Prinsip dan Azas Supervisi Pengajaran

Supervisi secara umum dan supervisi pengajaran secara khusus memiliki beberapa prinsip, yaitu: “prinsip demokratis, koperatif, konstruktif dan kreatif, sistematis, penggunaan instrumen, realistik, dan prinsip inovatif” (Dawson, 1996; Tareja & Rusminah, 1994).  Neagley dan Evans (1980: 5-7) mengemukakan tiga prinsip utama supervisi sekolah modern, yaitu:
(1)    menciptakan dan memelihara hubungan baik diantara semua staf sekolah, (2) supervisi modern adalah demokratis, dan (3) supervisi modern adalah komprehensif.  Kesemua prinsip-prinsip supervisi tersebut harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai supervisor dalam melaksanakan supervisi kepada guru di kelas.

Prinsip demokratis dari supervisi pengajaran ialah kepala sekolah harus bersikap dan berprilaku demokratis dalam melakukan supervisi pengajaran terhadap guru di sekolah.  Prinsip koperatif supervisi pengajaan ialah kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi harus menunjukkan perilaku kerjasama dengan guru di sekolah untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja guru serta mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas.
Prinsip konstruktif dan kreatif mengandung makna bahwa supervisor di sekolah harus selalu mampu melakukan berbagai kegiatan konstruktif melalui pemikiran dan usaha yang kreatif untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja guru serta mutu proses dan hasil pembelajaran di kelas.  Prinsip sistematis dari supervisi pengajaran mengandung makna bahwa pengawasan atau supervisi pengajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru di sekolah harus dilaksanakan secara terencana, teratur, terprogram, dan berkesinambungan untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja guru serta mutu proses dan hasil pembelajaran di sekolah.
Prinsip penggunaan instrumen dari supervisi pengajaran mengandung makna bahwa untuk dapat memberikan bantuan profesional kepada guru melalui kegiatan supervisi pengajaran, digunakan instrumen untuk memperoleh data tentang kesulitan yang dialami oleh guru di sekolah.  Berdasarkan kondisi kesulitan tersebut, supervisor membantu guru meningkatkan profesionalitasnya dalam membelajarkan siswa di kelas.  Data yang dibutuhkan oleh supervisor ialah data yang cukup aktual.  Data tersebut merupakan bahan untuk mengevaluasi profesionalisme dan kinerja guru dalam melakukan proses belajar mengajar di kelas terjaring melalui instrumen pengumpul data berupa angket, tes, dan wawancara.
Prinsip realistik dari supervisi pengajaran mengandung makna bahwa kepala sekolah dalam melakukan kegiatan supervisi pengajaran kepada guru, harus memperhatikan situasi atau masalah nyata di sekolah yang dialami oleh para guru yang berkaitan dengan masalah proses belajar mengajar di kelas, dan prinsip inovatif mengandung makna bahwa supervisi pengajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah membawa perubahan baru dan metode baru dalam memberikan layanan dan pembinaan kepada para guru melalui kegiatan supervisi pengajaran untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja guru serta mutu proses dan hasil pembelajaran di sekolah.
Rifai (2005), Christian dan Kitto (1997)  juga mengemukakan bahwa ada sebelah prinsip dari supervisi pengajaran yang harus dipedomani oleh para kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan.  Kesebelas prinsip tersebut ialah sebagai berikut:
(1)    Supervisi hendaknya bersifat konstruktif dan kreatif, yaitu pada yang dibimbing dan diawasi harus dapat menimbulkan dorongan untuk bekerja, (2) supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang sebenar-benarnya (realistis dan mudah dilaksanakan), (3) supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya, (4) supervisi harus dapat memberikan perasaan aman kepada guru-guru dan pegawai yang disupervisi, (5) supervisi harus didasarkan atas hubungan profesional, bukan atas dasar hubungan pribadi, (6) supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap, dan prasangka guru-guru dan pegawai sekolah, (7) supervisi tidak bersifat mendesak (otoriter) karena dapat menimbulkan perasaan gelisah atau bahkan antipati dari guru-guru, (8) supervisi tidak boleh didasarkan atas kekuasaan pangkat kedudukan, atau kekuatan pribadi, (9) supervisi tidak boleh bersifat mencari-cari kesalahan dan kekurangan, (10) supervisi tidak dapat terlalu cepat mengharapkan hasil, dan tidak boleh lekas merasa kecewa, dan (11) supervisi hendaknya bersifat preventif, korektif, dan koperatif.

