, mengubah taktik atau strategi mengikuti kondisi lapangan yang dihadapi.
c. Memiliki kemampuan untuk memandang objek penelitiannya secara holistik, mengaitkan gejala dengan konteks saat itu, mengaitkan dengan masa Ialu, dan dengan kondisi Iain yang relevan.
d. Sanggup terus-menerus menambah pengetahuan untuk bekal dalam melakukan interpretasi terhadap gejala.
e. Memiliki kemampuan untuk melakukan klasifikasi agar dengan cepat menginterpretasi. Selanjutnya peneliti juga diharapkan memiliki kemampuan menarik kesimpulan mengarah pada perolehan hasil.
f. Memiliki kemampuan untuk mengekspor dan merumuskan informasi sehingga menjadi bahan masukan bagi pengayaan konsep i|mu.

9. Menganjurkan penggunaan triangulasi, yaitu penyilangan informasi yang diperoleh dari sumber sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saia yang digunakan untuk mencapai hasil penelitian. Ada empat macam triangulasi da|am penelitian kualitatif, yaitu: (a) triangulasi data menambah atau memperkaya data sampai mantap sekali, (b) peneliti mengadakan pengecekan dengan peneliti Iain, (c) teori mencocokkan dengan teori terdahulu, dan (d) triangulasi metodologi mengumpulkan data dengan metode Iain.

10. Menguntungkan diri pada teknik dasar studi lapangan. Karakteristik ini diambil dari teori yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln (1985) yang mengatakan bahwa kebenaran itu dapat diperoleh hanya dari lapangan, yaitu merefleksikan kondisi sebenarnya yang ada di lapangan tersebut. Untuk memenuhi karakteristik ini peneliti dituntut memiliki kemampuan tinggi. Peneliti pemula yang belum banyak pengalaman meneliti, dan (mungkin) pemilikan ilmu yang mendasari untuk dapat meneropong dan menganalisis lingkungan secara cermat, disarankan Iebih baik menggunakan pendekatan kuantitatif yang sudah dibantu dengan instrumen. …34

11. Mengadakan analisis data sejak awal. Berbeda dengan analisis data pada penelitian kuantitatif yang dilakukan setelah semua data terkumpul, peneliti kualitatif naturalistik diharapkan seiak awal pengumpulan data sudah langsung menganalisis data dengan mengadakan interpretasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi. …35

Sumber:
Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.Hal.32-35.

Keyword terkait:
penelitian kualitatif menurut para ahli, penelitian kualitatif dan kuantitatif, penelitian kualitatif adalah, penelitian kualitatif pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *