8 Fakta Unik Sebelum Lebaran

asik belajar dot com.  Lebaran Indonesia atau hari raya identik dengan Idul Ftri yang jatuh pada tanggal 1 syawal setiap tahun Hijriah.  Hari idul fitri dikenal juga hari kemenangan, sehingga perayaannya lebih semarak dimanding hari raya idul adha atau hari raya haji.  Sesuai pengalaman yang dirasakan, ada beberapa hal unik menyangkut sebelum hari lebaran tiba.  Inilah 8 Fakta Unik Sebelum Lebaran versi asik belajar dot com.
  1. Polemik penentuan 1 Syawal: Rupanya sudah menjadi kebiasaan, khusunya di Indonesia, penentuan 1 Syawal agak sedikit ruwet karena terindikasi ada kepentingan politik segelintir orang, sehingga terkadang umat menjadi terpecah-pecah dalam melaksanakan hari rayanya. .
  2. Marakya berbagi Zakat Fitrah: menurut aturan, pelaksanaan berzakat fitrah harusnya sudah bisa dilaksanakan mulai bulan puasa tiba, namun kebiasaan yang ada malam takbiran baru mulai dikerjakan.
  3. Malam Takbiran Lebaran: malam takbiran adalah sesuatu acara yang ditunggu-tunggu banyak orang, karena malam takbiran bersifat acara parade dari berbagai elemen dalam menyambut malam lebaran.  Biasanya malam takbiran diisi dengan acara pawai bersama.
  4. Maraknya jualan Ketupat dan Kue Kering Lebaran: sudah menjadi tradisi di Indonesia bahwa lebaran identik dengan ketupat dan maraknya pasar kaget jualan kue kering untuk lebaran.
  5. Tukeran Uang: karena hari lebaran biasanya juga identik dengan bagi-bagi uang (angpao), maka di tempat-tempat tertentu sudah banyak orang-orang yang memberikan jasa penukaran uang baru untuk lebaran.
  6. Kebiasaan Beli Baju Baru: biasanya ada rasa tak afdol bila hari lebaran tidak dirayakan dengan baju aru, khususnya anak-anak.  Sehingga, menjelang hari raya / lebaran pasar-pasar, toko dan mall selalu dipenuhi pengunjung yang mau beli baju baru. 
  7. Mudik: bagi yang tempat kerjanya jauh dari kampung halaman, biasanya mereka berkesempatan untuk pulang sekaligus bersilaturahmi, sehingga kegiatan mudik dianggap perlu oleh kebanyakkan masyarakat Indonesia.
  8. Ziarah: menjelang lebaran kegiatan ziarah semakin marak, sehingga bahkan dipemakaman umum sudah disediakan jasa pembaca doa buat penziarah.
Demikian  8 Fakta Unik Sebelum Lebaran versi asik belajar dot com.
www.asikbelajar.com Ujar

Penetapan Besaran Biaya Zakat Fitrah 1435 H di Kalsel

asik belajar dot com.  Sebenarnya, zakat fitrah sudah bisa dilaksanakan mulai sekarang sampai menjelang shalat iedul fitri.  Numun karena beberapa alasan, penyerahan zakat fitrah dikalangan masyarakat akan semarak setelah pemerintah sudah dapat menetapkan 1 syawal sebagai hari raya iedul fitri.
Adapun besarnya ukuran atau banyak beras yang wajib dibayarkan adalah sebanyak 1 sha' = 2,35 kg atau dibulatkan 2,5 kg atau setara 3,5 Liter beras yang sesuai kita konsumsi sehari-hari.

Untuk lebih jelasnya kami kutip info dari http://kalsel.kemenag.go.id/ sebagai berikut:

H Imam Ghozali selaku Ketua Tim Rakor, memperhatikan hasil rapat Tim Penetapan Harga Beras/Bahan Makanan Pokok, maka disampaikan sebagai berikut :

Zakat fitrah wajib dikeluarkan bagi setiap muslim sejak terbenam matahari di akhir bulan Ramadhan sampai sebelum sholat Ied dilaksanakan dan dibolehkan pula mengeluarkan zakat fitrah di awal bulan Ramadhan.
Zakat Fitrah untuk setiap orang muslim sebanyak 1 sha’ = 2,35 Kg, dibulatkan 2,5 Kg atau 3,5 Liter
Pembayaran Zakat Fitrah diklasifikasikan dengan nilai harga jual beras di pasaran yang dipantau pada tanggal 01-09 Ramadhan 1434 H/ 29 Juni – 07 Juli 2014 M, adalah sebagai berikut:

Kelas I – Siam Mutiara, Pandan Wangi, Rojolele dan sejenisnya senilai Rp. 40.000,-
Kelas II-Unus Mayang, Unus Biasa, Karang Dukuh, Duyung, dan sejenisnya senilai Rp. 35.000,-
Kelas III- Siam Biasa, Siam Pontianak,Siam Rukut dan sejenisnya senilai Rp. 30.000,-
Kelas IV – Pandak, Adil, Unggul®, PB dan sejenisnya senilai Rp. 27.000,-