Prinsip supervisi bersifat preventif berarti supervisor harus berusaha mencegah jangan sampai timbul hal-hal negatif atau mengusahakan dan memenuhi syarat-syarat sebelum terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan.  Prinsip korektif mengandung makna, yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat, dan koperatif berarti bahwa dalam mencari kesalahan-kesalahan atau kekurangan dan usaha memperbaikinya dilakukan bersama-sama oleh supervisor dan orang-orang yang diawasi.
Sedangkan azas-azas supervisi akademik/pengajaran yang harus dipedomani oleh para kepala sekolah sebagai supervisor pendidikan ialah mencakup delapan azas yang harus diyakini oleh para supervisor.  Kedelapan azas supervisi akademik tersebut, menurut Satori (2006: 7-8) ialah mencakup azas-azas sebagai berikut:
(1)    Kualitas PBM sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional gurunya, (2) pengawasan terhadap penyelenggaraan PBM hendaknya menaruh perhatian yang utama pada peningkatan kemampuan profesional gurunya, (3) pembinaan yang tepat dan terus menerus yang diberikan kepada guru-guru berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran, (4) peningkatan mutu pendidikan melalui pembinaan profesional guru didasarkan atas keyakinan bahwa mutu pembelajaran dapat diperbaiki dengan cara paling baik di tingkat sekolah atau kelas melalui pembinaan langsung dari orang-orang yang bekerjasama dengan guru-guru untuk memperbaiki mutu pembelajaran, (5) supervisi yang efektif dapat menciptakan kondisi yang layak bagi pertumbuhan profesional guru-guru, (6) supervisi yang efektif dapat melahirkan wadah kerjasama yang dapat mempertemukan kebutuhan profesional guru-guru, (7) supervisi yang efektif dapat membantu guru-guru dalam memperoleh arah diri, memahami masalah yang dihadapi sehari-hari, belajar sendiri memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari dengan imajinatif dan kreatif, dan (8) supervisi yang efektif hendaknya mampu membangun kondisi yang memungkinkan guru-guru dapat menunaikan pekerjaannya secara profesional.

Kedelapan azas dari supervisi akademik atau pengajaran tersebut di atas, menurut Satori (2006: 8) merupakan “konsep atau teori dan hasil-hasil penelitian yang kebenarannya masih dapat dipercaya dan diakui oleh para pakar supervisi sampai dewasa ini”.  Para kepala sekolah sebagai supervisor pengajaran di sekolah dapat menjadikan kedelapan azas tersebut sebagai pedoman untuk membandingkan antara apa yang sebaiknya dilakukan dengan apa yang terjadi dalam realitas.
Selanjutnya, Satori (2006: 9) mengemukakan bahwa “kegiatan supervisi akademik diwujudkan oleh para pengawas dalam bentuk sikap dan tindakan yang dilakukan dalam interaksi antara pengawas dengan guru-guru dan kepala sekolah”.  Agar sikap dan tindakan pengawas sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan supervisi, maka dalam proses interaksinya harus memperhatikan beberapa pedoman sebagai berikut:
(1)    Supervisi hendaknya dimulai dari hal-hal positif, (2) hubungan antara para pengawas dengan para guru hendaknya didasarkan atas hubungan kerabat kerja sebagai profesional, (3) pembinaan profesional hendaknya didasarkan pada pandangan yang objektif, (4) pembinaan profesional hendaknya didasarkan atas hubungan manusiawi yang sehat, (5) pembinaan profesional hendaknya mendorong pengembangan potensi, inisiatif, dan kreatifitas guru-guru, (6) pembinaan profesional harus dilaksanakan terus-menerus dan berkesinambungan, (7) pembinaan profesional hendaknya dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru, dan (8) pembinaan profesional hendaknya dilakukan atas dasar rasa kekeluargaan, kebersamaan, keterbukaan, dan keeteladanan (Satori, 2006: 9-12; Peter, 2006; Sergiovanni dan Starratt, 1993).
Tag : Manajemen
0 Comments for "Prinsip dan Azas Supervisi Pengajaran"

Berikan Komentar Terbaik Anda Disini [NO SPAM, SARA n PORN]. Terima Kasih

Back To Top