Pencarian Sumber Daya Alam Nonkonvensional Untuk Kelangsungan Hidup Manusia

Pencarian sumber daya alam nonkovensional yang hangat pada saat ini ialah pemanfaatan energi Matahari, energi panas bumi, energi angin, energi pasang surut dan energi biogas. Manusia sudah sadar dan memahami, agar penggunaan energi masa depan dapat berlangsung terus-menerus (berkelanjutan) dan bersih tidak menimbulkan masalah baru dalam pencarian dan penggunannya. Iniah 5 Sumber Daya Alam Nonkonvenional tersebut:

1. Energi Matahari 
Sebagaimana kita ketahui bahwa Matahari merupakan sumber energi yang tidak dapat habis. Pemanfaatan  energi  matahari  sebenarnya  telah  kita  lakukan  misalnya  untuk mengeringkan bemacam-macam jemuran. kita harus dapat mencari teknik mengubah energi listrik menjadi energi lain, misalnya menjadi energi listrik.

Listrik dapat  timbul dari cahaya Matahari bila energi matahari  itu dapat mempengaruhi atom. Sehubungan dengan susunan atom unsur dan pembangkit listrik tenaga nuklir, bahwa atom itu terdiri atas inti atom dan kulit atom. Inti atom terdiri dari proton yang bermuatan listrik positif dan netron yang tidak bermuatan listrik, sedangkan kulit atom terdiri dari elekrton yang bermuatan listrik negatif yang bergerak mengelilingi inti atom itu. Perlu dilanjutkan teori atom itu yaitu bahwa jumlah elektron dalam sebuah atom sama dengan jumlah protonnya sehingga atom itu bermuatan listrik netral. dalam keadaan demikian, atom itu stabil. Namun bila terdapat energi tambahan, maka akan terganggu kestabilannya sebab elektron-elektron menjadi kelebihan energi. Bila kedua unsur yang cenderung positif (X) dan cenderung negatif (Y) kita dekatkan kemudian dipanaskan, maka akan terjadi aliran elektron dari unsur X ke Y. Aliran electron itu dinamakan listrik. Prinsip inilah yang digunakan untuk membuat fotosel atau sel pembangkit listrik dengan bersumber dari foto dan cahaya. boron mempunyai sifat cenderung melepaskan untuk menerima elektron lebih banyak. Sebaliknya, silicon bersifat sebagai semi konduktor, artinya hanya dapat menghantarkan arus listrik ke satu arah. 

Pengubahan Energi cahaya menjadi Energi listrik mempunyai prospek yang baik karena Energi listrik yang terbentuk itu dapat diubah bentuknya sesuai dengan keperluan. Energi listrik dapat disimpan dalam accumulator, yang setiap saat dapat dimanfaatkan kembali. 

Energi matahari dapat diubah menjadi Energi panas yang dapat digunakan dalam bentuk kompor yang berprinsip sebagai berikut. Cahaya Matahari ditampung dengan sebuah cermin cekung yang bergaris tengah 3m. Dengan cermin cekung itu, Matahari akan terkumpul dalam satu titik api. Pada titik api tersebut, diletakan suattu lempengan logam, maka lempengan itu akan menjadi panas. Selanjutnya diatas lempengan itu dapat diletakan ceret untuk memasak air.

2. Energi Panas Bumi
Energi geothermal atau energi panas bumi adalah energi yang berasal dari inti bumi. Inti bumi merupakan bahan yang terdiri atas berbagai jenis logam dan batu yang berbentuk cair yang memiliki suhu tinggi.

Energi geothermal yang dapat kita manfaatkan saat ini ialah panas bumi yang berasal dari magma. Magma adalah batuan cair atau panas yang terdapat dalam kerak bumi. Bila magma sampai ke permukaan bumi, maka di sebut lava. Lava inilah yang membentuk gunung-gunung itu dibedakan menjadi gunung yang aktif dan gunung yang tidak aktif. Gunung yang  aktif disebut gunung berapi, yaitu gunung yang mulutnya berhubungan dengan magma.

Pada dataran tinggi yang mempunyai gunung berapi, biasanya terdapat sumber-sumber air panas atau semburan-semburan ke atas permukaan bumi yang disebut geyser. Apa yang keluar dari pemboran itu dapat berupa gas uap air panas atau air panas, tergantung dari letaknya.
Bila yang menyembur keluar itu uap air panas, adalah sangat menguntungkan karena dapat  memutar turbin uap. Turbin ini dikaitkan dengan generator pembangkit listrik. Dengan begitu kita akan memperoleh Energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Namun, jika yang keluar adalah air dilakukan panas, penggunaan untuk pembangkit listrik tidak dapat secara langsung.

3. Energi Angin
Udara yang bergerak disebut angin dan dapat terjadi karena perbedaan tekanan di suatu tempat dengan ttempat yang lain. Pemanfaatan angin merupakan salah satu cara menghemat energi yang berasal dari minyak bumi. 