“Jumlah tersebut disesuaikan dengan harga tertinggi beras di pasaran, sesuai dengan acuan harga dinas Perindustrian dan Perdagangan, dari hasil ketetapan ini khusus untuk daerah Kabupaten Banjar dan nantinya diperkuat dengan surat edaran Kepala Kankemenag Banjar,” tambah Imam.
 Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.  Aamiin.


www.asikbelajar.com Info

Cara Memperbaiki Tautan Permanen Khusus

asik belajar dot com.  Suatu hari aku menemukan alamat URL postinganku ada yang keliru. Contohnya begini: pada postingan yang berjudul Cara Memunculkan Adsense di Tampilan Seluler  [Klik Disini] awalnya mempunyai alamat / URL adalah  http://www.asikbelajar.com/2014/06/menampilkan-adsense-di-seluer.html. artinya kekuranga huruf "L".  Nah, untuk mengubahnya menjadi http://www.asikbelajar.com/2014/06/menampilkan-adsense-di-seluler.html,  maka ditempuhlah cara-cara sbb:

1. Buka artikel / postingan yang akan diperbaiki seperti saat melakukan editing.  Klik tombol "Kembali ke draft" yang ada di sebelah kanan, 
2. Kemudian klik "Tautan permanen".  Untuk jelasnya lihat gambat di bawah ini.

(klik gambar untuk memperbesar)



3.  Pada tautan permanen akan terbuka fasilitas tautan permanen otomatis dan tautan permanen khusus. Adakan perbaikan pada "Tautan Permanen Khusus" sesuai yang diinginkan.  Lihat gambat di bawah ini.
(klik gambar untuk memperbesar)


4.  Jika sudah klik tombol "Selesai".
5.  Langkah selanjutnya klik tombol "Publikasikan".

Semoga postingan ini bermanfaat.  Aamiin.
www.asikbelajar.com Blog

K8 Prinsip MBS (Manajemen Berbasis Sekolah)

Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan MBS antara lain sebagai berikut:
  1. Komitmen, kepala sekolah dan warga sekolah harus mempunyai komitmen yang kuat dalam upaya menggerakkan semua warga sekolah untuk ber-MBS.
  2. Kesiapan, semua warga sekolah harus siap fisik dan mental untuk ber-MBS.
  3. Keterlibatan, pendidikan yang efektif melibatkan semua pihak dalam mendidik anak.
  4. Kelembagaan, sekolah sebagai lembaga adalah unit terpenting bagi pendidikan yang efetif.
  5. Keputusan, segala keputusan sekolah dibuat oleh pihak yang benar-benar mengerti tentang pendidikan.
  6. Kesadaran, guru-guru harus memiliki kesadaran untuk membantu dalam pembuatan keputusan program pendidikan dan kurikulum.
  7. Kemandirian, sekolah harus diberi otonomi sehingga memiliki kemandirian dalam membuat keputusan pengalokasian dana.
  8. Ketahanan, perubahan akan bertahan lebih lama apabila melibatkan stakeholders sekolah.
 Prinsip MBS di atas dapat disingkat K8.

Pustaka:
Usman, Husaini.  2011.  Manajemen : Teori, Praktek dan Riset Pendidikan.  Yogyakarta: Bumi Aksara.  Edisi Ketiga, hal. 624.
www.asikbelajar.com Manajemen

Konsep MBS (Manajemen Berbasis Sekolah)

Konsep MBS terbukti telah berhasil di negara-negara maju, tetapi masih merupakan konsep baru bagi manajemen pendidikan di negara kita.  Oleh karena itu, tidak secara otomatis sempurna.  Untuk penyempurnaannya, praktisi pendidikan dapat merevisinya sesuai kebutuhan sekolah.

MBS merupakan salah satu jawaban pemberian otonomi daerah dibidang pendidikan dan telah diundang-undangkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 51 ayat (1) yang berbunyi, "Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah".  Oleh karena itu, MBS wajib diktahui, dihayati, dan diamalkan oleh warga negara Indonesia terutama mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Otonomi daerah terjadi karena melemahnya kekuatan pusat terutama dalam hal pendanaan pembangunan.  Sebaliknya, daerah semakin kuat tuntutannya untuk melaksanakan otonomi.  Suatu saat, jika kekuatan daerah melemah, maka sentralistik akan terjadi lagi.  Jadi, sentralistik dan desentralistik merupakan proses politik yang tidak pernah final.

Artikel ini tidak membahas konsep MBS dan penerapannya secara rinci, karena konsep dan petunjuk pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasinya sudah cukup lengkap di Buku 1 sampai 4 tentang MBS yang diterbitkan Depdiknas (2003), namun mencoba melengkapi hal-hal yang secara substansi dianggap perlu ditambah.

Pustaka:
Usman, Husaini.  2011.  Manajemen : Teori, Praktek dan Riset Pendidikan.  Yogyakarta: Bumi Aksara.  Edisi Ketiga, hal.623-624.
www.asikbelajar.com Manajemen