Energi angin dapat dimanfaatkan untuk diubah menjadi energi listrik yang prinsipnya sangat sederhana, yaitu angin “ditangkap” oleh baling-baling atau katakanlah rotor bersayap. Energi putaran (energi mekanis) diteruskan untuk memutar generator pembangkit listrik. Angin akan tetap bertiup sepanjang zaman, maka angin juga merupakan salah satu energi alternatif pengganti minyak.

4. Energi Pasang Surut
Energi pasang surut adalah Energi yang bersumber dari tenaga yang di timbulkan oleh daya tarik antara bumi dengan bulan. Energi pasang surut tidak ada batasnya, selama bulan masih berfungsi sebagai satelit yang mengelilingi bumi.

5. Energi Biogas 
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari sisa-sisa makhluk berupa sampah pertanian ,yaitu batang pohon jagung,jerami,sisa ampas kelapa,atau tumbuhan lain.sebagian bahan yang mengadung mikroba pengurai digunakan kotoran sapi.

Gas itu dapat dinaikan mutunya dan di hilangkan baunya yang di bubuhi sedikit kapur, dengan pencucian itu bau gas yang tidak enak menjadi hilang dan Gas CO2 yang tidak berguna untuk bahan bakar di serap oleh air kapur sehingga biogas yang di peroleh dapat dibakar dengan hasil  panas yang tinggi. Biomassa adalah segala jasad mahkluk hidup yang di gunakan untuk menghasilkan energi bila di bakar, yaitu berupa sampah–sampah organik sebagai sisa – sisa produksi pertanian. Pengambilan energi dari biomassa prinsip nya adalah membakar biomassa itu dalam tungku pembakar, Panas yang timbul digunakan untuk menggrakan turbin Uap, selanjut nya turbin Uap dapat mengerakan Generator listrik. Usaha manusia untuk mencari energi penganti minyak bumi seperti yang baru di uraikan di atas hanyalah merupakan salah satu alternatif bagi manusia untuk dapat mempertahan kan eksitensi nya di muka bum, Kita mengetahui bahwa minyak bumi merupakan sumber daya yang sangat penting bagi kehidupan sehari–hari, Namun kita mengetahui juga bahwa sumber daya alam itu tidak dapat diperbaharui dan jumlahnya pun terbatas, sehingga manusia perlu berusaha mencari sumber energi lain bila inggin tetap mempertahan kan eksitensinya di masa yang akan datang masalah lain yang sangat vital adalah masalah pengunaan teknologi maju yang baru saja dibahas dalam bab di muka, yaitu pengunaan energi nuklir yang maha dasyad itu, keuntunganya sangat besar. Semua manusia di muka bumi ini bertanggung jawab atas kelestarianya yang berarti eksistensi manusia ditentukan oleh manusia sendiri, salah satu cara yang paling ampuh membatasi laju pertumbuhan penduduk. Beberapa  Ahli  memandang  masalah  lingkungan  hidup  yang  sebenarnya  adalah  termasuk kependudukan dan sebaliknya Lingkungan hidup itu termasuk hubungan antara manusia dengan lingkungan nya, baik biotik maupun Abiotik. kunci pokok untuk memahami permasalahan lingkungan hidup adalah pemahaman akan konsep–konsep ekosistem, tentang hal ini kita dapat membaca kembali. Lingkungan fisiknya adalah bumi kita ini maka semuanya tergantung pada prilaku manusia itu sendiri, baik terhadap lingkungan fisiknya maupun lingkungan masyarakat atau bangsa–bangsa di dunia bukan dari segi kepentingan manusia tetapi dari segi keseimbangan alam agar eksetensi manusia terjamin. Keunggulan ilmu Alamiah dan teknologi dalam bidang komunikasi sebenarnya tergantung pada manusia itu sendiri yang berada atau yang menguasai alat itu, dengan satelit buatan orang dapat menyalah gunakan nya untuk maksud –maksud jahat.  Dengan alat pengindra jarak jauh dapat dilihat segala sesuatu yang berada di perut bumi, misal nya adanya cadangan minyak, uranium dan sebagainya dari uraian di atas yang penting adalah moral manusia, karena moral itu menentukan langkah–langkah manusia kearah yang baik atau buruk.   

Sumber Pustaka::
  1. Jasin, Maskoeri. 2009. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  2. Ngili, Yohanis. 2010. Biokimia Dasar. Bandung: Rekayasa Sains.
  3. Sumardi, Yosaphat. 2004. Konsep Dasar IPA 1:    Materi dan Energi. Jakarta: Pusat Penerbitan Terbuka.
  4. Silaban, Pantur dkk. 1985. Fisika. Edisi ketiga. Jakarta: Penerbit Erlangga. 
  5. Tjasyono, Bayong. 2009. Ilmu Kebumian dan Antariksa : Alam Semesta. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.
Tag : Ujar
0 Comments for "Pencarian Sumber Daya Alam Nonkonvensional Untuk Kelangsungan Hidup Manusia"

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top